Listrik

Panduan Resmi Biaya Pasang Listrik Baru Tahun 2026 untuk Masyarakat Indonesia

Panduan Resmi Biaya Pasang Listrik Baru Tahun 2026 untuk Masyarakat Indonesia
Panduan Resmi Biaya Pasang Listrik Baru Tahun 2026 untuk Masyarakat Indonesia

JAKARTA - Memiliki sambungan listrik baru menjadi kebutuhan penting bagi banyak rumah tangga dan usaha. 

Per Januari 2026, tarif resmi pemasangan listrik telah ditetapkan sesuai kapasitas daya yang dipilih. Biaya ini berlaku untuk layanan prabayar maupun pascabayar.

Masyarakat dapat menyesuaikan pilihan daya dengan kebutuhan penggunaan listrik sehari-hari. Semakin besar kapasitas daya, maka semakin tinggi pula biaya pemasangan awalnya. Informasi ini membantu calon pelanggan merencanakan anggaran secara lebih matang.

PLN menyediakan pilihan daya yang umum digunakan oleh masyarakat. Setiap kapasitas memiliki tarif sambungan yang berbeda. Penentuan daya menjadi langkah awal sebelum mengajukan permohonan.

Rincian Tarif Berdasarkan Kapasitas Daya

Tarif pemasangan listrik ditentukan berdasarkan besaran daya yang dipilih pelanggan. Untuk daya 450 VA, biaya pemasangan ditetapkan sebesar Rp421.000. Daya ini umumnya digunakan untuk kebutuhan listrik skala kecil.

Sementara itu, biaya pemasangan listrik 900 VA ditetapkan sebesar Rp843.000. Untuk pelanggan dengan kebutuhan lebih besar, daya 1.300 VA dikenakan tarif Rp1.218.000. Kapasitas ini cukup umum digunakan di rumah tangga perkotaan.

Pilihan daya yang lebih tinggi juga tersedia bagi pelanggan dengan kebutuhan listrik besar. Daya 2.200 VA dikenakan biaya Rp2.062.000, sedangkan daya 3.500 VA sebesar Rp3.391.500. Seluruh tarif tersebut merupakan biaya penyambungan resmi.

Biaya Tambahan di Luar Tarif Penyambungan

Selain biaya penyambungan, pelanggan perlu memperhitungkan sejumlah biaya tambahan. Salah satu biaya wajib adalah Sertifikat Laik Operasi atau SLO. Sertifikat ini mencakup pemeriksaan dan pengujian instalasi listrik di lokasi pelanggan.

SLO bertujuan memastikan instalasi listrik aman dan sesuai standar. Pemeriksaan dilakukan sebelum listrik dinyalakan secara permanen. Tanpa sertifikat ini, proses pemasangan tidak dapat dilanjutkan.

Besaran biaya tambahan dapat bervariasi tergantung kondisi instalasi. Oleh karena itu, pelanggan disarankan menyiapkan dana cadangan. Perhitungan menyeluruh akan membantu menghindari kekurangan anggaran.

Perbedaan Kewajiban Prabayar dan Pascabayar

Pelanggan listrik prabayar memiliki kewajiban pembelian token listrik pertama. Nilai token tersebut akan ditambahkan Pajak Penerangan Jalan atau PPJ. Token awal ini menjadi saldo pertama yang dapat langsung digunakan.

Sementara itu, pelanggan pascabayar tidak membeli token di awal pemasangan. Sebagai gantinya, pelanggan diwajibkan membayar jaminan langganan. Jaminan ini menjadi bagian dari proses administrasi pemasangan.

Perbedaan sistem pembayaran ini perlu dipahami sejak awal. Pemilihan prabayar atau pascabayar dapat disesuaikan dengan kebiasaan penggunaan. Keduanya memiliki mekanisme dan kewajiban yang berbeda.

Langkah Mengajukan Pemasangan Listrik Baru

Pengajuan pemasangan listrik baru dapat dilakukan secara mandiri melalui layanan digital. Salah satu cara termudah adalah menggunakan aplikasi PLN Mobile. Aplikasi ini memungkinkan pelanggan mengecek estimasi biaya secara langsung.

Melalui menu simulasi biaya, pelanggan dapat memilih kapasitas daya dan jenis layanan. Sistem akan menampilkan perkiraan total biaya yang perlu disiapkan. Fitur ini membantu perencanaan sebelum mengajukan permohonan.

Selain aplikasi, permohonan juga dapat diajukan melalui situs resmi PLN. Pelanggan diminta mengisi data pemohon, memilih tarif dan daya, serta menyimpan bukti permohonan. Setelah itu, pelanggan tinggal menunggu proses verifikasi dan konfirmasi.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index