JAKARTA - Harga minyak mentah dunia tercatat mengalami penurunan tipis pada perdagangan hari ini di tengah kewaspadaan pelaku pasar terhadap situasi keamanan di kawasan Selat Hormuz.
Pergerakan harga komoditas energi tersebut dipengaruhi oleh kekhawatiran para investor mengenai potensi gangguan jalur distribusi logistik utama dunia yang berada di wilayah Timur Tengah tersebut.
Meskipun terjadi pelemahan secara moderat namun fluktuasi harga tetap terjaga dalam rentang yang cukup sempit karena pasar masih menimbang berbagai faktor fundamental ekonomi global yang berkembang.
Ketegangan geopolitik yang terjadi di jalur pelayaran strategis itu menjadi fokus utama bagi para spekulan karena Selat Hormuz merupakan urat nadi bagi pasokan minyak mentah dunia setiap harinya.
Sentimen Geopolitik Mempengaruhi Pergerakan Harga Minyak Dunia
Para analis pasar modal menyebutkan bahwa setiap perkembangan informasi mengenai keamanan navigasi di wilayah perbatasan Iran tersebut akan langsung memberikan dampak psikologis terhadap pergerakan harga minyak.
Risiko gangguan pasokan tetap menjadi bayang-bayang yang menghantui meskipun saat ini ketersediaan stok cadangan energi di beberapa negara konsumen utama masih berada pada level yang aman.
Kondisi ini memaksa para pelaku pasar untuk tetap berhati-hati dalam mengambil posisi besar sambil menunggu kepastian situasi lapangan yang lebih stabil serta laporan resmi dari otoritas terkait.
Dinamika Suplai Dan Permintaan Global Di Pasar Energi
Selain isu keamanan di Timur Tengah pelemahan harga minyak juga dipicu oleh data pertumbuhan ekonomi di beberapa negara besar yang menunjukkan indikasi perlambatan aktivitas manufaktur secara global.
Penurunan aktivitas industri di kawasan tertentu menyebabkan proyeksi permintaan terhadap bahan bakar minyak menjadi sedikit berkurang dibandingkan dengan estimasi yang telah dikeluarkan oleh lembaga energi internasional sebelumnya.
Di sisi lain organisasi negara-negara pengekspor minyak terus berusaha menjaga keseimbangan pasar dengan mengatur volume produksi agar harga tidak jatuh terlalu dalam akibat kelebihan pasokan di pasar internasional.
Pengaruh Nilai Tukar Dollar Terhadap Komoditas Minyak
Penguatan nilai tukar mata uang dollar Amerika Serikat terhadap beberapa mata uang utama dunia lainnya turut memberikan tekanan tambahan bagi harga minyak mentah pada perdagangan Selasa 10 Februari 2026.
Sebagaimana diketahui bahwa harga minyak yang dipatok dalam mata uang dollar akan menjadi lebih mahal bagi para pembeli yang menggunakan mata uang lain sehingga menurunkan minat pembelian.
Korelasi negatif antara nilai tukar mata uang dengan harga komoditas ini seringkali menjadi penentu arah pergerakan pasar harian di tengah minimnya sentimen positif dari sisi fundamental produksi energi dunia.
Pantauan Terhadap Jalur Distribusi Logistik Selat Hormuz
Keamanan Selat Hormuz menjadi sangat krusial karena hampir seperlima dari total konsumsi minyak dunia melewati jalur sempit tersebut setiap harinya menggunakan kapal-kapal tangker berukuran sangat besar.
Gangguan kecil saja pada wilayah tersebut dapat memicu lonjakan harga yang sangat drastis karena pasar akan langsung mengasumsikan terjadinya krisis energi yang meluas ke berbagai belahan dunia internasional.
Oleh karena itu pemantauan terhadap aktivitas militer maupun patroli keamanan di sekitar perairan tersebut menjadi agenda rutin bagi para manajer investasi yang bergerak di sektor komoditas energi global.
Proyeksi Harga Minyak Dalam Jangka Pendek Mendatang
Para ahli memprediksi bahwa harga minyak masih akan bergerak sangat fluktuatif selama ketidakpastian politik di kawasan penghasil minyak utama dunia tersebut belum menemukan titik terang yang permanen.
Masyarakat dan pelaku industri diharapkan terus memantau perkembangan berita terbaru agar dapat melakukan langkah antisipasi terhadap potensi kenaikan harga bahan bakar di tingkat ritel domestik nantinya.
Secara keseluruhan pasar energi masih berada dalam fase menunggu dan melihat atau wait and see sambil mencermati data ekonomi terbaru serta laporan mingguan mengenai cadangan minyak dunia.