Update Harga CPO Sawit Mengalami Kenaikan dan Memperkuat Optimisme Pasar Komoditas Nasional

Selasa, 27 Januari 2026 | 10:11:26 WIB
Update Harga CPO Sawit Mengalami Kenaikan dan Memperkuat Optimisme Pasar Komoditas Nasional

JAKARTA - Pergerakan harga minyak sawit mentah kembali menarik perhatian pelaku pasar komoditas. 

Tren penguatan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir menunjukkan adanya dorongan sentimen positif dari sisi permintaan dan pasokan. Kondisi ini menempatkan CPO sebagai salah satu komoditas yang mencatat kinerja stabil di tengah dinamika pasar global.

Harga CPO tercatat mengalami penguatan beruntun selama dua sesi perdagangan. Kenaikan tersebut menandai perbaikan harga setelah sempat bergerak terbatas dalam beberapa waktu sebelumnya. Posisi ini juga membawa harga CPO ke level tertinggi dalam hampir tiga bulan terakhir.

Penguatan harga tersebut mencerminkan respons pasar terhadap berbagai faktor fundamental. Kombinasi antara ekspektasi permintaan dan penurunan produksi memberikan ruang bagi harga untuk bergerak naik. Situasi ini menciptakan optimisme baru di kalangan pelaku industri sawit.

Tren Penguatan Harga Berkelanjutan

Pada perdagangan terakhir, harga CPO di Bursa Malaysia Derivatives Exchange untuk kontrak pengiriman April ditutup di level MYR 4.247 per ton. Posisi tersebut mencerminkan kenaikan sebesar 0,54 persen dibandingkan penutupan sebelumnya. Level ini menjadi yang tertinggi sejak akhir Oktober atau hampir tiga bulan terakhir.

Kenaikan ini menegaskan bahwa harga CPO telah mencatatkan penguatan selama dua hari berturut-turut. Dalam periode tersebut, akumulasi kenaikan harga mencapai 1,75 persen. Tren ini memberikan sinyal adanya penguatan minat beli di pasar.

Pergerakan harga yang konsisten tersebut turut memperkuat sentimen positif. Pelaku pasar menilai kenaikan ini bukan sekadar koreksi teknis sesaat. Sebaliknya, terdapat indikasi bahwa faktor fundamental mulai memainkan peran lebih besar.

Dorongan Permintaan dan Dinamika Pasar

Ekspektasi peningkatan permintaan menjadi salah satu pendorong utama kenaikan harga CPO. Aktivitas ekspor produk minyak sawit Malaysia dilaporkan mengalami pertumbuhan signifikan dibandingkan periode sebelumnya. Kenaikan tersebut mencerminkan membaiknya serapan pasar internasional.

Permintaan juga terdorong oleh meningkatnya kebutuhan konsumsi menjelang periode musiman. Momen keagamaan dan perayaan budaya mendorong konsumsi minyak sawit untuk kebutuhan pangan. Kondisi ini memberikan tekanan positif pada harga di pasar global.

Di sisi lain, faktor produksi turut memengaruhi pergerakan harga. Produksi CPO pada Januari diperkirakan mengalami penurunan secara bulanan. Faktor musiman menjadi penyebab utama turunnya pasokan dalam periode tersebut.

Perkembangan Ekspor Regional

Selain faktor global, perkembangan ekspor dari kawasan Asia turut menjadi perhatian. Ekspor minyak sawit Indonesia ke India diperkirakan meningkat secara tahunan. Volume pengiriman diproyeksikan melampaui capaian tahun sebelumnya.

Peningkatan ekspor ini mencerminkan hubungan dagang yang semakin kuat. India tetap menjadi salah satu pasar utama bagi produk minyak sawit. Permintaan yang stabil dari negara tersebut memberikan dukungan tambahan bagi harga CPO.

Kondisi ini juga berdampak pada persepsi pasar terhadap prospek jangka menengah. Arus ekspor yang solid membantu menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan. Dengan demikian, volatilitas harga dapat ditekan dalam batas yang lebih terkendali.

Gambaran Analisis Teknikal

Dari sisi teknikal, pergerakan harga CPO masih berada dalam zona yang relatif positif. Indikator Relative Strength Index 14 hari berada di level 59. Posisi di atas angka 50 menunjukkan kecenderungan bullish masih terjaga.

Namun demikian, indikator Stochastic RSI 14 hari tercatat berada di level 89. Kondisi ini mengindikasikan bahwa harga telah memasuki area jenuh beli. Situasi tersebut meningkatkan potensi terjadinya koreksi jangka pendek.

Dengan kondisi teknikal tersebut, pergerakan harga perlu dicermati secara hati-hati. Meskipun tren masih positif, ruang kenaikan lanjutan menjadi lebih terbatas. Pelaku pasar diharapkan lebih selektif dalam mengambil posisi.

Proyeksi Pergerakan Harga Harian

Untuk perdagangan selanjutnya, harga CPO diperkirakan menghadapi risiko penurunan terbatas. Target support terdekat berada di level MYR 4.139 per ton yang bertepatan dengan Moving Average lima hari. Level ini menjadi area penting untuk menguji kekuatan tren.

Apabila support tersebut ditembus, harga berpotensi bergerak turun ke kisaran MYR 4.094 hingga MYR 4.051 per ton. Rentang ini dipandang sebagai area penyangga berikutnya dalam jangka pendek. Tekanan jual dapat meningkat apabila sentimen pasar melemah.

Sebaliknya, apabila harga kembali menguat, level MYR 4.187 per ton akan menjadi titik acuan penting. Dari area tersebut, harga berpeluang menguji resisten di kisaran MYR 4.194 hingga MYR 4.236 per ton. Target paling optimistis berada di level MYR 4.290 per ton.

Terkini