Arsenal Tampil Perkasa Di Puncak Klasemen Akhir Fase Liga Champions Poin Sempurna

Kamis, 29 Januari 2026 | 12:00:17 WIB
Arsenal Tampil Perkasa Di Puncak Klasemen Akhir Fase Liga Champions Poin Sempurna

JAKARTA - Kompetisi kasta tertinggi antarklub Eropa telah resmi menyelesaikan babak fase liga dengan hasil yang sangat mengejutkan bagi beberapa tim raksasa. Arsenal berhasil mengukuhkan diri sebagai kekuatan utama setelah menutup perjalanan di babak ini dengan catatan yang sangat impresif dan tidak terkalahkan.

Kemenangan tipis atas wakil Kazakhstan, Kairat Almaty, di Emirates Stadium menjadi penutup manis bagi perjalanan skuad asuhan Mikel Arteta di fase penyisihan tersebut. Dengan hasil ini, The Gunners resmi mengoleksi poin maksimal dari seluruh pertandingan yang telah mereka jalani, sekaligus menempatkan diri sebagai unggulan pertama di babak selanjutnya.

Berdasarkan laporan pada Kamis, 29 Januari 2026, dominasi Arsenal di puncak klasemen membuktikan kematangan strategi yang diterapkan oleh tim pelatih sepanjang musim kompetisi berlangsung. Keberhasilan ini juga memberikan sinyal kuat kepada para rival di tanah Eropa bahwa Arsenal merupakan penantang serius untuk memperebutkan trofi si Kuping Besar pada tahun ini.

Daftar klasemen akhir menunjukkan adanya pergeseran peta kekuatan, di mana beberapa tim kuda hitam mampu merangsek naik ke posisi delapan besar yang memberikan tiket langsung ke babak 16 besar. Sebaliknya, beberapa klub legendaris harus puas berada di zona play-off dan harus berjuang lebih keras untuk bisa melanjutkan kiprah mereka di turnamen paling bergengsi ini.

Dominasi Sempurna Arsenal Di Puncak Klasemen League Phase

Arsenal mencatatkan sejarah baru dengan memenangkan seluruh delapan pertandingan yang mereka lakoni di fase liga Liga Champions musim 2025/2026 secara beruntun. Pasukan Meriam London berhasil mengumpulkan total 24 poin, sebuah pencapaian yang sangat fantastis dan menunjukkan konsistensi performa yang luar biasa di setiap laga.

Penampilan gemilang Viktor Gyokeres, Kai Havertz, dan Gabriel Martinelli menjadi motor penggerak utama dalam setiap kemenangan yang diraih oleh kubu Emirates Stadium. Pada Kamis, 29 Januari 2026, ditekankan bahwa Arsenal tidak hanya menang secara skor, tetapi juga menunjukkan dominasi permainan yang sangat matang secara teknis dan juga taktis.

Bayern Munchen membuntuti di posisi kedua dengan raihan 21 poin, setelah hanya menelan satu kekalahan sepanjang babak fase liga yang sangat kompetitif ini. Keberhasilan kedua tim besar ini memastikan langkah mereka menuju babak gugur dengan status sebagai tim unggulan yang akan dihindari oleh tim-tim lain di pengundian nanti.

Solidnya lini pertahanan dan ketajaman lini serang menjadi kunci mengapa Arsenal mampu menyapu bersih seluruh poin yang tersedia di babak penyisihan grup yang menggunakan format baru ini. Fans Arsenal di seluruh dunia merayakan pencapaian ini dengan penuh antusiasme, sembari berharap tim kesayangan mereka dapat terus mempertahankan performa apik hingga partai final di masa depan.

Daftar Delapan Tim Teratas Yang Lolos Langsung Ke Babak 16 Besar

Selain Arsenal dan Bayern Munchen, terdapat enam tim lain yang juga berhasil mengamankan tiket otomatis menuju babak 16 besar tanpa harus melalui jalur play-off yang melelahkan. Persaingan di zona delapan besar ini berlangsung sangat sengit hingga pekan terakhir, di mana selisih gol menjadi penentu posisi akhir beberapa tim besar.

Liverpool, Tottenham, dan Barcelona secara berurutan menempati posisi ketiga hingga kelima setelah menunjukkan performa yang cukup stabil sepanjang fase penyisihan berlangsung. Pada Kamis, 29 Januari 2026, tercatat bahwa Chelsea, Sporting Lisbon, dan Manchester City melengkapi daftar delapan tim elit yang berhak langsung melaju ke fase gugur utama.

Menariknya, empat tim terakhir di zona delapan besar tersebut memiliki jumlah poin yang sama, yakni 16 poin, sehingga urutan posisi ditentukan berdasarkan produktivitas gol mereka. Hal ini menunjukkan betapa ketatnya persaingan antar klub elit Eropa dalam format liga baru yang diterapkan oleh UEFA untuk meningkatkan nilai kompetisi di mata publik.

Keberhasilan Sporting Lisbon masuk ke jajaran delapan besar menjadi kejutan tersendiri, membuktikan bahwa klub asal Portugal tersebut memiliki kualitas yang mampu bersaing dengan tim-tim raksasa dari liga top Eropa. Kedelapan tim ini kini dapat sedikit bernapas lega dan fokus mempersiapkan strategi untuk babak 16 besar sembari menunggu lawan yang akan muncul dari fase play-off nanti.

Raksasa Eropa Yang Terpaksa Berjuang Melalui Jalur Play-Off

Salah satu kejutan terbesar dari klasemen akhir fase liga ini adalah kegagalan beberapa tim unggulan untuk masuk ke jajaran delapan besar klasemen akhir. Real Madrid, Inter Milan, dan Juventus harus puas berada di zona play-off (peringkat 9-24) dan harus melakoni pertandingan tambahan guna memperebutkan tiket ke babak selanjutnya.

Real Madrid menempati posisi ke-9 dengan 15 poin, sementara Inter Milan dan juara bertahan PSG masing-masing berada di urutan ke-10 dan ke-11 klasemen sementara. Pada Kamis, 29 Januari 2026, dilaporkan bahwa kondisi ini memaksa para pelatih tim besar tersebut untuk mengevaluasi kinerja skuad mereka yang sempat mengalami pasang surut hasil di laga-laga krusial.

Tim-tim besar lainnya seperti Newcastle, Atletico Madrid, dan Borussia Dortmund juga harus melalui babak play-off yang diprediksi akan berlangsung sangat panas dan penuh dengan tekanan. Kehadiran nama-nama besar di zona play-off membuat pengundian babak tersebut sangat dinantikan oleh jutaan pasang mata pecinta sepak bola di seluruh penjuru dunia internasional.

Meskipun harus melalui babak tambahan, tim-tim ini tetap menjadi favorit untuk melaju ke babak 16 besar mengingat kedalaman skuad serta pengalaman yang mereka miliki di kancah internasional. Namun, mereka tidak boleh meremehkan tim-tim kuda hitam seperti Olympiacos dan Galatasaray yang juga berhasil bertahan di zona play-off dengan semangat juang yang sangat luar biasa.

Tim-Tim Yang Harus Tersingkir Dan Gagal Melaju Ke Fase Gugur

Format baru Liga Champions tahun ini juga memakan korban beberapa tim ternama yang gagal menembus posisi 24 besar klasemen akhir sehingga harus tereliminasi lebih awal. Napoli dan Ajax secara mengejutkan berada di luar zona kualifikasi setelah gagal meraih hasil maksimal pada pertandingan-pertandingan menentukan di pekan terakhir.

Napoli finis di posisi ke-31 dengan hanya mengoleksi 8 poin, sebuah hasil yang sangat mengecewakan bagi klub asal Italia tersebut di bawah kepemimpinan pelatih ternama mereka. Pada Kamis, 29 Januari 2026, tercatat bahwa Marseille juga harus tersingkir secara menyakitkan karena kalah selisih gol dari Benfica dalam perebutan tempat terakhir di zona play-off.

Beberapa tim lain seperti Villarreal dan Kairat Almaty terpuruk di dasar klasemen dengan raihan poin yang sangat minim sepanjang babak penyisihan berlangsung musim ini. Kegagalan tim-tim ini menjadi pelajaran berharga mengenai ketatnya persaingan di level tertinggi Eropa yang menuntut kesiapan fisik dan mental yang sangat prima dari setiap pemain.

Mata dunia kini tertuju pada proses pengundian babak play-off yang akan mempertemukan tim peringkat 9-16 melawan tim peringkat 17-24 dalam format kandang dan tandang. Pertandingan di fase ini diprediksi akan menyajikan drama yang tidak kalah menarik dibandingkan babak final, karena setiap tim akan bermain habis-habisan demi menjaga gengsi serta peluang mereka meraih gelar juara.

Terkini