JAKARTA - Pergerakan pasar kripto pada perdagangan Rabu menunjukkan nada optimistis sejak awal sesi, seiring melemahnya dolar Amerika Serikat dan dimulainya pertemuan penting bank sentral AS.
Momentum ini dimanfaatkan pelaku pasar untuk kembali masuk ke aset berisiko, terutama Bitcoin dan Ethereum, yang sama-sama mencatatkan penguatan harga. Kombinasi faktor makroekonomi dan pernyataan politik dari Washington menjadi bahan bakar utama reli hari ini.
Hari pertama rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) biasanya diwarnai sikap hati-hati.
Namun kali ini, pelaku pasar justru terlihat agresif. Pelemahan Indeks Dolar AS (DXY) memberi ruang bernapas bagi aset alternatif, termasuk kripto, yang selama ini sensitif terhadap arah kebijakan moneter Negeri Paman Sam. Ketika dolar kehilangan tenaga, aset lindung nilai dan instrumen spekulatif berisiko tinggi cenderung ikut terangkat.
Bitcoin dan Ethereum Menguat di Tengah Penantian Kebijakan
Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) kompak berada di zona hijau pada hari pertama FOMC. Keduanya bergerak naik seiring meningkatnya minat risiko investor global yang mulai mengantisipasi hasil rapat bank sentral tersebut.
Berdasarkan data perdagangan terkini, Bitcoin (BTC) diperdagangkan pada level $89.289, mencatatkan kenaikan harian sebesar +0,73%. Pergerakan ini menjaga asa Bitcoin untuk kembali menembus level resistensi psikologis $90.000. Volume perdagangan terpantau meningkat seiring dimulainya rapat bank sentral AS.
Kinerja positif juga dicatatkan oleh Ethereum (ETH) yang naik +2,62% ke level $3.013. Keberhasilan ETH menembus dan bertahan di atas level $3.000 menjadi indikator teknikal penting bahwa minat risiko (risk appetite) investor mulai pulih, mendahului keputusan suku bunga yang baru akan keluar besok.
Penguatan dua aset kripto terbesar ini memberi sinyal bahwa pasar tidak sekadar bereaksi spontan, melainkan mulai membangun posisi menjelang keputusan penting yang akan diumumkan dalam waktu dekat.
Pasar Yakin The Fed Akan Tahan Suku Bunga
Rabu ini menandai dimulainya hari pertama pertemuan FOMC, di mana para pejabat The Fed mulai membahas arah kebijakan moneter selanjutnya. Walau keputusan resmi baru akan diumumkan setelah pertemuan berakhir, ekspektasi pasar sudah terbentuk cukup kuat.
Konsensus pasar yang mencapai 96% bahwa The Fed akan menahan suku bunga membuat investor merasa nyaman untuk melakukan akumulasi aset ("front-running") lebih awal.
Dengan keyakinan tinggi bahwa tidak akan ada kejutan besar dari sisi kebijakan, pelaku pasar memilih memanfaatkan momen ini untuk masuk lebih cepat. Strategi ini lazim terjadi ketika probabilitas kebijakan sudah diperkirakan secara luas, sehingga pergerakan harga dimulai bahkan sebelum pengumuman resmi keluar.
Optimisme tersebut juga mencerminkan harapan bahwa tekanan kebijakan moneter ketat mulai mereda, atau setidaknya tidak bertambah agresif dalam waktu dekat.
Pernyataan Trump Tekan Dolar, Aset Keras Diuntungkan
Selain faktor bank sentral, sentimen politik turut memainkan peran besar. Respons pasar terhadap retorika Presiden Amerika Serikat Donald Trump menjadi katalis tambahan yang mendorong pelemahan dolar.
Sikap Trump yang cenderung membiarkan Dolar AS melemah demi kompetitivitas ekspor manufaktur AS, langsung menekan indeks DXY.
Pelemahan dolar secara historis memiliki hubungan terbalik dengan harga aset keras. Ketika nilai mata uang AS turun, investor global cenderung mengalihkan dana ke instrumen penyimpan nilai alternatif yang dianggap lebih tahan terhadap depresiasi mata uang.
Hal ini terlihat dari kekompakan kenaikan harga Emas (XAU) dan Bitcoin hari ini, yang sama-sama diuntungkan oleh narasi devaluasi mata uang fiat.
Kondisi ini mempertegas posisi Bitcoin yang semakin sering disejajarkan dengan emas digital, terutama saat pasar mulai meragukan kekuatan mata uang konvensional.
Altcoin Ikut Menguat, Hyperliquid Curi Perhatian
Di luar dua aset utama, pergerakan altcoin juga menunjukkan kecenderungan positif meski tidak semuanya mencatatkan lonjakan besar. Beberapa koin bergerak stabil mengikuti arah pasar yang sedang kondusif.
Hyperliquid (HYPE) tampil sebagai bintang utama dengan lonjakan harian +27,63% ke level $32,72. Kenaikan masif di tengah pasar yang bergerak moderat ini menunjukkan adanya faktor fundamental spesifik dan akumulasi volume yang besar pada proyek tersebut.
Sementara itu, aset lain mencatatkan penguatan lebih moderat. Bitcoin Cash (BCH) naik +3,02%, Solana (SOL) menguat +1,95%, dan Dogecoin (DOGE) naik +1,91%.
Pergerakan ini menandakan bahwa minat terhadap altcoin mulai pulih, meskipun investor tetap selektif dan cenderung fokus pada proyek dengan likuiditas tinggi atau sentimen positif yang kuat.
Pasar Menunggu Momen Penentuan Besok
Walaupun perdagangan hari ini didominasi warna hijau, pelaku pasar menyadari bahwa fase paling menentukan masih akan terjadi setelah rapat FOMC berakhir. Volatilitas berpotensi meningkat tajam saat hasil resmi diumumkan dan Ketua The Fed memberikan konferensi pers.
Jika hasil rapat besok sesuai ekspektasi (tahan bunga) dan Trump terus menekan Dolar, Bitcoin memiliki peluang besar untuk menembus $90.000. Namun, investor tetap disarankan waspada terhadap potensi "sell on news" jika pasar merasa kenaikan hari ini sudah terlalu tinggi (overbought).
Artinya, reli saat ini masih berada dalam fase antisipasi. Arah lanjutan pasar akan sangat bergantung pada nada pernyataan bank sentral serta respons lanjutan dari pasar valuta asing.
Untuk sementara, kombinasi dolar yang melemah, ekspektasi kebijakan stabil, dan sentimen politik yang mendukung telah menciptakan panggung pesta bagi pasar kripto.