Sinergi Askrindo dan Bank Kalsel Perkuat Pembiayaan Infrastruktur Penyangga IKN

Senin, 02 Februari 2026 | 11:28:52 WIB
Sinergi Askrindo dan Bank Kalsel Perkuat Pembiayaan Infrastruktur Penyangga IKN

JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Selatan kini tengah memasuki fase krusial, terutama dengan posisinya yang kian strategis sebagai pintu gerbang utama menuju Ibu Kota Nusantara (IKN). Dinamika pembangunan yang masif di wilayah ini menuntut adanya ekosistem keuangan yang kuat dan aman. Merespons peluang tersebut, PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) secara resmi memperkuat sinerginya dengan PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Selatan (Bank Kalsel). Langkah ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Asuransi Kredit Konstruksi dan Non-Konstruksi yang diproyeksikan menjadi katalisator bagi pembiayaan pembangunan daerah yang lebih masif.

Penandatanganan kesepakatan penting ini dilakukan langsung oleh Direktur Bisnis Askrindo, Budhi Novianto, bersama Direktur Bisnis Bank Kalsel, Akhmad Fauzi Noor, bertempat di Graha Askrindo, Jakarta. Kolaborasi ini hadir di tengah momentum positif sektor riil di Kalimantan Selatan, di mana proteksi asuransi kredit menjadi instrumen penting bagi perbankan untuk menyalurkan pembiayaan secara lebih percaya diri dan terukur.

Sektor Konstruksi sebagai Lokomotif Ekonomi Kalimantan Selatan

Kebutuhan akan perlindungan kredit di wilayah ini bukan tanpa alasan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor konstruksi di Kalimantan Selatan tumbuh 7,52 persen secara kuartalan (q-to-q) pada Triwulan III-2025 dan menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi daerah. Tren positif ini sebenarnya sudah terlihat sejak akhir tahun sebelumnya, di mana pada Triwulan IV-2024, sektor ini bahkan menyumbang pertumbuhan hingga 11,69 persen.

Meningkatnya aktivitas investasi dan pembangunan infrastruktur, baik dari sektor publik maupun swasta, menjadi alasan utama di balik angka pertumbuhan tersebut. Sebagai gerbang utama menuju IKN, Kalimantan Selatan dituntut untuk segera membenahi dan meningkatkan kualitas infrastruktur daerahnya. Melalui kerja sama ini, Askrindo memberikan pelindungan terhadap portofolio kredit Bank Kalsel, baik di sektor konstruksi maupun non-konstruksi, termasuk pembiayaan pengadaan barang dan jasa yang krusial bagi putaran ekonomi lokal.

Strategi Pertumbuhan Melalui Proteksi Kredit yang Optimal

Bagi Askrindo, kemitraan dengan Bank Pembangunan Daerah (BPD) adalah bagian dari strategi besar untuk memperluas jangkauan layanan asuransi kredit secara nasional. Direktur Bisnis Askrindo, Budhi Novianto, menegaskan bahwa sinergi ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah secara langsung.

"Sinergi ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Dengan dukungan underwriting dan ketentuan tarif yang kompetitif, kami memastikan mitra BPD mendapatkan solusi proteksi yang optimal guna mendukung pembangunan infrastruktur nasional,” kata Budhi. Kehadiran Askrindo berfungsi sebagai penjamin risiko yang memungkinkan bank untuk lebih ekspansif dalam memberikan kredit kepada para kontraktor dan pelaku usaha di sektor konstruksi tanpa khawatir akan potensi risiko yang melumpuhkan likuiditas.

Kemitraan Strategis dalam Pengembangan Produk Perbankan

Dari sisi perbankan, Bank Kalsel memandang Askrindo bukan sekadar penyedia layanan asuransi, melainkan mitra tumbuh kembang bisnis. Direktur Bisnis Bank Kalsel, Akhmad Fauzi Noor, menilai bahwa dukungan Askrindo telah menjadi bagian integral dari setiap inovasi produk pembiayaan yang diluncurkan oleh Bank Kalsel. Keberadaan penjaminan yang solid memberikan rasa aman bagi perbankan dalam menjalankan fungsinya sebagai lembaga intermediasi.

“Bagi kami, Askrindo sudah menjadi mitra strategis yang selalu sejalan dengan kebutuhan bisnis Bank Kalsel. Setiap kali kami mengembangkan produk pembiayaan, Askrindo selalu siap mendukung sejak awal,” ujar Akhmad Fauzi. Ia juga menambahkan bahwa sinergi tersebut memberikan kepercayaan diri bagi Bank Kalsel untuk menyalurkan pembiayaan secara sehat dan berkelanjutan, yang pada akhirnya akan menjaga rasio kredit bermasalah tetap terkendali meskipun ekspansi pembiayaan terus ditingkatkan.

Standardisasi dan Digitalisasi Layanan Asuransi Kredit

Kerja sama ini juga mengusung misi besar dalam hal transformasi layanan. Askrindo berkomitmen untuk memangkas jalur birokrasi dalam proses asuransi kredit agar selaras dengan ritme bisnis perbankan yang serba cepat. Budhi menambahkan bahwa kerja sama ini menjadi langkah Askrindo dalam mendorong standarisasi layanan asuransi kredit bagi Bank Pembangunan Daerah di seluruh Indonesia.

Kualitas layanan yang ingin dihadirkan mencakup seluruh aspek operasional, mulai dari fase prakerja hingga pasca-klaim. “Kami ingin layanan asuransi kredit Askrindo semakin praktis dan mudah diakses, mulai dari perizinan produk, struktur tarif, hingga proses klaim dan subrogasi, agar lebih sederhana, transparan, dan cepat,” jelas Budhi. Dengan proses yang lebih efisien dan transparan, diharapkan hambatan teknis dalam penyaluran kredit dapat diminimalisir, sehingga penyerapan anggaran pembangunan di daerah dapat berjalan lebih maksimal.

Melalui perlindungan risiko yang komprehensif serta sinergi yang kuat antara Askrindo dan Bank Kalsel, masa depan pembiayaan sektor produktif di Kalimantan Selatan diprediksi akan terus mengalami pertumbuhan positif. Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya memperkuat stabilitas keuangan bank daerah, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan di wilayah penyangga ibu kota baru.

Terkini