JAKARTA - Keputusan strategis diambil manajemen Persik Kediri untuk menjaga stabilitas tim dalam jangka panjang. Klub berjuluk Macan Putih itu resmi mempertahankan kapten tim Ezra Walian dengan memperpanjang masa baktinya hingga tahun 2029.
Langkah ini menegaskan komitmen Persik dalam membangun skuad yang solid dan berkelanjutan di tengah persaingan kompetisi sepak bola nasional.
Manajer Tim Persik Kediri, M Syahid Nur Ichsan, menyampaikan bahwa perpanjangan kontrak tersebut diberikan setelah manajemen melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kontribusi Ezra sejak bergabung bersama Persik. Menurutnya, pemain berusia 28 tahun itu tidak hanya memberi dampak di atas lapangan, tetapi juga memainkan peran penting sebagai pemimpin tim.
"Sejak kedatangannya Ezra memperlihatkan dedikasi luar biasa. Selain melalui penampilan impresif saat di lapangan, tapi juga sebagai seorang pemimpin di ruang ganti," kata Syahid.
Keputusan mempertahankan Ezra Walian bukanlah langkah yang berdiri sendiri. Syahid menjelaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan bagian dari rencana besar manajemen Persik Kediri untuk menjaga kekuatan tim dalam beberapa musim ke depan. Stabilitas skuad dinilai menjadi faktor penting agar Persik mampu bersaing secara konsisten di level tertinggi.
Menurut Syahid, kehadiran Ezra sering kali menjadi pembeda, terutama saat tim berada dalam situasi sulit. Pengalaman dan ketenangannya membantu Persik melewati momen-momen krusial, baik saat mengejar ketertinggalan maupun mempertahankan keunggulan.
"Kehadirannya sudah sering membantu tim pada saat-saat krusial. Perpanjangan kontrak ini menjadi komitmen Persik Kediri untuk mempertahankan skuad terbaiknya," ujar Syahid.
Dengan tetap mempertahankan Ezra, Persik berharap struktur permainan tim semakin matang. Meski dikenal sebagai pemain menyerang, kontribusi Ezra juga berpengaruh pada keseimbangan tim secara keseluruhan, termasuk membantu transisi dan organisasi permainan saat bertahan.
Dari sisi pemain, Ezra Walian menyambut positif keputusan manajemen. Ia mengaku bersyukur dan bangga bisa terus mengenakan seragam Persik Kediri untuk beberapa tahun ke depan. Bagi Ezra, klub ini telah menjadi tempat yang memberi ruang bagi dirinya untuk berkembang, baik sebagai pemain maupun sebagai pribadi.
"Bangga bisa mendapatkan kepercayaan untuk bisa terus berkostum Persik Kediri. Kepercayaan ini, membuat saya semakin termotivasi untuk terus meningkatkan performa bermain, bekerja lebih keras, dan memberikan kontribusi terbaik di setiap pertandingan," kata Ezra.
Ezra juga menyebut Persik Kediri sebagai rumah kedua. Ia menegaskan bahwa kepercayaan yang diberikan manajemen menjadi dorongan besar untuk tampil lebih konsisten dan bertanggung jawab, terutama sebagai kapten tim yang menjadi panutan bagi rekan-rekannya.
Selain manajemen dan rekan setim, Ezra turut menyoroti peran besar suporter Persikmania. Dukungan yang terus mengalir dari tribun menurutnya menjadi sumber semangat tambahan setiap kali turun ke lapangan.
Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh elemen klub, mulai dari suporter, manajemen, jajaran pelatih, hingga rekan-rekan satu tim yang selalu memberikan dukungan penuh.
"Fokus saya ke depan adalah membantu membawa tim ini melangkah lebih jauh dan bersaing di level tertinggi," kata pemain berusia 28 tahun tersebut.
Ezra Walian resmi bergabung dengan Persik Kediri pada Juli 2024. Pada musim pertamanya bersama Macan Putih, ia langsung mendapat kepercayaan tampil reguler. Sepanjang musim debutnya, Ezra mencatatkan 21 penampilan dengan kontribusi dua gol dan tiga assist, sebuah catatan yang menunjukkan peran pentingnya dalam skema permainan tim.
Memasuki kompetisi Super League 2025/2026, performa Ezra semakin meningkat. Hingga putaran pertama berakhir, ia telah tampil sebanyak 15 kali. Dari jumlah tersebut, Ezra berhasil mencetak lima gol dan menyumbang tujuh assist, menjadikannya salah satu pemain paling produktif di skuad Persik.
Tak hanya dari statistik gol dan assist, kontribusi Ezra juga tercermin dari pengakuan individu. Ia telah enam kali dinobatkan sebagai Player of the Match, sebuah indikator konsistensi performa dan pengaruhnya di lapangan.
Berposisi utama sebagai pemain sayap kiri, Ezra dikenal fleksibel dalam menjalankan berbagai peran. Ia kerap dimainkan sebagai gelandang serang maupun penyerang tengah sesuai kebutuhan tim. Fleksibilitas ini memberikan banyak opsi taktis bagi pelatih Persik Kediri dalam merancang strategi pertandingan.
Umpan-umpan terukurnya serta akurasi tendangan yang tinggi sering kali menjadi solusi saat Persik mengalami kebuntuan. Kombinasi teknik, visi bermain, dan pengalaman membuat Ezra menjadi salah satu pilar penting dalam permainan Macan Putih.
Dengan perpanjangan kontrak hingga 2029, Persik Kediri menunjukkan keseriusan dalam mempertahankan fondasi tim. Keputusan ini sekaligus memberi sinyal bahwa Ezra Walian akan terus menjadi bagian sentral dari perjalanan Persik dalam menghadapi kompetisi-kompetisi mendatang.