JAKARTA - Banyak masyarakat yang merasa khawatir dan ketakutan ketika tidak sengaja menelan permen karet karena adanya mitos bahwa benda tersebut akan menempel di usus selama bertahun-tahun.
Kekhawatiran ini seringkali ditanamkan sejak masa kanak-kanak oleh orang tua agar anak-anak tidak sembarangan menelan benda kenyal tersebut saat sedang asyik bermain bersama dengan teman sebayanya.
Namun para ahli medis menjelaskan bahwa sistem pencernaan manusia sebenarnya memiliki mekanisme yang jauh lebih canggih untuk menangani benda asing yang masuk ke dalam tubuh secara tidak sengaja.
Meskipun permen karet tidak bisa dicerna oleh enzim lambung seperti makanan pada umumnya namun hal itu bukan berarti benda tersebut akan menetap selamanya di dalam organ perut kita.
Secara medis permen karet terdiri dari bahan dasar karet sintetis atau resin yang memang dirancang untuk tahan terhadap proses pengancuran mekanis oleh gigi saat kita sedang mengunyahnya dengan kuat.
Namun saat benda tersebut tertelan secara tidak sengaja otot-otot di saluran pencernaan akan tetap bekerja mendorongnya melalui gerakan peristaltik menuju ke tahap pembuangan akhir di dalam sistem ekskresi manusia.
Jadi anggapan bahwa permen karet akan menempel seperti lem di dinding usus adalah sebuah kekeliruan besar yang perlu diluruskan agar tidak menimbulkan kecemasan yang berlebihan di tengah masyarakat luas.
Mekanisme Kerja Sistem Pencernaan Manusia
Ketika permen karet masuk ke dalam lambung asam lambung yang sangat kuat akan berusaha memecah komponen pemanis dan perasa yang terkandung di dalam lapisan luar permen karet tersebut secara kimiawi.
Sedangkan bagian dasar karet yang tidak bisa hancur akan terus bergerak mengikuti aliran makanan lainnya menuju usus halus dan kemudian berakhir di usus besar tanpa menyebabkan sumbatan yang berarti.
Proses perjalanan ini biasanya memakan waktu sekitar beberapa hari hingga akhirnya permen karet tersebut keluar dari tubuh bersamaan dengan sisa pembuangan kotoran secara alami melalui saluran pembuangan akhir kita.
Hingga saat ini belum ada bukti medis yang menunjukkan bahwa permen karet yang tertelan satu kali dapat menyebabkan kerusakan organ atau menempel permanen pada lapisan mukosa usus manusia yang licin.
Dinding usus kita dilapisi oleh lendir dan selalu bergerak aktif sehingga sangat sulit bagi benda asing seperti karet untuk bisa melekat secara statis dalam jangka waktu yang sangat lama di sana.
Oleh karena itu anda tidak perlu panik jika secara tidak sengaja menelan sebutir permen karet karena tubuh akan secara otomatis menyingkirkannya melalui jalur alami yang sudah disediakan oleh sistem metabolisme tubuh.
Pada penjelasan medis Rabu 4 Februari 2026 ditegaskan bahwa tubuh manusia memiliki kemampuan luar biasa untuk mengeluarkan benda-benda yang tidak bisa dicerna asalkan ukurannya tidak terlalu besar dan tidak tajam.
Permen karet yang memiliki tekstur lembut dan lentur tidak akan melukai dinding saluran cerna selama perjalanannya menuju keluar tubuh sehingga relatif aman jika tertelan dalam jumlah yang sangat sedikit saja.
Namun tetap disarankan untuk tidak menjadikan kebiasaan menelan permen karet karena fungsi utama dari produk tersebut memang hanya untuk dikunyah guna menyegarkan aroma mulut atau melatih otot rahang saja.
Risiko Jika Menelan Dalam Jumlah Banyak
Meskipun menelan sebutir permen karet dianggap aman namun ceritanya akan sangat berbeda jika seseorang menelan permen karet dalam jumlah yang sangat banyak sekaligus dalam waktu yang sangat singkat sekali.
Kumpulan permen karet yang tertelan secara berlebihan dapat saling mengikat satu sama lain dan berpotensi membentuk massa besar yang dikenal dalam dunia kedokteran dengan sebutan bezoar di dalam perut.
Massa ini jika sudah terlalu besar dapat menyebabkan penyumbatan pada saluran pencernaan yang sangat serius sehingga membutuhkan tindakan medis khusus atau bahkan prosedur operasi pembedahan untuk bisa mengeluarkannya secara total.
Kasus penyumbatan akibat permen karet ini biasanya lebih sering ditemukan pada anak-anak kecil yang belum memahami cara mengonsumsi permen karet dengan benar dan sering menelannya secara sengaja setiap waktu.
Gejala yang mungkin muncul jika terjadi penyumbatan antara lain adalah rasa nyeri perut yang sangat hebat, sembelit kronis, hingga munculnya rasa mual dan keinginan untuk muntah secara terus-menerus tanpa henti.
Jika anak anda menunjukkan gejala-gejala tersebut setelah menelan banyak permen karet segera bawa ke dokter untuk mendapatkan penanganan profesional guna mencegah komplikasi kesehatan yang jauh lebih parah lagi nantinya.
Para orang tua sangat dihimbau untuk selalu mengawasi anak-anak saat memberikan permen karet dan memastikan mereka sudah cukup umur untuk mengerti bahwa permen tersebut harus dibuang setelah rasa manisnya hilang.
Pendidikan mengenai cara makan yang benar sangat penting diberikan sejak dini agar anak-anak terhindar dari bahaya tersedak atau gangguan pencernaan akibat menelan benda-benda yang tidak seharusnya masuk ke dalam perut.
Mencegah tentu jauh lebih baik daripada mengobati terutama jika menyangkut kesehatan organ dalam anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan dan perkembangan yang sangat krusial bagi masa depan mereka nanti.
Bahan Dasar Pembuat Permen Karet
Secara historis permen karet dibuat dari getah pohon namun di era modern sekarang ini sebagian besar produsen beralih menggunakan bahan polimer sintetis yang aman untuk bersentuhan dengan makanan manusia.
Bahan-bahan ini telah melalui uji keamanan yang sangat ketat dari lembaga kesehatan internasional sebelum diizinkan untuk dipasarkan secara bebas kepada konsumen di berbagai belahan dunia termasuk di Indonesia saat ini.
Pemanis, pewarna, dan perasa yang ditambahkan ke dalam permen karet adalah komponen yang paling mudah diserap oleh tubuh sedangkan sisa karetnya akan tetap menjadi limbah yang tidak berbahaya bagi sistem internal.
Beberapa jenis permen karet bahkan mengandung pemanis buatan seperti xylitol yang memiliki manfaat tambahan dalam menjaga kesehatan gigi karena mampu menghambat pertumbuhan bakteri penyebab gigi berlubang di dalam mulut.
Manfaat ini tentu akan hilang jika permen karet langsung ditelan tanpa dikunyah dalam waktu yang cukup lama karena zat aktifnya tidak sempat bekerja maksimal di sela-sela gigi dan juga gusi kita.
Memahami komposisi dari apa yang kita konsumsi akan membuat kita menjadi konsumen yang lebih cerdas dan tidak mudah termakan oleh isu-isu yang tidak memiliki dasar ilmiah yang kuat di masyarakat.
Penting juga untuk memperhatikan kebersihan tangan saat mengambil permen karet agar tidak ada kuman atau bakteri jahat yang ikut menempel dan masuk ke dalam mulut saat kita mulai mengunyah permen tersebut.
Gaya hidup bersih dan sehat dimulai dari hal-hal kecil seperti cara kita mengonsumsi camilan harian yang tampaknya sepele namun memiliki dampak jangka panjang bagi kesehatan tubuh kita secara keseluruhan di masa depan.
Dengan pengetahuan yang benar mengenai bahan pembuatnya kita bisa lebih tenang dan tidak lagi dihantui oleh ketakutan yang tidak beralasan mengenai bahaya permen karet yang selama ini berkembang liar di publik.
Cara Menangani Jika Tertelan Tak Sengaja
Apabila anda atau anak anda tidak sengaja menelan permen karet langkah pertama yang harus dilakukan adalah tetap tenang dan jangan mencoba memicu muntah secara paksa karena bisa menyebabkan iritasi tenggorokan.
Minumlah air putih dalam jumlah yang cukup untuk membantu memperlancar pergerakan benda tersebut di dalam saluran pencernaan serta menjaga tubuh agar tetap terhidrasi dengan baik selama proses pengeluaran sisa makanan tersebut.
Mengonsumsi makanan yang kaya akan serat seperti sayur-sayuran dan buah-buahan juga sangat disarankan karena serat dapat membantu mendorong massa permen karet agar lebih cepat bergerak menuju ke usus besar.
Perhatikan juga apakah ada keluhan lain seperti kesulitan menelan atau sesak napas karena ada kemungkinan permen karet tersebut tersangkut di saluran pernapasan bukan di saluran pencernaan yang sangat berbahaya sekali.
Jika pernapasan terasa terganggu segera hubungi layanan darurat karena kondisi tersedak membutuhkan penanganan yang sangat cepat untuk memastikan jalan napas tetap terbuka dan oksigen bisa masuk ke dalam paru-paru dengan lancar.
Namun jika permen karet berhasil masuk ke lambung tanpa kendala biasanya tidak akan ada masalah kesehatan yang berarti dan anda bisa melanjutkan aktivitas harian seperti biasa tanpa perlu merasa khawatir.
Lakukan pemantauan selama dua puluh empat hingga empat puluh delapan jam ke depan untuk memastikan tidak ada perubahan kondisi kesehatan yang mencurigakan pada sistem metabolisme atau kebiasaan buang air besar.
Jika dalam jangka waktu tersebut tidak ada keluhan nyeri perut maka bisa dipastikan bahwa permen karet tersebut sudah berada dalam jalur pembuangan dan akan segera keluar dari tubuh anda secara alami.
Edukasi mandiri mengenai kesehatan sistem pencernaan sangat membantu dalam mengurangi tingkat kecemasan keluarga saat menghadapi situasi-situasi darurat kecil yang sering terjadi di dalam lingkungan rumah tangga sehari-hari kita.
Kesimpulan Mengenai Mitos Usus Lengket
Sebagai penutup dapat ditegaskan kembali bahwa mitos mengenai permen karet yang dapat menempel di usus selama tujuh tahun atau lebih adalah sebuah legenda urban yang sama sekali tidak benar secara sains.
Sistem pencernaan kita sangat dinamis dan selalu memperbaharui lapisan dindingnya secara berkala sehingga tidak ada tempat bagi benda asing untuk menetap secara permanen kecuali dalam kondisi medis yang ekstrem.
Informasi yang benar harus terus disebarluaskan agar para orang tua tidak lagi menggunakan taktik menakut-nakuti yang tidak akurat dalam mendidik anak-anak mengenai bahaya menelan permen karet di rumah atau sekolah.
Meskipun aman jika tertelan sesekali tetaplah bijak dalam mengonsumsi permen karet dan selalu buanglah sisa kunyahan pada tempat sampah yang tersedia agar tidak mencemari lingkungan sekitar tempat tinggal anda semua.
Kedisiplinan dalam hal-hal kecil seperti membuang sampah permen karet juga mencerminkan karakter seseorang yang peduli terhadap kebersihan dan juga kesehatan masyarakat luas di lingkungan sekitar kita berada sekarang ini.
Teruslah memperbarui pengetahuan medis melalui sumber-sumber yang terpercaya agar kita bisa membedakan mana fakta kesehatan yang nyata dan mana yang hanya sekadar mitos turun-temurun yang sudah tidak relevan lagi.
Semoga informasi mengenai sistem pencernaan ini dapat memberikan rasa tenang bagi siapa saja yang pernah merasa khawatir berlebihan hanya karena sebuah permen karet yang tidak sengaja tertelan saat sedang makan.
Menjaga kesehatan pencernaan dengan pola makan yang seimbang dan gaya hidup aktif tetap merupakan kunci utama untuk memiliki tubuh yang sehat dan terhindar dari berbagai macam gangguan penyakit dalam lainnya.
Mari kita jadikan momen ini sebagai pelajaran berharga untuk lebih teliti lagi dalam mengonsumsi makanan dan selalu mengutamakan keselamatan dalam setiap kebiasaan kecil yang kita lakukan di kehidupan sehari-hari kita.