Strategi Pemulihan Grasberg: Freeport Targetkan Penjualan 800 Ribu Ons Emas

Jumat, 30 Januari 2026 | 11:13:30 WIB
Strategi Pemulihan Grasberg: Freeport Targetkan Penjualan 800 Ribu Ons Emas

JAKARTA - inamika industri pertambangan di Indonesia pada tahun 2026 mulai menunjukkan arah pemulihan yang terukur, khususnya pada aset tambang emas dan tembaga terbesar di Papua. Fokus utama saat ini bergeser pada optimalisasi kembali tambang bawah tanah yang sempat mengalami tantangan operasional. Dengan perencanaan yang matang, para pelaku industri berupaya menyeimbangkan antara volume produksi yang tinggi dan jadwal penjualan yang tepat guna menjaga stabilitas arus kas perusahaan di tengah fluktuasi harga komoditas global.

PT Freeport Indonesia (PTFI) menargetkan volume penjualan emas dapat mencapai angka 0,8 juta ons atau 800.000 ons sepanjang tahun 2026. Target tersebut seiring dengan strategi pemulihan operasional tambang bawah tanah di Grasberg, Papua, yang akan dilakukan secara bertahap. Langkah ini menjadi krusial untuk memastikan keberlanjutan pasokan emas dan tembaga dari salah satu cadangan terbesar dunia tersebut.

Proyeksi Penjualan Tembaga dan Emas secara Konsolidasi

Dalam laporan resmi Freeport McMoRan (FCX) memproyeksikan selain emas, penjualan tembaga konsolidasi dari PTFI diperkirakan akan menyentuh angka 0,9 miliar pon pada tahun ini. Angka proyeksi tersebut tercatat lebih rendah jika dibandingkan dengan realisasi penjualan tahun 2025 yang mencapai 1,2 miliar pon tembaga dan 1,1 juta ons emas. Penurunan proyeksi penjualan ini mencerminkan fase transisi operasional yang sedang berjalan di lapangan.

"Volume penjualan konsolidasi dari PTFI diperkirakan mencapai sekitar 0,9 miliar pon tembaga dan 0,8 juta ons emas untuk tahun 2026," tulis laporan resmi FCX, dikutip Kamis (29/1/2026). Perubahan angka ini menjadi bagian dari penyesuaian strategi perusahaan dalam menghadapi kondisi teknis di area tambang bawah tanah.

Mekanisme Inventaris dan Tantangan di Fasilitas Smelter

Satu fenomena menarik pada performa operasional tahun ini adalah adanya selisih antara angka yang diproduksi dengan angka yang berhasil dijual ke pasar. Pada tahun 2026, volume produksi tembaga dan emas diprediksi akan lebih tinggi daripada volume penjualannya. Hal tersebut karena adanya mekanisme penahanan persediaan (inventory) di fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter) milik PTFI yang menyebabkan sebagian hasil produksi belum bisa langsung dibukukan sebagai penjualan.

Penahanan ini merupakan bagian dari siklus operasional dalam rantai pengolahan logam sebelum siap dikapalkan. "Untuk tahun 2026, volume produksi tembaga dan emas diperkirakan akan melebihi volume penjualan, mencerminkan penundaan sekitar 100 juta pon tembaga dan 100 ribu ons emas yang terkait dengan persediaan yang disimpan di operasi peleburan PTFI," tulis laporan tersebut.

Akselerasi Operasional Grasberg Block Cave pada Kuartal Kedua

Pergerakan angka penjualan diprediksi tidak akan merata di sepanjang tahun, melainkan akan terkonsentrasi pada periode tertentu. Freeport memperkirakan mayoritas realisasi penjualan baru akan terjadi pada semester kedua tahun 2026. Pergerakan volume ini sangat bergantung pada keberhasilan fase awal pemulihan infrastruktur tambang bawah tanah yang menjadi jantung produksi perusahaan.

Hal itu bergantung pada jadwal dimulainya kembali operasi tambang bawah tanah Grasberg Block Cave yang ditargetkan mulai pulih pada kuartal kedua tahun ini. Efektivitas pengerjaan di level bawah tanah akan menentukan seberapa cepat material bijih dapat dialirkan menuju pabrik pengolahan untuk kemudian dimurnikan.

Estimasi Penjualan Dominan pada Semester Kedua 2026

Berdasarkan data internal perusahaan, lonjakan performa finansial diperkirakan baru akan terlihat secara signifikan setelah melewati pertengahan tahun. Hal ini sejalan dengan peningkatan kapasitas produksi yang dilakukan secara bertahap (ramp-up) setelah operasional kembali normal di kuartal sebelumnya.

"Berdasarkan perkiraan saat ini, sekitar 78% dari penjualan tembaga PTFI dan 75% dari penjualan emas PTFI pada tahun 2026 diperkirakan akan terjadi pada paruh kedua tahun ini, yang mencerminkan dimulainya kembali dan peningkatan bertahap tambang bawah tanah Grasberg Block Cave yang dimulai pada kuartal kedua tahun 2026," tutup FCX.

Angka-angka ini menunjukkan optimisme perusahaan terhadap kekayaan cadangan di Papua, sembari tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam manajemen operasional tambang bawah tanah. Dengan tercapainya target penjualan 800.000 ons emas ini, PT Freeport Indonesia tetap memegang peranan vital dalam menyokong penerimaan negara dari sektor pertambangan di tahun 2026.

Terkini