Wijaya Karya

Tol Probowangi Paket 3 Hampir Rampung, Progres 97,66 Persen

Tol Probowangi Paket 3 Hampir Rampung, Progres 97,66 Persen
Tol Probowangi Paket 3 Hampir Rampung, Progres 97,66 Persen

JAKARTA - Pembangunan infrastruktur jalan tol di Jawa Timur kembali mencatatkan capaian signifikan. Proyek Jalan Tol Probolinggo–Banyuwangi (Tol Probowangi) Paket 3 yang dikerjakan PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) kini memasuki tahap akhir penyelesaian. Hingga akhir Januari 2026, progres konstruksi proyek strategis nasional ini telah mendekati rampung dan menunjukkan kesiapan untuk segera difungsionalkan.

Manajemen WIKA menyampaikan bahwa hingga Januari 2026, progres fisik pembangunan Tol Probowangi Paket 3 berada di kisaran 85%–90%, dengan capaian konstruksi tercatat mencapai 97,662%. Capaian ini mencerminkan percepatan pekerjaan yang konsisten serta efektivitas penerapan berbagai inovasi teknik dan digitalisasi konstruksi di lapangan.

Kehadiran Tol Probowangi diharapkan menjadi salah satu tulang punggung konektivitas wilayah Jawa Timur bagian timur. Jalan tol ini dirancang untuk memangkas waktu tempuh perjalanan secara signifikan jika dibandingkan dengan jalur arteri eksisting yang selama ini menjadi andalan masyarakat dan pelaku logistik.

Efisiensi Waktu Tempuh dan Biaya Logistik

Dengan beroperasinya Tol Probowangi, waktu perjalanan dari Probolinggo menuju Banyuwangi diperkirakan dapat berkurang hingga 30%–50%. Pemangkasan waktu tempuh tersebut berpotensi memberikan dampak langsung terhadap efisiensi distribusi barang dan mobilitas masyarakat.

Selain itu, keberadaan tol ini juga diproyeksikan mampu menurunkan biaya logistik sekitar 10%–20%. Efisiensi tersebut didorong oleh pengurangan kemacetan, optimalisasi rute perjalanan, serta efisiensi konsumsi bahan bakar kendaraan yang melintas.

“Kondisi ini dapat meningkatkan daya saing ekonomi nasional dan kelancaran distribusi barang dan jasa di pesisir Jawa Timur,” kata manajemen WIKA dalam keterangan resmi yang diterima Kontan pada Selasa.

Peran Strategis dalam Jaringan Tol Trans-Jawa

Tol Probowangi merupakan bagian dari jaringan strategis Trans-Java Toll Road yang memiliki peran penting dalam membuka akses wilayah Jawa Timur bagian timur. Proyek ini menghubungkan kawasan Probolinggo hingga Situbondo atau Besuki secara lebih langsung, sekaligus memperkuat konektivitas menuju kawasan Tapal Kuda hingga Banyuwangi.

Dengan konektivitas yang semakin baik, proyek ini diharapkan dapat mendorong pemerataan pembangunan ekonomi, mempercepat pertumbuhan kawasan, serta meningkatkan daya tarik investasi di wilayah Jawa Timur bagian timur yang selama ini relatif kurang terhubung secara optimal.

Penerapan Inovasi dan Rekayasa Teknik

Manajemen WIKA menjelaskan bahwa capaian progres pembangunan Tol Probowangi Paket 3 ditopang oleh penerapan berbagai inovasi dan solusi rekayasa teknik pada pekerjaan konstruksi. Salah satu teknologi utama yang digunakan adalah Building Information Modeling (BIM) untuk memastikan akurasi perencanaan dan integrasi desain dengan kondisi lapangan.

Penggunaan BIM memungkinkan proses perencanaan dan pelaksanaan konstruksi dilakukan secara lebih presisi, sekaligus meminimalkan potensi kesalahan yang dapat menghambat progres proyek.

“Selain itu, pemanfaatan drone dan pemetaan 3D digunakan untuk mendukung survei geoteknik yang presisi, khususnya pada segmen dengan karakteristik medan perbukitan dan variasi kondisi tanah,” ungkap manajemen WIKA.

Engineering Solutions dan Metode Kerja Terintegrasi

Dalam pelaksanaan konstruksi, WIKA juga menerapkan berbagai engineering solutions guna menjaga kualitas dan kecepatan pekerjaan. Beberapa metode yang digunakan antara lain pemanfaatan formwork modular, penerapan teknologi pemadatan tanah modern, serta metode kerja terintegrasi dan paralel.

Pendekatan ini memungkinkan sejumlah pekerjaan dilakukan secara bersamaan tanpa mengurangi standar keselamatan dan mutu konstruksi, sehingga proyek dapat berjalan lebih efisien sesuai dengan target waktu yang telah ditetapkan.

Transformasi Digital Proyek Konstruksi

Sebagai bagian dari transformasi digital di sektor konstruksi, WIKA mengimplementasikan digitalisasi pada seluruh fase proyek Tol Probowangi Paket 3. Digitalisasi ini mencakup integrasi BIM, penggunaan remote sensing berbasis drone, serta penerapan sistem manajemen proyek digital.

Langkah tersebut bertujuan untuk meningkatkan transparansi, efektivitas pengawasan, serta pengambilan keputusan berbasis data secara real time, sehingga setiap tahapan pekerjaan dapat dikendalikan dengan lebih optimal.

Target Penyelesaian dan Operasional Fungsional

Dengan capaian progres yang mendekati rampung, WIKA optimistis proyek Tol Probowangi Paket 3 dapat diselesaikan sesuai jadwal. Penyelesaian konstruksi ditargetkan pada Maret 2026, dengan rencana pengoperasian secara fungsional pada musim mudik Lebaran tahun yang sama.

“WIKA optimistis Tol Probowangi Paket 3 dapat diselesaikan pada Maret 2026 dan dioperasikan secara fungsional pada musim mudik Lebaran,” kata manajemen WIKA.

Pengoperasian fungsional tersebut diharapkan dapat membantu kelancaran arus lalu lintas selama periode mudik, sekaligus menjadi uji awal pemanfaatan tol sebelum beroperasi penuh. Dengan demikian, Tol Probowangi diharapkan segera memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, pelaku usaha, dan perekonomian regional maupun nasional.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index