GOTO, Grab, Maxim Pastikan Program BHR Ojol Terus Memberikan Manfaat Bagi Driver

Kamis, 29 Januari 2026 | 15:51:43 WIB
GOTO, Grab, Maxim Pastikan Program BHR Ojol Terus Memberikan Manfaat Bagi Driver

JAKARTA - Perusahaan transportasi online seperti GOTO, Grab, dan Maxim menegaskan kelanjutan program Bonus Hari Raya (BHR) untuk pengemudi ojol pada Lebaran 2026. 

Meski skema dan nominalnya masih disusun, semua pihak sepakat untuk memberikan apresiasi kepada mitra pengemudi berprestasi. Langkah ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam mendukung kesejahteraan serta stabilitas ekosistem transportasi digital.

Persiapan BHR oleh GOTO

CEO GOTO, Hans Patuwo, menyatakan bahwa perusahaan tengah menyusun skema BHR secara lebih spesifik. Nominal dan kriteria penerima masih dalam tahap perumusan. Hans menegaskan, begitu skema selesai, informasi resmi akan diumumkan kepada publik.

Hans menambahkan bahwa BHR diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada mitra yang memiliki kinerja baik. Tujuannya agar pengemudi dapat merayakan Hari Raya dengan lebih tenang dan nyaman. Program ini menjadi salah satu cara perusahaan menjaga loyalitas dan motivasi mitra.

Lebih lanjut, Hans menilai masih terdapat jeda waktu menjelang Ramadan dan Lebaran. Perusahaan akan memanfaatkan periode ini untuk menyiapkan skema yang tepat. Dengan begitu, bonus dapat disalurkan secara adil dan sesuai kontribusi masing-masing mitra.

Komitmen Grab terhadap BHR

Grab Indonesia menyatakan kesiapannya melanjutkan BHR bagi mitra pengemudi pada Lebaran 2026. Skema dan kriteria penerima akan diumumkan pada waktu yang tepat. Keberlanjutan BHR dianggap sebagai bentuk apresiasi sekaligus dukungan terhadap perlindungan sosial di ekosistem digital.

Chief of Public Affairs Grab, Tirza Munusamy, menyampaikan bahwa BHR diterapkan secara proporsional. Penentuan didasarkan pada tingkat aktivitas, kualitas layanan, dan konsistensi mitra dalam periode tertentu. Tirza menegaskan BHR bukan tunjangan rutin atau kewajiban upah, melainkan bentuk itikad baik perusahaan.

Grab menambahkan bahwa skema BHR disesuaikan dengan kemampuan perusahaan dan prinsip kemitraan. Perusahaan siap berdiskusi dengan pemerintah untuk menjaga keberlanjutan program. Dengan perencanaan yang matang, BHR dapat menjadi apresiasi yang adil bagi pengemudi.

Inisiatif BHR oleh Maxim

Maxim Indonesia menegaskan kesiapan program BHR bagi mitra pengemudi pada Lebaran 2026. Perusahaan juga menyiapkan berbagai program sosial untuk mendukung pengemudi, pengguna, dan masyarakat. Salah satunya adalah penyaluran BHR yang diharapkan bermanfaat bagi semua pihak.

Government Relations Manager Maxim, Muhammad Rafi Assagaf, menjelaskan bahwa skema BHR dibuat secara objektif dan proporsional. Besaran dan kriteria ditentukan berdasarkan tingkat keaktifan, performa layanan, serta kepatuhan terhadap ketentuan kemitraan. Program ini dirancang agar tetap berkelanjutan dan memberikan apresiasi yang tepat bagi pengemudi.

Maxim menyatakan kesiapannya berpartisipasi dalam pembahasan kebijakan BHR bersama pemerintah. Tujuannya untuk menjaga keseimbangan antara perlindungan mitra, keberlanjutan platform, dan stabilitas ekosistem. Dengan demikian, bonus dapat diberikan secara adil dan transparan.

Usulan Asosiasi Ojol terkait BHR

Asosiasi Pengemudi Ojek Online Garda Indonesia mengusulkan agar setiap pengemudi menerima BHR flat sebesar Rp500.000. Menurut Ketua Umum Raden Igun Wicaksono, skema ini membantu meringankan beban ekonomi menjelang Lebaran. Ia menekankan pentingnya keadilan dan proporsionalitas dalam pemberian BHR.

Selain itu, Asosiasi Driver Online (ADO) meminta agar BHR dihitung secara pro rata sesuai penghasilan setahun. Ketua Umum ADO, Taha Syafariel, menilai skema BHR saat ini masih abu-abu. Ia menekankan perlunya regulasi yang jelas agar perusahaan wajib memberikan kompensasi yang layak kepada mitra pengemudi.

Usulan ini muncul karena BHR berbeda dengan THR yang memiliki dasar hukum jelas. Dengan aturan yang mengikat, diharapkan distribusi bonus lebih adil. Perhitungan berbasis pendapatan tahunan dianggap mampu menyeimbangkan kontribusi dan apresiasi bagi pengemudi.

Tantangan dan Kesepakatan Skema BHR 2026

Saat ini, skema BHR masih dibahas antara aplikator dan pemerintah. Nominal, kriteria, dan mekanisme penyaluran masih dalam proses finalisasi. Semua pihak berkomitmen agar bonus dapat berjalan adil, proporsional, dan berkelanjutan.

BHR merupakan wujud apresiasi bagi mitra pengemudi yang produktif dan berprestasi sepanjang tahun. Perusahaan menyadari pentingnya menjaga motivasi dan kesejahteraan pengemudi. Langkah ini sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem transportasi online secara keseluruhan.

Dengan kolaborasi antara pemerintah, asosiasi pengemudi, dan perusahaan aplikasi, diharapkan BHR dapat dilaksanakan dengan skema yang jelas. 

Bonus Hari Raya menjadi sarana apresiasi dan penguatan kemitraan. Program ini juga menunjukkan perhatian semua pihak terhadap kesejahteraan pengemudi di tengah perkembangan ekonomi digital.

Terkini