Peringatan Dini BMKG: Bibit Siklon 98S Picu Cuaca Ekstrem di 5 Provinsi

Kamis, 29 Januari 2026 | 14:52:37 WIB
Peringatan Dini BMKG: Bibit Siklon 98S Picu Cuaca Ekstrem di 5 Provinsi

JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini terkait kemunculan Bibit Siklon Tropis 98S yang terdeteksi di sekitar wilayah perairan Indonesia. 

Fenomena atmosfer ini diprakirakan akan menjadi pemicu utama terjadinya hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat di sejumlah wilayah provinsi sepanjang hari ini. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, hingga angin kencang yang mungkin menyertai perubahan cuaca ekstrem tersebut.

Kemunculan bibit siklon ini terpantau memberikan dampak signifikan terhadap pola angin dan pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah strategis. Pada Kamis, 29 Januari 2026, BMKG memberikan atensi khusus pada pergerakan sistem tekanan rendah ini karena dapat memengaruhi stabilitas cuaca secara regional dalam waktu singkat. Koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait terus diperkuat guna memastikan langkah-langkah mitigasi darurat dapat dilakukan secara cepat dan tepat sasaran bagi perlindungan masyarakat luas.

Daftar 5 Provinsi Dengan Potensi Hujan Lebat Hari Ini

Berdasarkan hasil analisis data pemodelan cuaca terkini, BMKG menetapkan status waspada bagi lima provinsi yang diperkirakan akan menerima dampak langsung dari aktivitas Bibit Siklon 98S. Wilayah-wilayah tersebut meliputi sebagian besar wilayah Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Jawa Barat, hingga wilayah Jawa Tengah. Pada Kamis, 29 Januari 2026 ini, potensi curah hujan yang tinggi diprediksi akan terkonsentrasi di wilayah pesisir dan dataran tinggi yang memiliki sensitivitas besar terhadap perubahan massa udara basah.

Masyarakat yang bermukim di daerah rawan genangan dan lereng perbukitan di kelima provinsi tersebut diminta untuk tidak meremehkan durasi hujan yang terjadi. Intensitas hujan lebat yang disertai kilat dan petir berpeluang merusak infrastruktur ringan serta mengganggu kelancaran akses transportasi antarwilayah. Pihak BMKG terus melakukan pembaruan informasi setiap tiga jam guna memantau perkembangan posisi bibit siklon yang sangat dinamis, sehingga warga dapat memiliki waktu persiapan yang cukup sebelum kondisi cuaca memburuk secara signifikan.

Dampak Gelombang Tinggi Dan Angin Kencang Di Perairan

Selain curah hujan yang tinggi, keberadaan Bibit Siklon 98S juga memicu peningkatan kecepatan angin yang berdampak langsung pada kenaikan tinggi gelombang laut di perairan sekitarnya. Wilayah Samudra Hindia bagian barat Sumatera serta perairan selatan Jawa diprakirakan akan mengalami gelombang tinggi yang cukup membahayakan bagi pelayaran kecil dan aktivitas nelayan. Pada Kamis, 29 Januari 2026, para nahkoda kapal diinstruksikan untuk selalu memantau info keselamatan pelayaran dan tidak memaksakan diri melaut jika kondisi cuaca di tengah laut tidak memungkinkan.

Hembusan angin kencang yang menyertai sistem bibit siklon ini juga berpotensi menyebabkan kerusakan pada papan reklame, pohon pelindung di pinggir jalan, hingga atap bangunan warga yang kurang kokoh. Warga disarankan untuk melakukan pemangkasan dahan pohon yang sudah rimbun di sekitar tempat tinggal guna meminimalisir risiko roboh akibat diterjang angin kencang secara mendadak. Kewaspadaan ekstra juga diperlukan di wilayah perkotaan padat penduduk yang memiliki sistem drainase terbatas agar luapan air tidak masuk ke dalam pemukiman saat intensitas hujan mencapai puncaknya.

Langkah Mitigasi Dan Imbauan Bagi Masyarakat Terdampak

Pemerintah melalui BPBD di wilayah terdampak telah disiagakan untuk memantau titik-titik rawan bencana secara waktu nyata atau real-time guna memberikan respons cepat jika terjadi kondisi darurat. Masyarakat diimbau untuk menyiapkan tas siaga bencana yang berisi dokumen penting, obat-obatan, serta kebutuhan pokok darurat sebagai langkah antisipasi evakuasi mandiri. Pada Kamis, 29 Januari 2026 ini, keterbukaan komunikasi antara warga dan petugas di lapangan menjadi kunci utama dalam meminimalisir potensi korban jiwa maupun kerugian materiil akibat cuaca ekstrem.

BMKG juga mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi hoaks mengenai badai atau siklon yang belum terverifikasi kebenarannya di media sosial. Informasi resmi hanya bersumber dari kanal-kanal komunikasi pemerintah yang dapat dipertanggungjawabkan akurasinya secara ilmiah dan teknis di lapangan. Dengan tetap tenang dan waspada, diharapkan seluruh masyarakat di lima provinsi tersebut dapat melewati fenomena Bibit Siklon 98S ini dengan aman dan tetap dapat menjalankan aktivitas penting dengan penyesuaian yang diperlukan sesuai kondisi cuaca setempat.

Pemanfaatan Teknologi Informasi Untuk Pantauan Cuaca

Pemanfaatan aplikasi mobile dari BMKG serta layanan media sosial resmi sangat disarankan bagi warga untuk mendapatkan notifikasi dini mengenai perubahan cuaca di lokasi spesifik mereka masing-masing. Teknologi radar cuaca yang tersebar di berbagai wilayah terus beroperasi penuh untuk memberikan gambaran pergerakan awan hujan secara akurat setiap menitnya. Pada Kamis, 29 Januari 2026 ini, integrasi data antara pusat dan daerah menjadi garda terdepan dalam menjaga keselamatan publik di tengah tantangan perubahan iklim global yang semakin sulit diprediksi secara konvensional.

Upaya mitigasi bencana berbasis komunitas juga harus terus digalakkan dengan cara membersihkan saluran air dan tidak membuang sampah sembarangan yang dapat memperparah kondisi banjir. Kesadaran kolektif untuk saling menjaga dan memberikan informasi kepada tetangga sekitar sangat berarti saat menghadapi situasi krisis akibat fenomena alam yang ekstrem seperti ini. Semoga dengan kesiapsiagaan yang matang dan doa bersama, dampak dari Bibit Siklon 98S ini dapat diredam seminimal mungkin bagi seluruh rakyat Indonesia di masa mendatang.

Terkini