Strategi Pendanaan Jasa Marga: Obligasi Rp2,07 Triliun Garap Tol Baru

Jumat, 30 Januari 2026 | 11:13:31 WIB
Strategi Pendanaan Jasa Marga: Obligasi Rp2,07 Triliun Garap Tol Baru

JAKARTA - Upaya percepatan pembangunan infrastruktur jalan tol di Indonesia terus mendapatkan dukungan pendanaan yang kuat dari pasar modal. Sebagai pemain utama dalam industri jalan bebas hambatan, PT Jasa Marga Tbk (JSMR) kembali menunjukkan langkah strategisnya dalam mengamankan likuiditas untuk penyelesaian proyek-proyek vital. Melalui instrumen surat utang, emiten pelat merah ini berupaya mengoptimalkan struktur permodalan guna memastikan konektivitas di Pulau Jawa semakin terintegrasi, khususnya pada ruas-ruas yang menjadi prioritas nasional.

PT Jasa Marga Tbk (JSMR) kembali menerbitkan Obligasi Berkelanjutan III Jasa Marga Tahap III Tahun 2026 dengan jumlah pokok mencapai Rp 2,067 triliun. Penerbitan obligasi ini merupakan bagian dari penerbitan obligasi berkelanjutan III yang telah dimulai sejak tahun 26 Juni 2024 dengan total target Rp 4 triliun. Langkah ini menjadi bukti kepercayaan diri perusahaan terhadap minat investor di tengah dinamika ekonomi awal tahun 2026.

Linimasa Penawaran dan Pencatatan di Bursa Efek Indonesia

Manajemen telah menetapkan jadwal yang sistematis guna memfasilitasi para investor yang ingin berpartisipasi dalam instrumen ini. Nantinya Obligasi Berkelanjutan III Tahap III akan mulai penawaran umum pada 12-13 Februari 2026, dengan tanggal penjatahan pada 18 Februari 2026. Proses ini akan diakhiri dengan pencatatan di BEI pada 23 Februari 2026, yang memungkinkan instrumen tersebut diperdagangkan di pasar sekunder.

Pemilihan waktu penawaran ini dipandang tepat untuk menjaring dana segar dari investor institusi maupun ritel yang mencari instrumen investasi dengan imbal hasil yang kompetitif dan memiliki profil risiko yang relatif terukur karena jaminan fundamental perusahaan yang solid.

Struktur Seri Obligasi: Diversifikasi Tenor dan Imbal Hasil

Untuk menjangkau berbagai preferensi investor, JSMR membagi penawaran ini ke dalam empat pilihan seri. Dalam penawaran ini, JSMR membagi obligasi ke dalam empat seri dengan tenor dan tingkat kupon yang bervariasi:

Seri A: Memiliki tenor 3 tahun dengan nilai pokok Rp 281,825 miliar dan penawaran kupon sebesar 5,70% per tahun.

Seri B: Memiliki tenor 5 tahun senilai Rp 718,175 miliar dengan tingkat kupon 6,15% per tahun.

Seri C: Memiliki tenor 7 tahun sebesar Rp 300 miliar dengan tawaran kupon 6,50% per tahun.

Seri D: Memiliki tenor 10 tahun senilai Rp 767,65 miliar dengan kupon tertinggi mencapai 6,75% per tahun.

Sistem pembayaran bunga dilakukan secara periodik setiap tiga bulan sejak tanggal emisi, yang memberikan aliran kas tetap bagi para pemegang obligasi. Pembayaran bunga pertama dijadwalkan pada 20 Mei 2026, sementara pelunasan pokok obligasi dilakukan sekaligus (bullet payment) pada saat jatuh tempo masing-masing seri, mulai dari Februari 2029 hingga Februari 2036.

Sinergi Penjamin Pelaksana Emisi untuk Kesuksesan Penerbitan

Guna memastikan target pendanaan tercapai secara optimal, Jasa Marga menggandeng jajaran penjamin emisi yang memiliki rekam jejak kuat di industri keuangan. Dalam penerbitan obligasi ini, Jasa Marga menunjuk PT BRI Danareksa Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperluas jangkauan distribusi obligasi kepada basis investor yang lebih luas, baik domestik maupun mancanegara.

Alokasi Dana: Fokus pada Penyetoran Modal Proyek Tol Strategis

Transparansi penggunaan dana menjadi poin utama bagi calon investor. Jasa Marga telah memetakan alokasi dana secara mendetail untuk mendukung anak-anak usahanya yang sedang menggarap ruas tol baru. Ada pun seluruh dana yang diperoleh dari Penawaran Umum Obligasi ini setelah dikurangi biaya emisi akan digunakan JSMR untuk memperkuat permodalan proyek.

Secara spesifik, dana sebesar Rp 1,3 triliun atau setara 1,3 juta saham akan dialokasikan untuk penyetoran modal kepada PT Jasamarga Japek Selatan (JJ). Ruas Jakarta-Cikampek II Selatan ini diharapkan menjadi solusi kemacetan di koridor utama Jawa Barat. Dan sisanya, akan digunakan JSMR untuk penyetoran modal kepada PT Jasamarga Jogja Bawen (JJB) sebesar 767.650 lembar saham. Pembangunan tol di wilayah Yogyakarta ini menjadi sangat krusial untuk mendukung sektor pariwisata dan logistik di Jawa Tengah.

Dengan penerbitan obligasi ini, Jasa Marga tidak hanya sekadar mencari pendanaan, tetapi juga mempertegas komitmennya dalam membangun kedaulatan infrastruktur nasional. Dukungan pasar modal melalui instrumen obligasi ini diharapkan menjadi mesin penggerak bagi penyelesaian proyek tol Japek Selatan dan Jogja-Bawen tepat waktu, sehingga manfaat ekonominya dapat segera dirasakan oleh masyarakat luas.

Terkini