JAKARTA - Bintang veteran Los Angeles Lakers LeBron James secara mengejutkan mendapat predikat sebagai pemain All-Star dengan statistik performa paling rendah musim ini.
Meskipun kembali terpilih masuk dalam jajaran pemain bintang, angka-angka statistik yang ditunjukkan oleh sang legenda hidup ini dianggap tidak segemilang musim-musim sebelumnya.
Penurunan efektivitas permainan LeBron di atas lapangan menjadi sorotan utama bagi para pengamat basket internasional dalam melihat kelayakan sang pemain pada ajang bergengsi.
Statistik Penurunan Performa LeBron James Musim Ini
Berdasarkan data terbaru, LeBron James tercatat hanya mampu membukukan rata-rata sekitar 21,9 poin, 5,8 rebound, serta menyumbangkan 6,6 asis pada musim kompetisi ini.
Catatan poin tersebut menjadi rata-rata skor paling rendah yang pernah dihasilkan oleh LeBron James sejak dirinya menjalani musim perdana atau rookie di liga basket.
Bahkan dalam kurun waktu sepuluh pertandingan terakhir yang dilakoninya, produktivitas sang pemain terus merosot hingga menyentuh angka rata-rata sebesar 20,9 poin saja per laga.
Ketidakkonsistenan ini memicu perdebatan di kalangan publik mengenai apakah posisi All-Star yang didapatkannya lebih didasarkan pada popularitas dibandingkan dengan kontribusi nyata di lapangan.
Peringkat efisiensi LeBron yang berada di urutan bawah di antara para pemain All-Star lainnya memperkuat dugaan bahwa performanya memang sedang berada di titik nadir.
Sejarah Baru Menjadi Pemain Cadangan All-Star
Kondisi fisik dan penurunan performa ini akhirnya berdampak pada hilangnya tempat LeBron James dalam daftar lima pemain utama atau starter untuk pertandingan All-Star mendatang.
Ini merupakan kali pertama bagi pemain berjuluk The King tersebut harus memulai pertandingan dari bangku cadangan setelah lebih dari dua dekade selalu menjadi pilihan utama.
Pertandingan eksibisi para bintang NBA 2026 sendiri rencananya akan segera digelar di Intuit Dome yang merupakan markas besar dari tim Los Angeles Clippers tersebut.
Absennya LeBron dari barisan starter menandai berakhirnya sebuah era dominasi yang telah ia pertahankan sejak musim 2004-2005 dalam sejarah panjang karier profesional basketnya.
Meskipun status cadangannya sudah dikonfirmasi, belum ada kepastian resmi apakah LeBron akan benar-benar berpartisipasi aktif dalam pertandingan penuh gengsi tersebut atau memilih untuk beristirahat.
Tantangan Cedera dan Usia Sang Megabintang
Faktor usia yang kini telah menginjak angka 41 tahun serta riwayat cedera skiatika di awal musim dianggap sebagai penyebab utama merosotnya ketajaman permainan dari LeBron.
Dirinya bahkan sempat melewatkan belasan pertandingan pembuka musim ini karena harus menjalani proses pemulihan saraf yang cukup mengganggu pergerakan eksplosifnya yang biasa ia tunjukkan.
Setelah kembali ke lapangan pun, banyak pihak menilai bahwa LeBron tampak lebih lambat dan kesulitan untuk menembus pertahanan lawan seefektif di masa masa keemasan dahulu.
Salah satu momen pahit terjadi ketika rekor mencetak minimal 10 poin dalam 1.297 pertandingan beruntun miliknya harus terhenti karena ia gagal mencapai performa standar tersebut.
Kendati demikian, dedikasi LeBron untuk tetap bermain di musim ke-23 ini tetap dihormati sebagai sebuah pencapaian daya tahan fisik yang sangat luar biasa di NBA.
Kritik dan Polemik Kelayakan Masuk All-Star
Keterpilihan LeBron James dalam jajaran pemain cadangan All-Star wilayah barat pada Selasa 3 Februari 2026 ini ternyata tidak lepas dari berbagai gelombang kritik tajam.
Beberapa legenda basket seperti Shaquille O'Neal bahkan sempat melontarkan pendapat bahwa sebaiknya LeBron tidak dimasukkan dalam daftar bintang tahun ini karena alasan keadilan performa.
Banyak yang berpendapat bahwa slot tersebut seharusnya diberikan kepada pemain muda yang sedang naik daun dan memiliki statistik permainan jauh lebih impresif dan stabil.
Namun, besarnya basis penggemar dan pengaruh komersial yang dimiliki LeBron membuatnya sulit untuk benar-benar dipisahkan dari kemeriahan ajang perayaan pertengahan musim reguler NBA tersebut.
Kini publik hanya bisa menunggu apakah sang megabintang mampu menjawab segala keraguan tersebut melalui penampilan yang gemilang di sisa pertandingan musim reguler bersama Los Angeles Lakers.