JAKARTA - Lion Air Group menegaskan komitmen untuk mengembalikan kejayaan penerbangan di Bandara H Asan Sampit.
Fokus utama adalah membuka kembali rute strategis yang menghubungkan Sampit dengan kota-kota penting. Upaya ini menjadi bagian dari pemulihan sektor transportasi udara pasca pandemi.
Bandara H Asan Sampit memiliki sejarah panjang sebagai penghubung utama Kalimantan Tengah. Sebelum pandemi, Wings Air melayani rute ke Palangka Raya, Pangkalan Bun, Semarang, dan Surabaya. Pemulihan rute ini menjadi prioritas Lion Air Group dalam tahap awal.
Strategi Pengaktifan Kembali Rute Penerbangan
Lion Air Group menggunakan Wings Air dengan pesawat ATR 72 berkapasitas 72 penumpang kelas ekonomi. Pendekatan ini dianggap efektif untuk menghidupkan kembali penerbangan regional. Fokus utama adalah menjangkau masyarakat dan pelaku usaha lokal.
Pembukaan rute Palangka Raya–Sampit dan Sampit–Surabaya menjadi langkah awal. Rute ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat. Penerbangan diharapkan mendorong aktivitas ekonomi dan pariwisata.
Selain itu, Lion Air Group mengevaluasi rute intra Kalimantan Tengah. Rute potensial mencakup Muara Teweh–Palangka Raya–Sampit dan Palangka Raya–Sampit–Pangkalan Bun. Langkah ini bertujuan menjadikan Sampit sebagai hub strategis.
Tujuan Strategis Pengaktifan Penerbangan
Pengaktifan kembali penerbangan memberikan kemudahan mobilitas bagi masyarakat Kotim. Rute ini juga mendukung perjalanan bisnis dan dinas. Selain itu, sektor pariwisata di Kalimantan Tengah diharapkan meningkat secara signifikan.
Distribusi komoditas unggulan daerah menjadi lebih cepat. Lion Air Group juga menyiapkan koneksi penerbangan lanjutan untuk perjalanan umrah melalui Surabaya. Hal ini memberi opsi lebih praktis bagi masyarakat yang ingin berangkat ke Tanah Suci.
Upaya ini tidak hanya memudahkan perjalanan, tetapi juga meningkatkan konektivitas antar kota. Penumpang akan mendapatkan pengalaman perjalanan yang nyaman dan efisien. Konektivitas menjadi kunci untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Pengembangan Rute Jangka Menengah dan Hubungan Kota Besar
Lion Air Group menyiapkan Super Air Jet dengan pesawat Airbus A320. Rute jarak menengah akan menghubungkan Sampit ke kota-kota besar. Kota tujuan termasuk Surabaya, Bali, Labuan Bajo, Kupang, Kendari, Palu, Jakarta, dan Banyuwangi.
Melalui Surabaya, Sampit dapat terkoneksi ke lebih dari 15 kota. Penumpang memiliki fleksibilitas dalam memilih tujuan lanjutan. Hal ini meningkatkan daya tarik Bandara H Asan Sampit bagi pelaku perjalanan bisnis dan wisata.
Ketepatan waktu dan konektivitas menjadi fokus utama pengembangan rute. Lion Air Group berupaya meminimalkan keterlambatan akibat cuaca dan teknis. Tujuannya agar penumpang dari Sampit dapat terhubung dengan lancar ke kota lainnya.
Manfaat Ekonomi dan Pariwisata bagi Kotawaringin Timur
Ramahnya aktivitas penerbangan berdampak positif terhadap ekonomi lokal. Masyarakat dan pelaku usaha akan merasakan manfaat secara langsung. Pariwisata juga diprediksi meningkat seiring bertambahnya rute dan frekuensi penerbangan.
Lion Air Group mengajak pemerintah daerah berkolaborasi dalam mempopulerkan Kotim. Informasi terkait potensi bisnis, logistik, dan pariwisata akan dibagikan bersama. Kerja sama ini diharapkan memperkuat posisi Sampit sebagai kota penghubung strategis.
Keberhasilan pengembangan penerbangan juga mendukung distribusi komoditas lokal. Aktivitas logistik menjadi lebih cepat dan efisien. Penumpang dan pelaku usaha mendapat manfaat tambahan dari peningkatan konektivitas.
Harapan dan Dukungan Masyarakat
Lion Air Group berharap masyarakat berperan aktif mendukung pemulihan rute penerbangan. Promosi destinasi dan penggunaan layanan maskapai menjadi kunci keberhasilan. Partisipasi masyarakat membantu mempercepat kebangkitan sektor transportasi udara.
Selain itu, Lion Air Group menekankan pentingnya pemanfaatan Bandara H Asan Sampit secara optimal. Peningkatan frekuensi penerbangan dan rute baru diharapkan berlangsung berkelanjutan. Langkah ini mencerminkan visi perusahaan untuk pertumbuhan jangka panjang.
Pengaktifan kembali penerbangan juga menjadi sarana pengembangan potensi lokal. Ekonomi, pariwisata, dan mobilitas masyarakat menjadi lebih maju. Lion Air Group berkomitmen mendukung Kotim agar tumbuh bersama dengan sektor transportasi udara yang kuat.