bisnis

JICT Perkuat Daya Saing Terminal Lewat Operasional Alat Berat Listrik Modern

JICT Perkuat Daya Saing Terminal Lewat Operasional Alat Berat Listrik Modern
JICT Perkuat Daya Saing Terminal Lewat Operasional Alat Berat Listrik Modern

JAKARTA - PT Jakarta International Container Terminal (JICT) mengambil langkah strategis dalam memperkuat kinerja operasional dengan meresmikan pengoperasian empat unit alat berat bertenaga listrik. 

Armada baru tersebut terdiri dari dua unit Side Loader Electric Vehicle (EV) dan dua unit Reach Stacker EV, yang dihadirkan untuk menjawab tantangan peningkatan volume peti kemas serta persaingan ketat di industri pelabuhan, baik nasional maupun global.

Peresmian ini menandai babak baru modernisasi peralatan di lingkungan JICT. Wakil Direktur Utama JICT, Budi Cahyono, menegaskan bahwa investasi tersebut bukan sekadar penambahan alat, melainkan penguatan fondasi operasional agar terminal tetap kompetitif di tengah dinamika industri logistik yang terus berkembang.

“Kami menghadapi dinamika industri yang semakin kompleks: pertumbuhan volume, tuntutan kecepatan layanan, dan persaingan regional yang ketat. Penambahan alat EV ini adalah jawaban atas tantangan produktivitas, sekaligus membuka ruang lebih besar bagi JICT untuk terus bersaing,” ujar Budi saat peresmian alat di JICT.

Dorong Produktivitas dan Kelancaran Arus Peti Kemas

Kehadiran Side Loader dan Reach Stacker EV memperkuat kemampuan JICT dalam menangani pergerakan peti kemas di lapangan penumpukan. Penambahan ini dinilai penting untuk mengimbangi peningkatan throughput sekaligus meminimalkan potensi kemacetan operasional atau bottleneck yang bisa menghambat kelancaran arus barang.

Menurut Budi, penggunaan teknologi listrik memberikan sejumlah keunggulan teknis dibandingkan alat berbahan bakar konvensional.

“Alat EV memiliki respona yang lebih stabil, getaran minimal, dan handling yang lebih presisi. Tingkat kesiapan alat (equipment readiness) dapat meningkat secara signifikan karena teknologi listrik jauh lebih sederhana dalam hal perawatan,” jelas Budi Cahyono.

Ia menambahkan bahwa kesiapan alat yang tinggi akan berdampak langsung pada kepastian operasional. Dengan downtime yang lebih rendah, proses bongkar muat dapat berlangsung lebih lancar dan efisien, sehingga mendukung terciptanya operational excellence di lingkungan terminal.

“Investasi ini bukan hanya mengganti alat lama, tetapi memperbesar ruang gerak JICT untuk meningkatkan efisiensi, memangkas downtime, dan memberikan layanan yang lebih cepat kepada pelanggan. Kami ingin memastikan JICT tetap menjadi terminal pilihan dan terus mampu bersaing,” ujarnya.

Langkah Nyata Menuju Pelabuhan Ramah Lingkungan

Selain berfokus pada peningkatan produktivitas, elektrifikasi armada alat berat juga menjadi bagian dari komitmen JICT terhadap keberlanjutan. Penggunaan energi listrik pada alat berat dinilai mampu mengurangi emisi gas buang yang biasanya dihasilkan mesin diesel, sekaligus menekan tingkat kebisingan di area operasional.

Lingkungan kerja yang lebih bersih dan minim polusi diharapkan tidak hanya meningkatkan kenyamanan pekerja, tetapi juga mendukung standar operasional pelabuhan modern yang semakin mengedepankan aspek ramah lingkungan.

“Pelabuhan masa depan harus bersih, cerdas, dan efisien. Penggunaan alat EV adalah bagian dari perjalanan panjang menuju standar green port yang menjadi tuntutan global,” ujar Budi Cahyono.

Dengan langkah ini, JICT menunjukkan bahwa transformasi digital dan keberlanjutan bisa berjalan beriringan. Modernisasi peralatan bukan hanya soal mengejar kapasitas, tetapi juga tentang membangun sistem operasional yang lebih andal, efisien, dan selaras dengan tuntutan industri logistik global yang semakin menekankan aspek kecepatan layanan dan tanggung jawab lingkungan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index