TNI

TNI Disiapkan Bertugas di Gaza, Indonesia Jadi Wakil Komandan ISF

TNI Disiapkan Bertugas di Gaza, Indonesia Jadi Wakil Komandan ISF
TNI Disiapkan Bertugas di Gaza, Indonesia Jadi Wakil Komandan ISF

JAKARTA - Komitmen Indonesia dalam mendukung perdamaian Palestina memasuki babak baru melalui rencana pengiriman pasukan ke Gaza. 

Pemerintah menegaskan kesiapan untuk berkontribusi dalam misi stabilisasi internasional. Langkah ini diproyeksikan berlangsung dalam waktu dekat sebagai bagian dari peran aktif Indonesia di panggung global.

Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa Indonesia akan mengirimkan pasukan TNI ke Gaza, Palestina, dalam kurun satu hingga dua bulan mendatang. Sebanyak 8.000 personel TNI direncanakan bertugas di wilayah tersebut. Penugasan itu menjadi bagian dari Pasukan Stabilisasi Internasional atau ISF.

ISF terdiri atas gabungan negara-negara anggota Dewan Perdamaian Gaza. Keterlibatan Indonesia dipandang sebagai kontribusi signifikan dalam menjaga stabilitas pascakonflik. Pemerintah menilai momentum gencatan senjata perlu diperkuat dengan kehadiran pasukan penjaga perdamaian.

"Mungkin tidak lama, 1–2 bulan lagi," kata Presiden Prabowo menjawab pertanyaan wartawan usai KTT BoP Gaza perdana di Washington DC, Amerika Serikat, waktu setempat. 

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa persiapan tengah dimatangkan. Pemerintah memastikan seluruh aspek teknis dipertimbangkan secara cermat.

Rencana Tim Advance dan Penunjukan Wakil Komandan

Prabowo juga mengungkapkan kemungkinan pengiriman Tim Advance ke Gaza. Tim ini akan diberangkatkan dengan jumlah personel terbatas. Tugasnya antara lain melakukan pemetaan wilayah serta mengkaji potensi risiko sebelum pasukan TNI menjalankan misi bersama ISF.

Ia menyampaikan bahwa Indonesia dipercaya sebagai Wakil Komandan ISF. Kepercayaan tersebut menjadi bentuk pengakuan atas peran Indonesia di forum internasional. Pemerintah pun menyiapkan langkah untuk memenuhi tanggung jawab tersebut.

"Mereka minta kita jadi deputy commander," ujar Prabowo. Penunjukan itu menandakan posisi strategis Indonesia dalam struktur komando. Keterlibatan ini juga memperkuat posisi diplomasi Indonesia di kawasan Timur Tengah.

Prabowo menegaskan Indonesia akan menunjuk perwira terbaik untuk mewakili Indonesia sebagai Wakil Komandan ISF. Proses seleksi dilakukan dengan mempertimbangkan profesionalisme dan pengalaman. "Ya dipilih, ya kita cari yang bagus," kata Prabowo.

Penegasan Komitmen di Forum Internasional

Dalam KTT Board of Peace perdana yang digelar di Donald J Trump Institute of Peace, Washington DC, Prabowo kembali menegaskan kesiapan Indonesia. Ia menyampaikan komitmen tersebut di hadapan para pemimpin dan perwakilan negara anggota. Forum tersebut membahas pemulihan dan pembangunan kembali Jalur Gaza.

"Gencatan senjata (di Gaza) merupakan capaian yang riil terjadi. Kami memuji capaian ini dan untuk itu kami menegaskan kembali komitmen untuk berkontribusi mengirimkan prajurit kami dalam jumlah yang signifikan sebanyak 8.000, bahkan bisa lebih jika dibutuhkan," kata Presiden Prabowo saat berbicara dalam KTT Board of Peace. Pernyataan itu menegaskan dukungan Indonesia terhadap stabilitas kawasan.

KTT tersebut dipimpin oleh Presiden Amerika Serikat dan berlangsung sekitar tiga jam. Seluruh perwakilan negara anggota serta tokoh inti BoP memaparkan pandangan dan rencana masing-masing. Agenda utama difokuskan pada upaya pemulihan pascaperang di Gaza.

Proyeksi Kekuatan ISF dan Negara Partisipan

Sementara itu, Komandan ISF Mayor Jenderal Jasper Jeffers dari Angkatan Bersenjata AS memaparkan proyeksi kekuatan pasukan. Ia menyatakan akan ada 20.000 tentara dan 12.000 polisi yang bertugas bersama ISF. Jumlah tersebut dirancang untuk memulihkan situasi keamanan secara bertahap.

Mayjen Jeffers menyebut Rafah di wilayah selatan Gaza sebagai tujuan pertama ISF. Wilayah tersebut berbatasan langsung dengan Mesir dan dinilai strategis. Penempatan awal ini menjadi bagian dari strategi stabilisasi kawasan.

Selain Indonesia, sejumlah negara lain juga berpartisipasi dalam misi ini. Kazakhstan, Albania, Maroko, dan Kosovo akan mengerahkan tentaranya untuk bertugas bersama ISF. Kehadiran berbagai negara mencerminkan dukungan internasional terhadap pemulihan Gaza.

Sementara itu, Mesir dan Maroko juga akan mengerahkan polisi untuk memberi pelatihan kepada aparat keamanan di Gaza. Pelatihan tersebut bertujuan memperkuat kapasitas lokal dalam menjaga keamanan. Sinergi antara militer dan kepolisian menjadi bagian penting dari strategi pemulihan.

Peran Indonesia dalam Upaya Perdamaian Global

Keikutsertaan Indonesia dalam ISF menegaskan konsistensi politik luar negeri yang bebas dan aktif. Pemerintah memandang stabilitas Gaza sebagai bagian dari tanggung jawab bersama komunitas internasional. Dengan mengirimkan 8.000 prajurit, Indonesia menunjukkan kontribusi nyata bagi perdamaian dunia.

Rencana ini juga memperlihatkan kesiapan TNI menjalankan misi internasional dengan standar profesional tinggi. Pengiriman pasukan dilakukan setelah mempertimbangkan kesiapan personel dan koordinasi lintas lembaga. Pemerintah memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai prinsip hukum internasional.

Melalui langkah ini, Indonesia menegaskan dukungannya terhadap terciptanya perdamaian berkelanjutan di Palestina. Komitmen tersebut diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan dan rekonstruksi Gaza. Peran aktif Indonesia menjadi simbol solidaritas dan kontribusi konkret bagi stabilitas global.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index