JAKARTA - Perubahan pola transportasi masyarakat mulai terlihat jelas di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.
Kendaraan listrik semakin diminati seiring meningkatnya kesadaran terhadap efisiensi energi dan lingkungan. Tren ini tercermin dari lonjakan transaksi pengisian daya kendaraan listrik di berbagai titik SPKLU.
Sepanjang 2025, aktivitas pengisian kendaraan listrik menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. PT PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara mencatat peningkatan transaksi yang tajam dibandingkan tahun sebelumnya. Lonjakan ini menjadi sinyal kuat berkembangnya ekosistem kendaraan listrik di kawasan tersebut.
Peningkatan transaksi tidak hanya mencerminkan jumlah pengguna yang bertambah. Kenaikan ini juga menunjukkan perubahan perilaku masyarakat dalam memilih moda transportasi. Kendaraan listrik mulai menjadi pilihan yang semakin relevan untuk kebutuhan mobilitas harian.
Pertumbuhan Transaksi yang Signifikan
Data menunjukkan lonjakan transaksi pengisian kendaraan listrik dalam kurun waktu satu tahun. Pada 2024, jumlah transaksi SPKLU tercatat sebanyak 5.498 transaksi. Angka ini melonjak tajam menjadi 18.932 transaksi sepanjang 2025.
Kenaikan transaksi tersebut sejalan dengan meningkatnya konsumsi energi listrik. Pemakaian listrik di SPKLU naik dari 109.766 kilowatt hour pada 2024. Pada 2025, konsumsi energi melonjak menjadi 468.762 kilowatt hour.
Lonjakan konsumsi listrik ini mencerminkan tingginya intensitas penggunaan kendaraan listrik. Pengisian daya menjadi aktivitas rutin bagi pengguna EV. Kondisi tersebut menunjukkan ekosistem kendaraan listrik mulai terbentuk secara berkelanjutan.
Penguatan Infrastruktur Pengisian Daya
Pertumbuhan transaksi tidak terlepas dari ketersediaan infrastruktur yang memadai. PLN terus memperluas jaringan SPKLU di wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. Upaya ini dilakukan untuk menjawab kebutuhan pengguna kendaraan listrik yang terus meningkat.
Hingga akhir 2025, jumlah SPKLU di wilayah kerja PLN UID Kaltimra mengalami penambahan. Dari sebelumnya 71 unit, kini meningkat menjadi 77 unit yang beroperasi. Penambahan ini memperluas jangkauan layanan pengisian daya.
Ketersediaan SPKLU memberikan rasa aman bagi pengguna kendaraan listrik. Akses pengisian daya yang lebih mudah mendukung mobilitas masyarakat. Infrastruktur yang memadai menjadi faktor penting dalam mendorong adopsi kendaraan listrik.
Pengalaman Pengguna Kendaraan Listrik
Pengguna kendaraan listrik mulai merasakan manfaat langsung dari peralihan ini. Salah satu pengguna di Balikpapan, M. Samsi, menyebut efisiensi biaya sebagai keuntungan utama. Sejak beralih menggunakan mobil listrik, pengeluaran operasionalnya terasa lebih hemat.
Ia mulai menggunakan kendaraan listrik pada Agustus 2025. Dibandingkan kendaraan berbahan bakar konvensional, biaya pengisian daya dinilai jauh lebih efisien. Hal ini memberikan keuntungan nyata dalam penggunaan jangka panjang.
Kemudahan layanan juga menjadi faktor pendukung kenyamanan. Aplikasi PLN Mobile mempermudah proses pengisian daya. Kecepatan layanan di SPKLU turut menunjang aktivitas sehari-hari pengguna kendaraan listrik.
Indikator Perubahan Pola Transportasi
Manajemen PLN menilai lonjakan transaksi SPKLU sebagai indikator perubahan besar. General Manager PLN UID Kaltimra, Muchamad Chaliq Fadli, menyebut pertumbuhan ini mencerminkan pergeseran pola transportasi masyarakat. Moda ramah lingkungan semakin diterima sebagai solusi mobilitas.
Menurutnya, tingginya transaksi juga menunjukkan meningkatnya kepercayaan publik. Layanan SPKLU PLN dinilai andal dalam mendukung penggunaan kendaraan listrik. Kepercayaan ini menjadi modal penting dalam pengembangan ekosistem EV.
Pertumbuhan yang terjadi tidak bersifat sementara. Perubahan ini menunjukkan arah transisi energi yang semakin nyata. Kendaraan listrik mulai menjadi bagian dari kehidupan masyarakat perkotaan.
Komitmen Pengembangan Berkelanjutan
PLN UID Kaltimra menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan ekosistem kendaraan listrik. Perluasan jaringan SPKLU akan terus dilakukan secara bertahap. Keandalan pasokan listrik juga menjadi fokus utama penguatan layanan.
Selain infrastruktur fisik, layanan digital turut dikembangkan. Akses pengisian daya dibuat semakin mudah dan transparan. Pendekatan ini bertujuan meningkatkan kenyamanan dan kepercayaan pengguna.
Dengan dukungan kebijakan pemerintah dan kesiapan infrastruktur, prospek kendaraan listrik dinilai semakin cerah. Penggunaan kendaraan listrik di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara diperkirakan terus meningkat. Transisi menuju transportasi berkelanjutan pun semakin nyata.