ICDX

ICDX Kini Resmi Menjadi Bursa Pasar Uang dan Valas Berdasarkan Izin BI

ICDX Kini Resmi Menjadi Bursa Pasar Uang dan Valas Berdasarkan Izin BI
ICDX Kini Resmi Menjadi Bursa Pasar Uang dan Valas Berdasarkan Izin BI

JAKARTA - Bank Indonesia secara resmi memberikan penetapan izin usaha kepada Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) dan Indonesia Clearing House (ICH). 

ICDX ditunjuk sebagai penyelenggara Bursa Derivatif Pasar Uang dan Valuta Asing (PUVA), sementara ICH berperan sebagai Lembaga Kliring dan Penjaminan Derivatif PUVA. Penetapan ini menjadikan ICDX dan ICH sebagai pelaku industri derivatif PUVA pertama di Indonesia yang mendapat izin resmi dari Bank Indonesia.

Direktur ICDX Nursalam mengatakan, penetapan izin dari Bank Indonesia menandai awal pengembangan pasar derivatif PUVA yang modern dan berstandar internasional. Hal ini sejalan dengan upaya Bank Indonesia mendorong sistem keuangan lebih maju dan terintegrasi. 

Dengan izin ini, ICDX siap berkontribusi untuk memperkuat pasar uang dan valuta asing di Indonesia.

Selain itu, Nursalam menekankan bahwa izin usaha juga merupakan mandat untuk menyiapkan tata kelola industri derivatif PUVA menuju standar internasional. Penyelenggara bursa dan lembaga kliring harus memiliki kompetensi, ketahanan siber, serta operasional yang efisien dan transparan. 

“ICDX siap berfokus pada pengembangan operasional, integritas pasar, perlindungan nasabah, dan teknologi untuk efisiensi transaksi,” ujarnya.

Langkah Strategis Pengembangan Produk Derivatif

ICDX telah menyiapkan lima langkah strategis untuk mengembangkan derivatif PUVA. Pertama, dari sisi produk, perusahaan akan melakukan sinergi atas produk-produk yang tertuang dalam peraturan Bank Indonesia, termasuk variasi kontrak hingga ukuran mikro. 

Kedua, dari sisi pricing, ICDX menghadirkan basis harga yang efisien dan kredibel, mengacu pada mekanisme pasar yang terpercaya.

Ketiga, dari sisi partisipan, ICDX berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat perdagangan derivatif PUVA. Keempat, dari sisi infrastruktur, perusahaan mengadopsi teknologi terbaik untuk mendukung perdagangan yang aman, transparan, dan efisien. 

Kelima, dari sisi perlindungan konsumen, ICDX menyiapkan sistem pengaduan efektif dan program literasi untuk meningkatkan keberdayaan konsumen.

Menurut Nursalam, kelima langkah tersebut penting untuk membangun kepercayaan pasar. Selain itu, penerapan strategi ini juga mendorong pertumbuhan likuiditas dan kompetensi peserta pasar. Upaya ini menjadi fondasi pengembangan derivatif PUVA berkelanjutan dan sesuai standar global.

Komitmen Indonesia Clearing House (ICH)

Direktur ICH, Yugieandy Tirta Saputra, mengatakan pemberian izin usaha merupakan kepercayaan besar dari Bank Indonesia. ICH memiliki pengalaman panjang sebagai lembaga kliring penjaminan dan penyelesaian transaksi di industri perdagangan berjangka komoditi. 

Dengan izin ini, ICH akan menjalankan langkah strategis mendukung pengembangan derivatif PUVA nasional.

Yugieandy menegaskan bahwa ICH fokus pada keamanan, transparansi, dan efisiensi dalam penyelesaian transaksi derivatif PUVA. Perusahaan juga menerapkan manajemen risiko komprehensif untuk menyesuaikan dinamika pasar sekaligus menyediakan sarana mitigasi risiko. 

Komitmen ini sejalan dengan visi Bank Indonesia dalam pengembangan pasar derivatif PUVA yang berstandar internasional.

Selain itu, ICH akan meningkatkan koordinasi dengan ICDX dan peserta pasar. Kolaborasi ini diharapkan memperkuat ekosistem derivatif PUVA secara nasional. Dengan manajemen risiko yang matang, ICH siap menjadi infrastruktur kliring andal di Indonesia.

Dukungan Bank Indonesia dan Blueprint BPPU 2030

Bank Indonesia menekankan pentingnya pengembangan Derivatif PUVA sesuai Blueprint Pengembangan Pasar Uang (BPPU) 2030. 

Fokusnya meliputi pengembangan produk variatif dan likuid, kebijakan pricing efisien dan kredibel, serta partisipan yang kompeten dan aktif. Infrastruktur perdagangan juga harus memenuhi prinsip 3I: Interkoneksi, Interoperabilitas, dan Integrasi, berstandar internasional.

Blueprint BPPU 2030 bertujuan menjadikan pasar derivatif PUVA lebih transparan dan efisien. Dengan izin usaha resmi, ICDX dan ICH memiliki landasan kuat untuk beroperasi sesuai standar global. Hal ini juga menjadi langkah penting meningkatkan kepercayaan investor dan stabilitas pasar.

Selain itu, dukungan Bank Indonesia membuka peluang inovasi produk derivatif yang lebih luas. Inovasi ini diharapkan mendorong likuiditas dan memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan valas dan pasar uang internasional. Sinergi dengan peserta pasar menjadi kunci sukses implementasi blueprint tersebut.

Manfaat dan Kontribusi Pasar Derivatif PUVA

Pengembangan derivatif PUVA memberikan manfaat signifikan bagi perekonomian nasional. Produk derivatif mendukung manajemen risiko peserta pasar serta efisiensi alokasi modal. Hal ini juga memperkuat mekanisme harga yang lebih kredibel dan transparan.

Selain itu, keberadaan ICDX dan ICH mendorong peningkatan kapasitas partisipan. Perusahaan dapat mengakses teknologi dan prosedur internasional untuk mendukung perdagangan yang aman dan efisien. Langkah ini diharapkan memperluas cakupan pasar derivatif dan meningkatkan kompetensi peserta.

Kontribusi lain dari pengembangan derivatif PUVA adalah peningkatan integritas pasar keuangan nasional. Dengan pengawasan dan tata kelola yang baik, risiko pasar dapat diminimalkan. Hal ini sekaligus menciptakan pasar uang dan valuta asing yang modern, maju, dan berstandar internasional sesuai arahan Bank Indonesia.

Prospek dan Implementasi Jangka Panjang

Ke depan, ICDX dan ICH akan terus berfokus pada inovasi dan pengembangan kapasitas pasar derivatif PUVA. Penetapan izin usaha dari Bank Indonesia menjadi fondasi untuk ekspansi produk dan peningkatan kualitas layanan. Sinergi antara bursa, lembaga kliring, dan regulator diharapkan menghasilkan pasar yang aman, likuid, dan transparan.

Implementasi jangka panjang mencakup pengembangan teknologi perdagangan, sistem manajemen risiko, serta edukasi partisipan. Tujuannya memastikan pasar derivatif PUVA dapat beroperasi dengan standar internasional. Dengan langkah ini, Indonesia diharapkan memiliki ekosistem derivatif yang kompetitif dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Pengembangan derivatif PUVA juga mendorong transparansi harga dan likuiditas. Hal ini penting untuk pengelolaan risiko peserta pasar serta efisiensi transaksi. Dengan dukungan regulasi dan tata kelola yang kuat, pasar derivatif PUVA di Indonesia diproyeksikan menjadi model pasar modern di kawasan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index