Potensi Baru Tambang Perkuat Masa Depan Produksi Mineral Grasberg

Rabu, 28 Januari 2026 | 12:20:11 WIB
Potensi Baru Tambang Perkuat Masa Depan Produksi Mineral Grasberg

JAKARTA - Wilayah tambang Grasberg kembali disebut menyimpan potensi besar yang dapat menopang produksi mineral dalam jangka panjang. 

Selain Grasberg Block Cave (GBC) yang sudah lebih dulu dikenal, perhatian kini tertuju pada deposit bawah tanah bernama Kucing Liar yang dinilai memiliki cadangan tembaga dan emas dalam jumlah signifikan untuk masa depan operasional.

Freeport-McMoRan (FCX) membeberkan bahwa wilayah tambang Grasberg masih menyimpan potensi cadangan mineral yang cukup menjanjikan. Pasalnya, selain Grasberg Block Cave (GBC), Freeport juga mempunyai cadangan yang cukup besar dari wilayah Kucing Liar. 

Keberadaan deposit ini memperkuat prospek keberlanjutan produksi PT Freeport Indonesia (PTFI) di tengah transisi operasi tambang terbuka menuju tambang bawah tanah.

Pengembangan Jangka Panjang Sejak 2022

Sejak 2022, PT Freeport Indonesia telah melakukan kegiatan pengembangan tambang jangka panjang di deposit Kucing Liar di distrik mineral Grasberg. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam memastikan kesinambungan produksi sekaligus memaksimalkan pemanfaatan sumber daya yang masih tersimpan di area konsesi.

Pada 2025, perusahaan telah menyelesaikan studi untuk mengevaluasi potensi perluasan jejak deposit yang sebelumnya dirancang beroperasi dengan kapasitas 90.000 metrik ton bijih per hari. 

Studi tersebut menjadi landasan untuk melihat kemungkinan peningkatan kapasitas produksi secara bertahap dengan tetap mempertimbangkan aspek teknis dan keekonomian proyek.

"Studi tersebut mengidentifikasi peluang perluasan berbiaya rendah untuk meningkatkan kapasitas desain Kucing Liar menjadi 130.000 metrik ton bijih per hari dan meningkatkan cadangan Kucing Liar sekitar 20%," tulis manajemen dalam laporan terbaru.

Lonjakan Estimasi Cadangan Tembaga dan Emas

Hasil evaluasi tersebut juga berdampak pada pembaruan estimasi cadangan mineral. Pada 31 Desember 2025, estimasi awal cadangan Kucing Liar mendekati 8 miliar pon tembaga dan 8 juta ons emas hingga tahun 2041. Angka ini meningkat dari perkiraan sebelumnya sebesar 7 miliar pon tembaga dan 6 juta ons emas.

Kenaikan estimasi ini menunjukkan bahwa potensi Kucing Liar lebih besar dari yang diperkirakan sebelumnya. Tambahan cadangan tersebut memberi gambaran bahwa deposit ini dapat menjadi salah satu penopang utama produksi tembaga dan emas PTFI dalam dua dekade mendatang.

Dengan umur tambang yang diproyeksikan hingga 2041, Kucing Liar diposisikan sebagai sumber daya strategis yang mampu menjaga stabilitas pasokan mineral dari distrik Grasberg, yang selama ini menjadi tulang punggung produksi Freeport di Indonesia.

Produksi Tahunan Diproyeksikan Meningkat Signifikan

Pembaruan desain tambang juga berdampak pada proyeksi produksi saat operasi mencapai kapasitas penuh. Berdasarkan desain terbaru, produksi rata-rata Kucing Liar pada tingkat penuh akan mencapai sekitar 750 juta pon tembaga dan 735 ribu ons emas per tahun, meningkat lebih dari 35% dari perkiraan sebelumnya.

Peningkatan ini mencerminkan optimalisasi desain tambang bawah tanah yang memungkinkan pemanfaatan cadangan secara lebih efisien. 

Dengan volume produksi sebesar itu, kontribusi Kucing Liar terhadap total produksi PTFI di masa depan diperkirakan akan semakin dominan, terutama ketika sejumlah blok tambang lain memasuki fase produksi lanjutan.

Tambahan Investasi untuk Mendukung Ekspansi

Di sisi pendanaan, pengembangan Kucing Liar tetap memerlukan tambahan investasi agar ekspansi berjalan sesuai rencana. Berdasarkan kajian ekonomi perusahaan, pengembangan Kucing Liar membutuhkan tambahan investasi modal sekitar 10% atau US$ 0,5 miliar, termasuk dampaknya terhadap operasional Grasberg Block Cave, serta penyesuaian fasilitas pengolahan.

Tambahan investasi ini diperlukan untuk mendukung peningkatan kapasitas tambang sekaligus memastikan fasilitas pengolahan mampu menangani tambahan volume bijih. Integrasi dengan operasi lain di kawasan Grasberg juga menjadi faktor penting dalam menjaga efisiensi dan kelancaran produksi.

Hingga akhir 2025, PTFI telah menggelontorkan dana sekitar US$ 1,1 miliar untuk proyek Kucing Liar. Adapun, investasi diproyeksikan bertambah sekitar US$ 4 miliar hingga 2033, dengan rata-rata belanja modal sekitar US$ 0,5 miliar per tahun. 

Pola belanja bertahap ini menunjukkan bahwa pengembangan Kucing Liar dirancang sebagai proyek jangka panjang yang berjalan seiring dengan kesiapan infrastruktur dan tahapan produksi.

Dengan kombinasi peningkatan cadangan, proyeksi produksi yang lebih tinggi, serta dukungan investasi berkelanjutan, deposit Kucing Liar menjadi salah satu sumber tambang terbaru yang memperkuat masa depan produksi mineral di kawasan Grasberg.

Terkini