Update Harga Minyak Global Turun Akibat Perubahan Dinamika Pasokan Internasional

Selasa, 27 Januari 2026 | 10:11:31 WIB
Update Harga Minyak Global Turun Akibat Perubahan Dinamika Pasokan Internasional

JAKARTA - Pergerakan harga minyak dunia kembali mencuri perhatian pasar global pada awal perdagangan pekan ini. 

Tekanan harga muncul meski gangguan cuaca ekstrem terjadi di salah satu negara produsen utama. Kondisi ini mencerminkan kompleksitas faktor yang memengaruhi pasar energi internasional.

Harga minyak dunia tercatat melemah pada perdagangan Selasa pagi. Penurunan terjadi meskipun badai musim dingin melanda Amerika Serikat dan mengganggu aktivitas produksi minyak mentah. Situasi tersebut menunjukkan bahwa sentimen pasar tidak hanya dipengaruhi oleh gangguan pasokan jangka pendek.

Pasar minyak global saat ini berada dalam fase penyesuaian. Pelaku pasar mencermati kombinasi faktor cuaca, geopolitik, dan kebijakan produksi. Dinamika ini membuat pergerakan harga cenderung fluktuatif.

Pergerakan Harga Brent dan WTI

Kontrak berjangka minyak Brent mengalami penurunan pada awal perdagangan. Harga Brent tercatat melemah 28 sen atau sekitar 0,4 persen. Level harga berada di kisaran US$65,31 per barel.

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate juga mencatatkan pelemahan. Harga WTI turun 24 sen atau sekitar 0,4 persen. Level harga berada di posisi US$60,39 per barel.

Penurunan harga kedua acuan utama ini menunjukkan tekanan yang merata. Pasar global merespons perkembangan terbaru dengan sikap hati-hati. Investor cenderung menunggu kepastian arah pasokan dan permintaan.

Dampak Badai Musim Dingin di Amerika Serikat

Badai musim dingin besar melanda sejumlah wilayah di Amerika Serikat. Kondisi cuaca ekstrem ini mengganggu produksi minyak mentah nasional. Infrastruktur energi dan jaringan listrik turut terdampak.

Analis dan pedagang memperkirakan produsen minyak kehilangan hingga dua juta barel per hari. Angka tersebut setara dengan sekitar 15 persen dari total produksi nasional. Gangguan ini terutama terjadi selama akhir pekan.

Selain produksi hulu, sektor pengolahan juga menghadapi tantangan. Sejumlah kilang di sepanjang Pantai Teluk melaporkan gangguan operasional. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran terhadap pasokan bahan bakar.

Kekhawatiran Pasokan dan Pernyataan Analis

Gangguan cuaca ekstrem meningkatkan perhatian terhadap stabilitas pasokan energi. Analis menilai risiko gangguan pasokan belum sepenuhnya hilang. Ketidakpastian ini menjadi salah satu faktor yang dipantau pasar.

Daniel Hynes menilai kondisi cuaca telah membebani sistem energi. Ia menyebut gangguan kilang dapat berdampak pada ketersediaan bahan bakar. Situasi ini berpotensi menimbulkan tekanan lanjutan pada rantai pasok.

“Risiko pasokan belum sepenuhnya hilang. Ketegangan di Timur Tengah masih berlanjut setelah Presiden Trump mengirimkan aset angkatan laut ke kawasan tersebut,” ujar Hynes. Pernyataan ini menegaskan bahwa faktor geopolitik masih menjadi perhatian utama.

Dinamika Geopolitik Timur Tengah

Selain faktor cuaca, situasi geopolitik turut memengaruhi pasar minyak. Sebuah kapal induk Amerika Serikat beserta kapal perang pendukung dilaporkan telah tiba di Timur Tengah. Kehadiran ini memperluas kemampuan militer di kawasan tersebut.

Langkah tersebut dinilai meningkatkan kesiapan untuk melindungi pasukan Amerika Serikat. Selain itu, tindakan ini membuka kemungkinan respons terhadap potensi ancaman regional. Ketegangan dengan Iran menjadi salah satu isu yang terus dipantau.

Pasar minyak sensitif terhadap perkembangan geopolitik di Timur Tengah. Kawasan ini merupakan salah satu pusat produksi dan distribusi energi dunia. Setiap eskalasi berpotensi memicu perubahan harga secara cepat.

Sikap OPEC+ dan Prospek Produksi

Di sisi lain, perhatian pasar juga tertuju pada kebijakan produksi OPEC+. Delapan negara anggota dan mitranya diperkirakan mempertahankan keputusan menunda peningkatan produksi. Kebijakan ini direncanakan berlaku hingga Maret.

Keputusan tersebut diperkirakan akan dibahas dalam pertemuan mendatang. Sejumlah delegasi menyebut belum ada sinyal perubahan kebijakan. Sikap ini menunjukkan kehati-hatian dalam menyeimbangkan pasar.

Delapan negara yang terlibat dalam pembahasan meliputi Arab Saudi dan Rusia. Selain itu, Uni Emirat Arab, Kazakhstan, Kuwait, Irak, Aljazair, dan Oman juga terlibat. Harga minyak sebelumnya sempat menguat seiring penurunan produksi Kazakhstan.

Respons Pasar dan Arah Selanjutnya

Kombinasi faktor cuaca, geopolitik, dan kebijakan produksi membentuk sentimen pasar saat ini. Pelaku pasar mencermati setiap perkembangan dengan seksama. Pergerakan harga mencerminkan keseimbangan antara risiko dan ekspektasi.

Meski terjadi gangguan produksi, harga minyak belum menunjukkan lonjakan signifikan. Hal ini mengindikasikan adanya faktor penahan dari sisi permintaan atau cadangan. Pasar global tampak masih memiliki ruang penyesuaian.

Ke depan, arah harga minyak akan sangat bergantung pada stabilitas pasokan. Keputusan OPEC+ serta perkembangan geopolitik menjadi kunci utama. Pasar diperkirakan tetap bergerak dinamis dalam waktu dekat.

Terkini