Liverpool

Situasi Genting Lini Belakang Liverpool, Carragher Desak Rekrutan Baru Segera

Situasi Genting Lini Belakang Liverpool, Carragher Desak Rekrutan Baru Segera
Situasi Genting Lini Belakang Liverpool, Carragher Desak Rekrutan Baru Segera

JAKARTA - Liverpool sedang memasuki fase yang tidak nyaman di pertengahan musim 2025/2026. 

Bukan soal lini depan atau kreativitas di tengah, melainkan sektor pertahanan yang mendadak berada dalam kondisi darurat setelah dihantam berbagai persoalan secara beruntun.

Kedalaman skuad di lini belakang kini menipis drastis. Pilihan yang dimiliki pelatih menjadi sangat terbatas, terutama di posisi bek tengah. Dalam beberapa pertandingan terakhir, The Reds bahkan dipaksa melakukan penyesuaian darurat demi menutup lubang yang terus muncul di jantung pertahanan.

Saat ini, Virgil van Dijk praktis menjadi satu-satunya bek tengah murni yang benar-benar berada dalam kondisi siap tempur. Situasi tersebut jelas bukan gambaran ideal bagi tim yang sedang bersaing ketat di papan atas Premier League. Ketergantungan besar pada satu nama membuat Liverpool berada di posisi yang sangat rawan.

Di tengah tekanan jadwal dan ketatnya persaingan liga, kekurangan stok pemain belakang berpotensi menjadi titik lemah yang mahal harganya. Kondisi inilah yang kemudian menarik perhatian legenda klub, Jamie Carragher, yang ikut angkat bicara mengenai langkah yang sebaiknya diambil manajemen.

Carragher Soroti Konsistensi Kebijakan Transfer

Jamie Carragher menilai Liverpool sebenarnya memiliki fondasi kuat dalam hal kebijakan transfer. Ia melihat klub selama ini dikenal berhati-hati dan tidak mudah tergoda mengambil keputusan secara tergesa-gesa di bursa pemain.

Pendekatan tersebut, menurutnya, membuat Liverpool kerap menunggu sosok yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan taktis tim. Kesabaran dalam memilih target dinilai menjadi salah satu faktor penting yang menjaga kestabilan performa skuad dalam beberapa musim terakhir.

Carragher juga menekankan bahwa Liverpool biasanya tidak panik, bahkan ketika berada dalam tekanan situasi sulit. Prinsip tersebut ia anggap masih relevan diterapkan pada musim 2025/2026, meski kondisi skuad saat ini sedang tidak ideal.

"Liverpool selalu memiliki kebijakan untuk menunggu pemain yang mereka inginkan. Tidak panik. Liverpool kekurangan pemain di lini belakang. Jika mereka harus membayar sedikit lebih untuk seseorang yang mereka inginkan di musim panas, saya (The Reds) akan mempercepatnya,” ucapnya.

"Saya tidak tertarik pada Liverpool yang membeli pemain yang belum sepenuhnya mereka yakini. Selain musim panas itu, rekam jejak Liverpool di bursa transfer selama tujuh atau delapan tahun terakhir cukup bagus," pujinya.

Stok Bek Menipis, Risiko Makin Besar

Di balik pujian terhadap kebijakan transfer klub, Carragher tetap menilai situasi saat ini terlalu berisiko jika dibiarkan tanpa solusi cepat. Ketersediaan pemain belakang yang menipis membuat Liverpool berada di ambang masalah yang lebih besar.

Joe Gomez sedang dibekap cedera, sementara Ibrahima Konate belum bisa kembali karena urusan keluarga. Kondisi tersebut memaksa tim pelatih mencari solusi darurat, termasuk menempatkan Wataru Endo sebagai bek tengah dalam situasi tertentu.

Penyesuaian seperti itu mungkin bisa menjadi jalan keluar jangka pendek, tetapi jelas bukan solusi ideal untuk tim dengan ambisi besar. Ketika jadwal padat dan intensitas pertandingan meningkat, eksperimen di lini belakang bisa menjadi bumerang.

Desakan Datangkan Bek Baru di Januari

Melihat situasi tersebut, Carragher menegaskan bahwa Liverpool tetap perlu bergerak di bursa transfer Januari 2026. Baginya, mempertahankan prinsip kehati-hatian bukan berarti menutup mata terhadap kebutuhan mendesak tim.

Ia menilai perekrutan bek baru adalah langkah logis demi menjaga stabilitas performa sekaligus peluang bersaing dalam perebutan gelar. Ketergantungan besar pada Van Dijk dianggap sebagai risiko yang terlalu tinggi jika tidak segera diantisipasi.

Carragher bahkan mengingatkan dampak besar yang bisa terjadi apabila bek asal Belanda itu mengalami cedera. Kehilangan Van Dijk di tengah kondisi stok bek yang sudah tipis dinilai bisa berakibat fatal bagi perjalanan Liverpool musim ini.

“Saya masih mendukung mereka untuk membuat keputusan yang tepat dan keputusan yang tepat adalah membeli bek. Jika Virgil van Dijk cedera, itu akan mengakhiri musim. Mungkin mereka punya sesuatu yang disembunyikan, tetapi saya tidak ingin mereka panik membeli pemain," seru Carragher.

Pernyataan tersebut menggambarkan dilema yang dihadapi Liverpool saat ini. Di satu sisi, mereka punya rekam jejak transfer yang solid berkat kesabaran dan ketelitian. Namun di sisi lain, kondisi darurat di lini belakang menuntut langkah nyata dalam waktu dekat agar musim tidak tergelincir hanya karena krisis pemain bertahan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index