Suzuki Mulai Produksi Massal Mobil Listrik eVitara

Sabtu, 30 Agustus 2025 | 09:26:52 WIB
Suzuki Mulai Produksi Massal Mobil Listrik eVitara

JAKARTA - Suzuki resmi memulai produksi massal mobil listrik pertamanya, eVitara, di pabrik Hansalpur, Gujarat, India. Langkah ini menandai tonggak penting bagi Suzuki secara global, karena untuk pertama kalinya pabrikan Jepang tersebut menghadirkan kendaraan listrik murni (EV) yang ditujukan untuk pasar internasional. Unit pertama eVitara dilepas dari jalur produksi dalam seremoni yang turut dihadiri Perdana Menteri India, Narendra Modi. Mobil ini dijadwalkan untuk diekspor ke lebih dari 100 negara mulai tahun depan, sekaligus menjadi simbol komitmen Suzuki terhadap inovasi dan keberlanjutan.

“Beberapa tahun lalu, baterai kendaraan listrik sepenuhnya diimpor ke India. Dengan adanya produksi lokal sel dan elektroda baterai, infrastruktur EV di India akan mendapat dorongan besar,” ujar Modi, yang juga meresmikan pabrik baterai lithium-ion hasil kolaborasi Suzuki, Toshiba, dan Denso. Fasilitas baru ini dirancang untuk memasok kebutuhan baterai kendaraan listrik maupun hibrida di India, memperkuat ekosistem EV lokal sekaligus mendukung strategi netralitas karbon Suzuki melalui jalur multi-pathway.

President Director Suzuki Indonesia, Minoru Amano, menampilkan eVitara untuk pertama kalinya di booth Suzuki pada GIIAS ICE, BSD City, Tangerang, pada 23 Juli 2025. eVitara menjadi inovasi revolusioner dari Suzuki, sekaligus penegasan langkah produsen otomotif tersebut dalam mengurangi jejak karbon. “Mobil ini bukan sekadar kendaraan, tetapi bagian dari komitmen kami terhadap masa depan transportasi yang lebih ramah lingkungan,” kata Amano.

Suzuki menempatkan eVitara di segmen SUV kompak dengan dimensi panjang 4.275 mm, lebar 1.800 mm, tinggi 1.635 mm, serta jarak sumbu roda 2.700 mm. Dimensi ini membuatnya ideal sebagai SUV listrik keluarga yang ringkas namun tetap lapang, sesuai dengan kebutuhan pasar global yang menginginkan mobil listrik efisien namun nyaman. eVitara ditawarkan dalam tiga varian tenaga listrik, mulai dari motor tunggal penggerak roda depan (FWD) dengan tenaga 144 PS dan torsi 189 Nm, yang dipadukan baterai 49 kWh. Varian kedua FWD lebih bertenaga, yakni 174 PS dengan baterai 61 kWh. Sementara varian tertinggi menggunakan dua motor listrik berpenggerak semua roda (AWD) dengan tenaga 184 PS dan torsi 300 Nm, memadukan baterai 61 kWh.

Daya jelajah eVitara untuk versi baterai 61 kWh diklaim mencapai 500 kilometer dalam sekali pengisian penuh. Meskipun rincian versi India belum dirilis, kembaran eVitara dari Toyota, Urban Cruiser EV, telah dibekali berbagai fitur modern. Beberapa di antaranya termasuk pencahayaan ambient 12 warna, kamera 360 derajat, sistem audio JBL, kursi pengemudi elektrik, serta teknologi keselamatan canggih seperti pengereman darurat otomatis (AEB), adaptive cruise control (ACC), lane departure alert, dan lane keep assist.

Peluncuran eVitara sekaligus menjadi momentum penting bagi industri EV di India. Dengan fasilitas produksi baterai lokal, Suzuki mendukung percepatan adopsi kendaraan listrik sekaligus mendorong kemandirian industri otomotif dalam negeri. Menurut Modi, kehadiran pabrik baterai lokal akan mengurangi ketergantungan pada impor, sekaligus membuka lapangan kerja baru dan memperkuat rantai pasok domestik.

Bagi Suzuki, eVitara bukan hanya sekadar model baru, tetapi juga langkah strategis untuk memasuki era kendaraan listrik global. “Kami percaya bahwa EV akan menjadi bagian penting dari portofolio Suzuki di masa depan. eVitara adalah simbol dari transformasi kami menuju mobilitas yang berkelanjutan,” kata Amano.

Sejak awal, Suzuki menekankan pendekatan multi-pathway dalam strategi EV-nya, yang mencakup teknologi hybrid, plug-in hybrid, serta kendaraan listrik murni. Hal ini memungkinkan Suzuki menyesuaikan produksi dengan permintaan pasar dan kesiapan infrastruktur di masing-masing negara tujuan ekspor. Dengan eVitara, Suzuki menargetkan segmen SUV kompak keluarga yang praktis, hemat energi, dan aman, sekaligus memberikan pilihan yang menarik bagi konsumen global yang mulai beralih ke mobil listrik.

Dalam beberapa tahun ke depan, eVitara diproyeksikan menjadi pionir Suzuki di ranah EV internasional. Kombinasi baterai berkapasitas besar, tiga varian tenaga, serta fitur keselamatan dan kenyamanan yang canggih, diyakini mampu menarik konsumen di lebih dari 100 negara tujuan ekspor. Produksi massal eVitara juga diharapkan mendorong pengembangan ekosistem EV secara lebih luas, termasuk infrastruktur pengisian daya, layanan purna jual, dan dukungan teknis bagi pengguna.

Dengan peluncuran eVitara, Suzuki menunjukkan keseriusannya dalam menghadapi era kendaraan listrik. Langkah ini bukan hanya untuk memenuhi tuntutan pasar global, tetapi juga menegaskan komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan dan lingkungan. eVitara menjadi bukti nyata bahwa Suzuki siap bersaing di segmen EV, menghadirkan kendaraan yang efisien, aman, nyaman, dan ramah lingkungan bagi konsumen di seluruh dunia.

Terkini