ASEAN Para Games

Indonesia Sukses Raih Posisi Kedua Klasemen Akhir ASEAN Para Games

Indonesia Sukses Raih Posisi Kedua Klasemen Akhir ASEAN Para Games
Indonesia Sukses Raih Posisi Kedua Klasemen Akhir ASEAN Para Games

JAKARTA - Kontingen Indonesia menutup keikutsertaan di ASEAN Para Games 2025 dengan hasil membanggakan. 

Indonesia berhasil menempati posisi kedua dalam klasemen akhir perolehan medali. Pencapaian ini menegaskan konsistensi prestasi atlet para Indonesia di level Asia Tenggara.

Sepanjang ajang tersebut, atlet Indonesia menunjukkan performa kompetitif di berbagai cabang olahraga. Perolehan medali diraih melalui kerja keras, disiplin latihan, dan semangat juang tinggi. Hasil akhir ini menjadi refleksi keberhasilan pembinaan olahraga disabilitas nasional.

Dengan total 393 medali, Indonesia hanya berada di bawah tuan rumah Thailand. Jumlah tersebut terdiri dari medali emas, perak, dan perunggu yang diraih secara merata. Prestasi ini menjadi modal penting untuk menghadapi kompetisi internasional berikutnya.

Rincian Medali Indonesia di Klasemen Akhir

Indonesia mengoleksi 135 medali emas selama ASEAN Para Games 2025 berlangsung. Selain itu, kontingen Merah Putih juga meraih 144 medali perak. Jumlah medali perunggu yang berhasil dibawa pulang mencapai 114 keping.

Kombinasi perolehan medali tersebut mengantarkan Indonesia mengamankan posisi kedua. Selisih medali dengan peringkat pertama cukup ketat di beberapa cabang unggulan. Namun, konsistensi perolehan medali di banyak nomor menjadi kekuatan utama Indonesia.

Keberhasilan ini juga mencerminkan kedalaman skuad atlet para Indonesia. Tidak hanya bertumpu pada satu cabang olahraga, kontribusi datang dari berbagai nomor pertandingan. Hal ini menunjukkan perkembangan merata dalam pembinaan atlet disabilitas nasional.

Thailand dan Malaysia di Posisi Teratas

Thailand keluar sebagai juara umum ASEAN Para Games 2025. Tuan rumah mengoleksi 175 medali emas, 155 medali perak, dan 158 medali perunggu. Total 488 medali mengukuhkan dominasi Thailand sepanjang kompetisi.

Malaysia menempati posisi ketiga dengan total 201 medali. Negara tersebut meraih 64 medali emas, 64 medali perak, dan 73 medali perunggu. Performa stabil Malaysia membuat persaingan tiga besar berlangsung kompetitif hingga akhir.

Kehadiran Thailand dan Malaysia di papan atas menambah ketat persaingan kawasan. Indonesia mampu menjaga jarak dan mempertahankan posisi kedua. Persaingan ini menjadi indikator meningkatnya kualitas olahraga disabilitas Asia Tenggara.

Persaingan Negara Lain di Papan Tengah

Filipina berada di posisi keempat dengan raihan 45 medali emas. Selain itu, Filipina juga mengoleksi 37 medali perak dan 52 medali perunggu. Total 134 medali menempatkan mereka di papan tengah klasemen.

Vietnam menempati posisi kelima dengan 38 medali emas. Negara tersebut juga membawa pulang 48 medali perak dan 58 medali perunggu. Konsistensi Vietnam terlihat dari jumlah total 144 medali yang berhasil diraih.

Myanmar menyusul di posisi keenam dengan 20 medali emas. Mereka juga mengoleksi 18 medali perak dan 20 medali perunggu. Capaian ini menunjukkan persaingan yang cukup ketat di luar tiga besar.

Negara Peringkat Bawah dan Makna Prestasi

Singapura menempati posisi ketujuh dengan 13 medali emas. Negara tersebut juga mengoleksi tujuh medali perak dan sembilan medali perunggu. Total 29 medali menjadi hasil akhir Singapura di ajang ini.

Timor Leste berada di posisi kedelapan dengan tiga medali emas. Mereka juga meraih satu medali perak dan satu medali perunggu. Laos menyusul di posisi kesembilan dengan dua medali emas, lima perak, dan sembilan perunggu.

Brunei Darussalam menutup klasemen di posisi terakhir. Negara tersebut mengoleksi satu medali emas, tiga medali perak, dan dua medali perunggu. Secara keseluruhan, ASEAN Para Games 2025 menjadi ajang penting bagi Indonesia untuk menegaskan posisinya sebagai kekuatan utama kawasan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index