IHSG Bergejolak, Analis Mega Capital Sekuritas Rekomendasikan 5 Saham
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan volatilitas tinggi pada penutupan perdagangan. Ditandai oleh pergerakan harga yang relatif terbatas namun sarat tekanan pasar. IHSG ditutup menguat tipis sebesar 0,05% ke level 8.980,23, mencerminkan pasar yang berhati-hati di tengah aksi jual asing yang masih dominan.
Pergerakan indeks mendapat dukungan dari sejumlah saham unggulan, namun tekanan pada saham blue-chip besar turut membatasi penguatan IHSG. Menyikapi kondisi ini, PT Mega Capital Sekuritas mengeluarkan rekomendasi saham yang dinilai menarik untuk dicermati oleh investor dalam situasi pasar saat ini.
Pergerakan IHSG dan Sentimen Pasar
Perdagangan Selasa dipengaruhi oleh dinamika saham unggulan. Saham DSSA melesat 4,88%, GOTO naik signifikan 8,33%, dan TLKM menguat 2,34%, menjadi kontributor positif IHSG. Namun di sisi lain, tekanan berat datang dari saham ASII yang turun 8,36%, disusul pelemahan BBCA sebesar 1,96% serta BMRI turun 2,04% yang menjadi faktor pembatas laju penguatan indeks.
Investor asing masih tercatat sebagai penjual bersih besar, dengan net sell mencapai Rp1,65 triliun di pasar reguler dan sekitar Rp1,61 triliun di seluruh pasar. Tekanan ini menunjukkan bahwa pasar masih dipengaruhi ketidakpastian eksternal dan domestik, terutama terkait aksesibilitas pasar Indonesia bagi investor global.
Kinerja Sektoral yang Beragam
Dari sisi sektoral, lima dari 11 sektor berhasil ditutup menguat. Sektor teknologi menjadi sektor yang menunjukkan performa kuat dengan kenaikan sebesar 2,14%. Namun sektor industrial tercatat sebagai sektor yang mengalami pelemahan terdalam, sebesar 3,45%, mencerminkan adanya tekanan pada saham-saham industri.
Selain itu, sentimen negatif juga datang dari kebijakan terbaru MSCI yang akan membekukan sementara perubahan indeks, termasuk pada Review Februari 2026. Kebijakan ini mencakup pembekuan seluruh kenaikan Foreign Inclusion Factors (FIF) dan Number of Shares (NOS), penundaan penambahan saham Indonesia baru dalam MSCI Investable Market Indexes (IMI), serta penghentian sementara kenaikan klasifikasi ukuran saham antar segmen.
MSCI menyatakan kebijakan tersebut diambil untuk menekan turnover indeks dan risiko investability, sembari memberikan ruang bagi otoritas pasar untuk memperbaiki aspek transparansi. Namun, apabila hingga Mei 2026 tidak ada kemajuan signifikan terkait transparansi pasar, MSCI berpotensi melakukan evaluasi ulang terhadap aksesibilitas pasar Indonesia yang dapat menekan bobot Indonesia dari kategori Emerging Market menjadi Frontier Market.
Potensi Koreksi IHSG
Sejalan dengan aksi jual asing yang masih berlangsung dalam beberapa hari terakhir, IHSG disebut masih berpeluang mengalami koreksi lanjutan. Area support terdekat diperkirakan berada di kisaran 8.715–8.750, yang perlu menjadi fokus investor untuk mengantisipasi pergerakan lanjutan.
Dalam kondisi volatil seperti saat ini, pemilihan saham yang memiliki fundamental kuat atau peluang technical rebound menjadi penting sebagai bagian dari strategi investasi jangka pendek maupun menengah.
Rekomendasi Saham Mega Capital Sekuritas
Mega Capital Sekuritas merilis sejumlah rekomendasi saham yang dinilai menarik untuk diperhatikan di tengah kondisi pasar yang bergejolak. Berikut adalah saham-saham dengan rekomendasi Buy beserta level target harga (TP) dan stop loss (SL) yang disarankan:
ENRG
Entry: 1.655–1.670
Target Price: 1.695–1.760
Stop Loss: 1.545
BUMI
Entry: 338–344
Target Price: 350–360
Stop Loss: 320
INET
Entry: 442–448
Target Price: 458–472
Stop Loss: 414
GOTO
Entry: 62–64
Target Price: 68–70
Stop Loss: 59
HRTA
Entry: 2.380–2.410
Target Price: 2.460–2.530
Stop Loss: 2.230
Rekomendasi ini mempertimbangkan kondisi teknikal masing-masing saham serta potensi rebound meskipun pasar secara umum masih menghadapi tekanan dari aksi jual investor asing dan sentimen eksternal.
Strategi Investor di Tengah Volatilitas
Para analis menilai, menghadapi volatilitas pasar yang tinggi seperti saat ini, investor sebaiknya tetap waspada dan disiplin dalam manajemen risiko. Penggunaan level stop loss sesuai rekomendasi analis bisa membantu membatasi potensi kerugian, sementara memilih saham dengan fundamental kuat dapat memberikan peluang rebound saat sentimen pasar membaik.
Investor juga dianjurkan untuk memperhatikan perkembangan kebijakan MSCI dan respons pelaku pasar global, karena hal tersebut dapat mempengaruhi arus modal dan persepsi risiko terhadap pasar saham Indonesia.
Dengan pendekatan selektif dan strategi investasi yang matang, investor dapat memanfaatkan peluang meskipun pasar tengah menunjukkan gejolak.
Ingin ringkasan lebih lanjut atau rekomendasi saham lainnya? Saya bisa bantu!