Jepang

China Imbau Warganya Tunda Liburan ke Jepang Saat Imlek, Ada Apa?

China Imbau Warganya Tunda Liburan ke Jepang Saat Imlek, Ada Apa?
China Imbau Warganya Tunda Liburan ke Jepang Saat Imlek, Ada Apa?

JAKARTA - Pemerintah China mengeluarkan imbauan perjalanan yang meminta warganya menunda kunjungan ke Jepang, terutama menjelang libur panjang Tahun Baru Imlek. Peringatan ini disampaikan pada  di tengah meningkatnya ketegangan hubungan diplomatik antara Beijing dan Tokyo.

Otoritas China menyebut alasan utama imbauan tersebut adalah memburuknya situasi keamanan publik di Jepang. Seruan ini secara khusus ditujukan kepada wisatawan yang biasanya memanfaatkan momen libur Imlek untuk bepergian ke luar negeri.

Dipicu Ketegangan Politik soal Taiwan

Ketegangan antara kedua negara meningkat sejak pernyataan Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, pada November lalu. Saat itu, ia menyebut Jepang berpotensi melakukan intervensi militer apabila terjadi serangan terhadap Taiwan.

Pernyataan tersebut memicu reaksi keras dari pemerintah China. Hubungan diplomatik yang memanas kemudian berdampak langsung pada sektor non-politik, termasuk pariwisata. Beijing pun menyerukan agar warga negaranya lebih berhati-hati dan menghindari perjalanan ke Jepang untuk sementara waktu.

China Soroti Isu Keamanan dan Bencana Alam

Kementerian Luar Negeri China kembali menegaskan peringatan tersebut dengan menyoroti aspek keamanan. Dalam pernyataan resmi Departemen Urusan Konsuler, disebutkan bahwa terjadi peningkatan insiden kriminal dan tindakan ilegal yang disebut menargetkan warga negara China di Jepang.

"Baru-baru ini, keamanan publik di Jepang memburuk, dengan seringnya insiden tindakan ilegal dan kriminal yang menargetkan warga negara China," demikian pernyataan tersebut.

"Warga negara China di Jepang menghadapi ancaman keamanan yang serius," tegas mereka.

Selain isu keamanan, peringatan itu juga menyinggung rangkaian gempa bumi yang terjadi di beberapa wilayah Jepang dan menyebabkan korban luka. Faktor ini turut dijadikan pertimbangan agar warga China menunda perjalanan wisata ke Negeri Sakura.

Pariwisata Jepang Kena Dampak Langsung

Perselisihan politik ini langsung berdampak pada angka kunjungan wisata. Jumlah turis asal China ke Jepang dilaporkan turun drastis. Pada bulan lalu saja, kunjungan wisatawan China anjlok sekitar 45% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, menjadi sekitar 330.000 orang.

Padahal sebelumnya, wisatawan China merupakan salah satu kontributor terbesar bagi pariwisata Jepang. Berdasarkan data resmi pemerintah Jepang, pengunjung dari China sempat menyumbang sekitar seperempat dari total wisatawan asing.

Dalam sembilan bulan pertama 2025, hampir 7,5 juta wisatawan China tercatat berkunjung ke Jepang. Didorong oleh pelemahan nilai yen, mereka menghabiskan sekitar 3,7 miliar dolar AS pada kuartal ketiga saja.

Libur Imlek Biasanya Dongkrak Perjalanan

Libur Tahun Baru Imlek yang berlangsung selama sembilan hari di China biasanya menjadi periode puncak perjalanan, baik domestik maupun internasional. Jepang selama ini termasuk destinasi favorit wisatawan China saat musim liburan tersebut.

Kantor berita Xinhua sebelumnya melaporkan lonjakan signifikan jumlah turis China ke Jepang pada periode libur tahun lalu. Namun, dengan adanya peringatan resmi terbaru dari pemerintah China, arus wisatawan ke Jepang selama musim Imlek tahun ini diperkirakan akan kembali tertekan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index