JAKARTA - Ketahanan pangan menjadi fokus utama pemerintah di wilayah pesisir Gresik.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, melakukan kunjungan kerja untuk meninjau pelaksanaan program strategis nasional. Kegiatan ini menekankan pentingnya penguatan sektor perikanan sebagai penopang kebutuhan gizi masyarakat.
Kunjungan Menko Pangan difokuskan di Kecamatan Sidayu dan Ujungpangkah. Salah satu tujuan utama adalah Kampung Perikanan Budidaya (KPB) atau Kampung Bandeng. Luas area budidaya mencapai 3.840 hektar, menjadi salah satu sentra produksi bandeng terbesar di Jawa Timur.
Dalam kunjungan tersebut, pemerintah menekankan peran perikanan dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Infrastruktur pendukung tambak akan terus dikembangkan agar produksi ikan mampu memenuhi kebutuhan nasional. Pemerintah menargetkan pembangunan 20 ribu hektar tambak pada tahun ini untuk mendukung program MBG secara optimal.
Optimalisasi Program Koperasi Desa Merah Putih
Selain fokus pada budidaya perikanan, percepatan pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) juga menjadi agenda utama. Target pemerintah adalah mendirikan 80 ribu KDMP secara nasional hingga Maret. Saat ini, tercatat sudah ada 30 ribu KDMP yang terealisasi di berbagai daerah.
Koperasi desa akan menjadi pusat penampungan hasil ekonomi rakyat. Program ini selaras dengan gerakan ekonomi rakyat yang digagas pemerintah. KDKMP akan bekerja sama dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mendukung distribusi pangan bergizi secara merata.
Penguatan koperasi desa diharapkan meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal. Selain menjadi sarana penjualan hasil produksi, koperasi juga membantu menstabilkan harga di pasar. Dengan demikian, ketahanan pangan berbasis lokal dapat terus diperkuat secara berkelanjutan.
Perkembangan Budidaya Bandeng di Pangkahwetan
Desa Pangkahwetan menjadi pusat perhatian dalam pengembangan budidaya bandeng. Produksi tahunan tercatat mencapai 20.000–25.000 ton untuk budidaya dan 15.000–20.000 ton untuk produksi tangkap. Mayoritas hasil produksi terserap oleh pasar lokal, menandakan tingginya permintaan domestik.
Kepala Desa Pangkahwetan menekankan bahwa antusiasme pasar lokal mendorong pengembangan tambak secara berkelanjutan. Permintaan luar daerah dan ekspor pun mulai meningkat, namun stok seringkali belum mencukupi. Hal ini mendorong inovasi dalam pengolahan bandeng agar dapat memenuhi berbagai kebutuhan konsumen.
Selain jumlah produksi, kualitas budidaya juga menjadi perhatian. Pemerintah desa bersama pemerintah pusat terus mengawasi penerapan teknik budidaya yang efisien dan ramah lingkungan. Hal ini bertujuan memastikan hasil panen tetap konsisten dan aman dikonsumsi.
Dukungan untuk Program Makan Bergizi Gratis
Bandeng produksi Kampung Bandeng juga akan dimanfaatkan dalam program MBG. Pemerintah dan pengelola tambak mencari formulasi pengolahan yang aman bagi anak-anak. Pengolahan bandeng menjadi bandeng presto atau otak-otak dipilih agar duri tidak membahayakan konsumen muda.
Penyediaan bandeng untuk MBG memastikan nutrisi yang dikonsumsi siswa tetap optimal. Program ini mendukung pencapaian tujuan ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kualitas gizi anak-anak. Dengan dukungan infrastruktur dan teknologi pengolahan, bandeng bisa diolah lebih aman dan praktis.
Pengolahan yang tepat juga membuka peluang usaha tambahan bagi masyarakat lokal. Produk olahan bandeng siap saji bisa dipasarkan lebih luas, termasuk ke wilayah yang belum terjangkau. Hal ini sekaligus meningkatkan nilai tambah ekonomi masyarakat desa.
Strategi Ketahanan Pangan Berbasis Lokal
Kunjungan Menko Pangan menjadi momentum memperkuat ketahanan pangan berbasis perikanan di Gresik. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat lokal menjadi kunci keberhasilan. Peningkatan produksi, kualitas, dan distribusi hasil perikanan mendukung stabilitas pasokan pangan di wilayah pesisir.
Selain itu, program koperasi desa berperan sebagai pengelola hasil produksi yang efisien. Dengan pengelolaan terpusat, harga bahan pokok bisa lebih stabil. Keberadaan koperasi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui pendayagunaan sumber daya desa.
Peningkatan ketahanan pangan tidak hanya soal jumlah produksi, tetapi juga akses dan distribusi. Kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah hingga masyarakat, memastikan setiap program berjalan efektif. Langkah-langkah ini sekaligus menyiapkan Gresik sebagai contoh penguatan ketahanan pangan berbasis komoditas lokal yang berkelanjutan.
Dengan strategi yang terintegrasi, Kampung Bandeng Pangkahwetan dan desa nelayan sekitarnya diharapkan menjadi model sukses pengelolaan perikanan.
Produksi ikan yang stabil, koperasi desa yang kuat, dan program MBG yang terlayani dengan baik mencerminkan ketahanan pangan yang nyata. Pemerintah terus memastikan bahwa pembangunan sektor perikanan dan koperasi berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.