DPRD Kota Bogor Tekankan Pentingnya Pemerataan Pembangunan di Tanah Sareal

Jumat, 30 Januari 2026 | 09:43:33 WIB
DPRD Kota Bogor Tekankan Pentingnya Pemerataan Pembangunan di Tanah Sareal

JAKARTA - Anggota DPRD Kota Bogor mendorong agar realisasi pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada area pusat kota.

Wilayah perbatasan kini menjadi prioritas utama untuk mendapatkan perhatian lebih guna mencegah adanya ketimpangan infrastruktur dengan daerah tetangga.

Pernyataan tegas tersebut disampaikan oleh jajaran legislatif saat menghadiri agenda Musyawarah Perencanaan Pembangunan di tingkat Kecamatan Tanah Sareal baru-baru ini.

Para wakil rakyat berkomitmen mengawal setiap usulan masyarakat agar fasilitas publik di pinggiran kota dapat setara dengan kualitas di tengah kota.

Penyediaan Infrastruktur Jalan di Wilayah Perbatasan Menjadi Skala Prioritas

Ketua Komisi III DPRD Kota Bogor, Ahmad Aswandi, menegaskan bahwa posisi Kecamatan Tanah Sareal sangat strategis karena bersinggungan langsung dengan Kabupaten Bogor.

Ia mengingatkan agar jangan sampai kondisi jalan di wilayah perbatasan Kota Bogor justru lebih buruk dibandingkan dengan jalan milik wilayah pemerintah kabupaten.

Oleh karena itu, pembangunan serta perbaikan akses infrastruktur dasar di pinggiran kota harus masuk dalam rencana kerja utama pada tahun 2026 dan 2027.

Fokus pada wilayah sayap kota ini diharapkan mampu menciptakan wajah kota yang lebih rapi, teratur, dan aksesibel bagi seluruh lapisan warga Bogor.

Solusi Penanganan Masalah Perlintasan Sebidang Kereta Api Kebon Pedes

Salah satu isu krusial yang menjadi perhatian serius anggota legislatif daerah pemilihan Tanah Sareal adalah penataan lalu lintas di kawasan Kebon Pedes.

Penanganan perlintasan sebidang rel kereta api di lokasi tersebut dinilai sangat mendesak demi menjamin keselamatan serta kelancaran mobilitas kendaraan para warga.

Seluruh jajaran anggota dewan dari dapil tersebut berjanji akan mengawal secara ketat usulan penataan ini hingga benar-benar terealisasi oleh pemerintah kota setempat.

Langkah ini dipandang sebagai solusi jangka panjang untuk mengurai kepadatan arus lalu lintas yang selama ini sering dikeluhkan oleh masyarakat yang melintas.

Penyediaan Fasilitas Publik yang Merata Hingga ke Sisi Pinggiran Kota

Anggota DPRD lainnya, Safrudin Bima, turut menekankan bahwa arah pembangunan ke depan harus menyentuh hingga ke pelosok atau wilayah sayap kota Bogor.

Fasilitas penunjang seperti layanan kesehatan, kualitas sarana pendidikan, serta akses air bersih harus tersedia secara memadai di seluruh titik pemukiman warga.

Tidak hanya pembangunan fisik, pengembangan potensi ekonomi kerakyatan melalui UMKM di wilayah pinggiran juga harus terus didorong agar ekonomi warga semakin kuat.

Kehadiran negara melalui penyediaan fasilitas publik yang lengkap di wilayah perbatasan menjadi bukti nyata bahwa pembangunan dilakukan secara adil dan merata.

Dukungan Penuh Legislatif Terhadap Hasil Musrenbang Tingkat Kecamatan

Sebanyak sepuluh anggota DPRD dari daerah pemilihan tersebut menyatakan kesiapannya untuk mendukung penuh seluruh usulan prioritas yang telah disepakati bersama.

Hasil Musyawarah Perencanaan Pembangunan pada Selasa 20 Januari 2026 lalu akan diperjuangkan melalui mekanisme penganggaran resmi di tingkat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.

Dukungan kolektif ini diharapkan mampu mempercepat proses eksekusi program di lapangan sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan langsung oleh seluruh warga masyarakat Bogor.

Sinergi antara pemerintah kota dan lembaga legislatif menjadi kunci utama dalam mewujudkan visi pembangunan yang berkelanjutan di seluruh wilayah Kecamatan Tanah Sareal.

Kegiatan Musrenbang yang berlangsung di Marcopolo tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting legislatif seperti Karnain Asyhar, Lusiana Nurissiyadah, serta Murtadlo.

Kehadiran mereka pada Kamis 29 Januari 2026 ini menunjukkan komitmen yang kuat dalam mendengarkan aspirasi serta kebutuhan mendasar yang dihadapi oleh konstituennya.

Target utama dari semua rencana ini adalah menghilangkan dikotomi antara pembangunan pusat kota yang mewah dengan wilayah pinggiran yang masih tertinggal.

Dengan pengawalan yang ketat, pembangunan di Tanah Sareal dipastikan akan berjalan sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat dan skala prioritas yang telah ditentukan.

Terkini