Investasi

Pertumbuhan Pusat Data Dorong Investasi Digital

Pertumbuhan Pusat Data Dorong Investasi Digital
Pertumbuhan Pusat Data Dorong Investasi Digital

JAKARTA - Pertumbuhan industri pusat data di Indonesia semakin cepat seiring meningkatnya kebutuhan digital, cloud computing, dan kecerdasan buatan (AI). Direktur Kebijakan dan Strategi Infrastruktur Digital Kementerian Komunikasi dan Digital, Denny Setiawan, menekankan bahwa penciptaan iklim investasi yang kondusif dan pemberian insentif menjadi faktor utama dalam mendorong ekosistem pusat data di Tanah Air.

“Agar insentif ini efektif, skema yang diterapkan harus disertai dengan kepastian kebijakan jangka panjang untuk meyakinkan investor,” ujar Denny dalam rilis pers acara Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Peluang dan Tantangan Bisnis Data Center di Indonesia di Jakarta. Ia menambahkan bahwa penyedia pusat data maupun pelanggan yang mengimpor perangkat ke pusat data perlu memperoleh insentif pajak agar Indonesia mampu bersaing dengan negara-negara lain di kawasan ASEAN.

Denny menekankan bahwa proses perizinan harus disederhanakan dan didukung oleh perencanaan strategis serta infrastruktur yang memadai. Ia juga mengingatkan bahwa pembangunan pusat data baru sebaiknya tidak hanya terpusat di Batam, Jakarta, atau Cikarang, tetapi juga tersebar di wilayah Barat, Tengah, dan Timur Indonesia. Menurutnya, lokasi yang dekat dengan titik pendaratan sistem komunikasi kabel laut (SKKL) lebih ideal karena mampu meminimalisasi latensi data, sekaligus menciptakan peta jalan pengembangan infrastruktur digital yang lebih terarah.

“Data yang terintegrasi akan memberikan peta jalan yang lebih terarah untuk pengembangan di masa depan,” ujar Denny, seraya menambahkan bahwa penyediaan energi hijau menjadi faktor penting untuk menarik investasi pusat data. Hal ini selaras dengan tren global yang menuntut keberlanjutan lingkungan dalam pengembangan industri digital.

Transformasi industri pusat data di Indonesia juga didorong oleh lonjakan kebutuhan pusat data hyperscale, komputasi awan (cloud), dan AI. Associate Director - Head of Industrial Services Leads Property, Esti Susanti, menyoroti bahwa pertumbuhan ini membuat peta industri pusat data di Indonesia berubah dengan cepat.

“Perubahan ini mendorong Indonesia bertransformasi menjadi hub digital penting di Asia Tenggara,” kata Esti. Ia menambahkan bahwa Leads Property turut mendukung perkembangan ini dengan membantu menghubungkan kebutuhan investor dengan lahan yang tepat, memastikan pembangunan pusat data sesuai dengan lokasi strategis dan kebutuhan pasar.

Di sisi teknologi dan inovasi, Chief Cloud Officer Lintasarta, Gidion Suranta Barus, menyampaikan bahwa perusahaannya menghadirkan Lintasarta AI Factory dengan GPU Merdeka dan Cloudeka untuk mendukung kebutuhan infrastruktur sovereign AI. Infrastruktur ini dapat diakses oleh startup, korporasi, maupun lembaga riset dalam negeri, sehingga mendukung pengembangan teknologi lokal.

“Kami berkomitmen memperluas footprint backbone connectivity ke wilayah strategis lain agar pertumbuhan lebih merata,” ujar Gidion. Langkah ini menunjukkan bahwa pemerataan infrastruktur digital menjadi perhatian penting untuk memastikan seluruh wilayah Indonesia dapat menikmati manfaat transformasi digital.

Ketua Umum Indonesia Data Center Provider Organization (IDPRO), Hendra Suryakusuma, menekankan pentingnya pemerataan pembangunan pusat data, khususnya di kawasan Indonesia Timur yang masih kekurangan infrastruktur memadai. Ia menyoroti perlunya pembenahan kabel fiber optik agar kualitas internet di wilayah tersebut dapat menunjang operasional pusat data.

“Indonesia Timur memerlukan infrastruktur yang lebih memadai, antara lain pembenahan kabel fiber optik agar lebih baik untuk internet guna menunjang operasional data center,” kata Hendra. Menurutnya, kehadiran pusat data menjadi semakin krusial di era transformasi digital, yang ditandai dengan perkembangan AI, perangkat pintar, media sosial, internet of things, e-commerce, hingga konsep kota pintar.

Pertumbuhan industri pusat data juga dipengaruhi oleh strategi pemerintah dalam menciptakan iklim investasi yang menarik. Dengan adanya insentif fiskal, kepastian kebijakan jangka panjang, serta pemerataan infrastruktur, investor dapat lebih percaya diri menanamkan modal di sektor ini. Hal ini sekaligus mendorong pengembangan ekonomi digital nasional yang lebih inklusif dan merata di seluruh wilayah Indonesia.

Selain aspek investasi dan insentif, integrasi pusat data dengan energi hijau menjadi salah satu daya tarik bagi investor global. Pembangunan data center yang ramah lingkungan tidak hanya mengurangi jejak karbon, tetapi juga meningkatkan citra industri pusat data Indonesia sebagai pemain berkelanjutan di pasar regional.

Dalam konteks ini, sinergi antara pemerintah, penyedia lahan, investor, dan pelaku industri digital menjadi kunci agar pertumbuhan pusat data tidak hanya terpusat di beberapa wilayah saja, tetapi merata hingga ke daerah-daerah yang masih memiliki potensi besar. Pemerataan ini diyakini dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai hub digital di Asia Tenggara, sekaligus memperluas akses teknologi bagi masyarakat dan pelaku usaha di seluruh nusantara.

Secara keseluruhan, upaya menciptakan iklim investasi yang kondusif, pemberian insentif, penyederhanaan perizinan, pemerataan infrastruktur, dan penerapan energi hijau menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan industri pusat data di Indonesia. Dengan strategi yang terintegrasi, Indonesia siap memanfaatkan lonjakan kebutuhan digital global, meningkatkan kapasitas teknologi nasional, dan memperkuat perannya sebagai pusat data regional yang kompetitif dan berkelanjutan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index