wisata

Desa Wisata Prai Ijing Sumba Raih Penghargaan Bergengsi Sebagai Destinasi Wisata Berkelanjutan

Desa Wisata Prai Ijing Sumba Raih Penghargaan Bergengsi Sebagai Destinasi Wisata Berkelanjutan
Desa Wisata Prai Ijing Sumba Raih Penghargaan Bergengsi Sebagai Destinasi Wisata Berkelanjutan

JAKARTA - Desa Wisata Kampung Prai Ijing di Nusa Tenggara Timur sukses menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional.

Destinasi yang terletak di Kabupaten Sumba Barat ini berhasil meraih penghargaan sebagai kawasan wisata berkelanjutan karena komitmennya menjaga alam. Pengakuan ini diberikan atas upaya masyarakat setempat dalam melestarikan adat istiadat di tengah arus modernisasi pariwisata yang sangat pesat saat ini. 

Keberhasilan tersebut membuktikan bahwa sinergi antara tradisi dan pengelolaan lingkungan dapat menciptakan daya tarik wisata yang sangat luar biasa.

Penghargaan ini menjadi bukti nyata bahwa Kampung Prai Ijing mampu mengelola potensi daerahnya dengan sangat baik dan tetap ramah lingkungan. Para juri memberikan nilai tinggi pada aspek keberlanjutan sosial budaya yang tetap menjadi fondasi utama kehidupan masyarakat di desa tersebut.

 Kini desa tersebut menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia dalam mengembangkan sektor pariwisata yang berbasis pada kearifan lokal.

Keunikan Arsitektur Rumah Tradisional Uma Bakulu Menjadi Daya Tarik Wisatawan

Salah satu faktor utama kemenangan desa ini adalah keberadaan rumah adat Uma Bakulu yang memiliki struktur bangunan yang sangat khas. Rumah-rumah dengan menara tinggi menjulang ini tersusun rapi di atas perbukitan dan menjadi simbol kemegahan budaya masyarakat suku Sumba. Wisatawan yang datang pada Senin 2 Februari 2026 ini akan merasakan atmosfer zaman dahulu yang masih sangat kental terasa.

Struktur bangunan yang menggunakan material alam menunjukkan betapa leluhur mereka sangat menghargai keseimbangan ekosistem hutan yang ada di sekitarnya. Pelestarian arsitektur ini bukan hanya soal keindahan visual semata, namun juga menjaga nilai-nilai filosofis yang terkandung di dalam setiap bagian rumah. 

Hal inilah yang membuat pengalaman berkunjung ke Prai Ijing terasa sangat autentik bagi para pelancong dari berbagai mancanegara.

Penerapan Konsep Pariwisata Ramah Lingkungan Oleh Masyarakat Lokal Kampung Prai Ijing

Masyarakat desa sangat disiplin dalam menerapkan aturan mengenai kebersihan lingkungan dan pembatasan penggunaan bahan plastik di kawasan pemukiman mereka. Kesadaran kolektif ini muncul karena mereka memahami bahwa kelestarian alam adalah modal utama bagi keberlangsungan hidup generasi mendatang di Sumba. Program pengolahan limbah mandiri juga telah dijalankan secara konsisten untuk menjaga keasrian tanah adat dari pencemaran lingkungan yang berbahaya.

Selain itu, penggunaan sumber daya air juga diatur dengan sangat bijak agar kebutuhan warga dan fasilitas wisata tetap terpenuhi seimbang. Pendekatan manajemen berbasis masyarakat ini memastikan bahwa keuntungan dari sektor pariwisata dapat dirasakan secara merata oleh seluruh penduduk desa setempat. Keramahan warga dalam menyambut setiap tamu yang datang juga menjadi nilai tambah yang membuat pengunjung merasa betah berlama-lama.

Pelestarian Ritual Adat Dan Budaya Sumba Sebagai Fondasi Wisata Berkelanjutan

Keberlanjutan budaya di Kampung Prai Ijing juga tercermin dari masih kuatnya pelaksanaan ritual adat yang dilakukan oleh para tetua desa. Setiap upacara syukur atas hasil panen atau pembangunan rumah baru dilakukan dengan sangat sakral dan mengikuti aturan nenek moyang mereka. Wisatawan diberikan kesempatan untuk menyaksikan prosesi tersebut dengan tetap menghormati segala batasan serta aturan adat yang berlaku di sana.

Langkah ini diambil agar pariwisata tidak merusak tatanan sosial yang sudah ada sejak ratusan tahun lalu di tanah Sumba tersebut. Dengan mempertahankan identitas budaya, desa ini memiliki nilai jual yang sangat unik dibandingkan dengan destinasi wisata modern lainnya di Indonesia. Penguatan literasi budaya kepada pemuda desa juga terus digalakkan agar warisan leluhur ini tidak hilang ditelan oleh zaman.

Dampak Positif Penghargaan Terhadap Ekonomi Kreatif Dan Kesejahteraan Masyarakat Desa

Raihan penghargaan ini diharapkan dapat memicu peningkatan kunjungan wisatawan dan berdampak langsung pada sektor ekonomi kreatif masyarakat di tingkat desa. Penjualan kain tenun ikat khas Sumba dan kerajinan tangan lokal diprediksi akan mengalami kenaikan permintaan yang cukup signifikan dari para turis. Peluang ini akan dimanfaatkan untuk memperkuat kemandirian ekonomi warga melalui unit usaha desa yang dikelola secara profesional dan transparan.

Pemerintah daerah berjanji akan terus memberikan dukungan berupa pembangunan infrastruktur akses jalan yang lebih baik menuju ke lokasi Kampung Prai Ijing. Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat desa menjadi kunci utama agar prestasi ini dapat dipertahankan hingga bertahun-tahun yang akan datang nanti. Masa depan pariwisata Nusa Tenggara Timur kini terlihat semakin cerah dengan munculnya pionir desa wisata yang sangat inspiratif.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index