Progres Konstruksi Tol Probowangi Paket 3 Garapan WIKA Capai 97,66 Persen

Kamis, 29 Januari 2026 | 13:47:01 WIB
Progres Konstruksi Tol Probowangi Paket 3 Garapan WIKA Capai 97,66 Persen

JAKARTA - Akselerasi pembangunan infrastruktur di penghujung awal tahun 2026 menunjukkan hasil yang signifikan, khususnya pada proyek strategis nasional di Jawa Timur. PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) sebagai salah satu kontraktor utama terus menunjukkan performa maksimal dalam menyelesaikan Jalan Tol Probolinggo–Banyuwangi (Probowangi) Paket 3. Proyek ini tidak hanya menjadi simbol konektivitas, tetapi juga merupakan pembuktian implementasi teknologi konstruksi mutakhir yang mampu mempercepat penyelesaian target fisik di lapangan.

Hingga periode Januari 2026, wajah konektivitas di pesisir timur Jawa mulai terlihat jelas. Berdasarkan pembaruan data terbaru, proyek ini mencatat progres fisik di kisaran 85%–90%, dengan capaian konstruksi mencapai 97,662%. Angka ini menempatkan Tol Probowangi Paket 3 pada fase akhir pembangunan, sekaligus membawa optimisme bagi mobilitas masyarakat dan kelancaran arus barang yang selama ini bergantung pada jalur arteri yang padat.

Efisiensi Logistik dan Dampak Ekonomi bagi Wilayah Tapal Kuda

Salah satu tujuan fundamental dari pembangunan Tol Probowangi adalah untuk mengatasi kendala geografis dan jarak yang selama ini menjadi tantangan di wilayah timur Jawa. Kehadiran Tol Probowangi ini nantinya diharapkan mampu memangkas waktu tempuh perjalanan secara signifikan dibandingkan jalur arteri eksisting. Pengurangan waktu perjalanan ini diprediksi akan mengubah lanskap ekonomi di kawasan tersebut secara drastis.

Secara teknis, efisiensi yang ditawarkan sangat mengesankan. Waktu perjalanan Probolinggo–Banyuwangi diperkirakan dapat berkurang hingga 30%–50%, sehingga turut menurunkan biaya logistik sekitar 10–20% melalui efisiensi konsumsi bahan bakar dan pengurangan kemacetan. “Kondisi ini dapat meningkatkan daya saing ekonomi nasional dan kelancaran distribusi barang dan jasa di pesisir Jawa Timur,” kata manajemen WIKA dalam keterangan resmi yang diterima Kontan.

Peran Strategis dalam Jaringan Trans-Java Toll Road

Sebagai bagian dari jaringan strategis Trans-Java Toll Road, proyek ini berperan penting dalam membuka akses wilayah Jawa Timur bagian timur. Proyek ini menjadi potongan puzzle terakhir yang menghubungkan ujung barat hingga ujung timur Pulau Jawa melalui sistem jalan bebas hambatan. Keberadaannya akan mengintegrasikan pusat-pusat ekonomi baru di Jawa Timur agar lebih berdaya saing.

Lebih jauh lagi, tol ini menghubungkan Probolinggo hingga Situbondo/Besuki secara lebih langsung, serta mendukung pemerataan pembangunan ekonomi di kawasan Tapal Kuda hingga Banyuwangi. Melalui konektivitas yang lebih baik, potensi pariwisata, industri, dan agrobisnis di wilayah timur Jawa Timur diharapkan dapat tumbuh lebih pesat berkat aksesibilitas yang jauh lebih mumpuni dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Inovasi Teknologi BIM dan Rekayasa Teknik WIKA

Keberhasilan WIKA dalam mencapai progres mendekati 100% pada Januari 2026 tidak terlepas dari penggunaan metodologi kerja yang modern. Manajemen WIKA bilang, capaian progres tersebut ditopang oleh penerapan inovasi dan solusi rekayasa teknik pada pekerjaan konstruksi. Perusahaan mengandalkan sistem digital untuk meminimalisir kesalahan desain dan mempercepat pengambilan keputusan di lapangan.

WIKA mengoptimalkan penggunaan Building Information Modeling (BIM) untuk memastikan akurasi perencanaan dan integrasi desain dengan kondisi lapangan. Teknologi ini memungkinkan tim teknis untuk memvisualisasikan seluruh struktur bangunan dalam format digital sebelum dieksekusi secara fisik. “Selain itu, pemanfaatan drone dan pemetaan 3D digunakan untuk mendukung survei geoteknik yang presisi, khususnya pada segmen dengan karakteristik medan perbukitan dan variasi kondisi tanah,” ungkap manajemen.

Solusi Engineering dan Transformasi Digital Konstruksi

Tantangan medan yang bervariasi di jalur Probolinggo-Banyuwangi menuntut penggunaan alat dan metode yang spesifik. Dalam pelaksanaan pekerjaan, WIKA juga menerapkan berbagai engineering solutions, antara lain penggunaan formwork modular, teknologi pemadatan tanah modern, serta metode kerja terintegrasi dan paralel. Metode paralel ini memungkinkan beberapa bagian proyek dikerjakan secara bersamaan tanpa harus menunggu proses sebelumnya selesai sepenuhnya, sehingga target penyelesaian dapat terjaga.

Penerapan teknologi ini juga merupakan bagian dari visi besar WIKA dalam melakukan modernisasi industri konstruksi di Indonesia. Sebagai bagian dari transformasi digital konstruksi, WIKA mengimplementasikan digitalisasi di seluruh fase proyek melalui integrasi BIM, remote sensing berbasis drone, serta sistem manajemen proyek digital. Dengan capaian yang kini telah menyentuh 97,662%, proyek Tol Probowangi Paket 3 bersiap untuk segera dioperasikan guna memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat luas.

Terkini