PLN Genjot Panas Bumi, Dukung Energi Nasional

Sabtu, 30 Agustus 2025 | 11:04:54 WIB
PLN Genjot Panas Bumi, Dukung Energi Nasional

JAKARTA - PT PLN (Persero) semakin gencar mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan energi nasional dan mendukung target swasembada energi. Langkah ini sejalan dengan visi pemerintah untuk memperluas pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui keterlibatan pelaku usaha dan tenaga kerja di sekitar proyek.

Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN, Suroso Isnandar, menegaskan bahwa pengembangan PLTP merupakan bagian dari Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034. Dalam dokumen tersebut, pemerintah menargetkan kapasitas PLTP nasional mencapai 5,2 gigawatt (GW), tersebar di berbagai wilayah strategis Indonesia.

“Potensi panas bumi Indonesia sangat besar dan tersebar di banyak wilayah. Kami akan mengoptimalkan pengembangan PLTP yang sudah dikaji agar kehadirannya memberi dampak nyata, baik bagi masyarakat di sekitar proyek maupun pelanggan PLN di seluruh Indonesia,” ujar Suroso.

PLN menekankan bahwa pengembangan PLTP tidak hanya sekadar memperkuat pasokan listrik, tetapi juga menciptakan iklim investasi yang sehat. Salah satunya dilakukan melalui kesepakatan pembelian uap panas bumi dengan para pengembang, yang dijalankan secara transparan dan akuntabel dengan prinsip fairness of partnership. Dengan demikian, setiap proyek diharapkan berjalan lancar, menarik investor, dan mempercepat ketersediaan energi hijau.

Proyek Strategis PLN

Beberapa proyek PLTP saat ini telah masuk tahap strategis, termasuk di Provinsi Bengkulu. Dua proyek utama yang tengah digenjot adalah PLTP Kepahiang 110 MW dan PLTP Hululais 110 MW. PLTP Kepahiang terletak di Kabupaten Kepahiang dan Rejang Lebong, dengan proyek saat ini memasuki tahap finalisasi pemilihan mitra strategis. Listrik yang dihasilkan nantinya akan disalurkan ke Gardu Induk (GI) Pekalongan, memperkuat keandalan pasokan listrik di wilayah Jawa dan Sumatra.

Sementara PLTP Hululais yang berlokasi di Kabupaten Lebong ditargetkan beroperasi secara komersial pada tahun 2028. Proyek ini memanfaatkan Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) milik PT Pertamina Geothermal Energy (PGE), dan listrik yang dihasilkan juga akan dialirkan ke GI Pekalongan. Kedua proyek ini menunjukkan bagaimana PLN mengintegrasikan energi baru terbarukan ke dalam sistem kelistrikan nasional secara terencana dan berkelanjutan.

Dampak Ekonomi dan Sosial

Pengembangan PLTP tidak hanya berfokus pada energi, tetapi juga memberi manfaat ekonomi bagi daerah sekitar. Keterlibatan pelaku usaha lokal dalam proyek, baik dalam konstruksi maupun pemeliharaan, menciptakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Selain itu, PLN berupaya memastikan proyek berjalan selaras dengan masyarakat, sehingga pembangunan energi hijau dapat membawa manfaat sosial yang nyata.

Selain itu, kehadiran PLTP meningkatkan diversifikasi energi di Indonesia. Dengan mengandalkan panas bumi sebagai salah satu sumber energi terbarukan, ketergantungan pada bahan bakar fosil dapat dikurangi. Ini sejalan dengan upaya transisi energi menuju energi hijau, mendukung target pengurangan emisi karbon, serta memperkuat posisi Indonesia di kancah energi global.

Langkah Strategis PLN untuk Masa Depan

Suroso menjelaskan, setiap proyek PLTP PLN dilakukan dengan perencanaan matang agar investasi yang dikeluarkan memberikan hasil optimal. PLN juga menekankan pentingnya pengelolaan yang transparan dan efisien, mulai dari perizinan, kontrak kerja sama, hingga distribusi listrik. Prinsip fairness of partnership diterapkan untuk memastikan semua pihak mulai dari pemerintah, investor, hingga masyarakat mendapat manfaat yang adil.

Selain itu, PLN melihat pengembangan PLTP sebagai bagian dari strategi jangka panjang. Energi panas bumi dianggap memiliki potensi besar untuk menyediakan listrik stabil dalam jangka panjang, berbeda dengan energi surya atau angin yang cenderung bergantung pada kondisi cuaca. Dengan kapasitas 5,2 GW yang ditargetkan dalam RUPTL 2025–2034, PLN menegaskan komitmennya untuk memperluas energi bersih dan terbarukan secara signifikan.

Energi Bersih dan Ketahanan Nasional

Melalui percepatan proyek PLTP, PLN tidak hanya mendukung ketahanan energi nasional tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan penyediaan lapangan kerja. Proyek seperti PLTP Kepahiang dan Hululais menunjukkan langkah konkret dalam pemanfaatan sumber daya panas bumi yang tersebar di seluruh Indonesia.

Dengan strategi yang transparan, akuntabel, dan berpihak pada semua pihak, PLN berupaya memastikan bahwa pengembangan energi panas bumi dapat berjalan optimal, memberikan listrik yang andal, dan mendukung transisi energi hijau. Ini menegaskan posisi Indonesia dalam mencapai swasembada energi domestik dan mendorong masa depan yang lebih bersih, berkelanjutan, dan berdaya saing.

Terkini