Harga BBM Pertamina dan Shell Turun Mulai Februari 2026

Kamis, 29 Januari 2026 | 10:19:42 WIB
Harga BBM Pertamina dan Shell Turun Mulai Februari 2026

JAKARTA - Mulai 1 Februari 2026, konsumen di berbagai stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) akan merasakan perubahan harga bahan bakar minyak (BBM). Penyesuaian ini berlaku secara serentak untuk sejumlah operator, termasuk Pertamina, Shell, BP-AKR, dan Vivo. Penurunan harga ini terjadi untuk BBM non subsidi dan menjadi kabar baik bagi pemilik kendaraan serta sektor transportasi yang selama ini terbebani biaya operasional tinggi.

Penyesuaian harga BBM ini mengikuti tren fluktuasi pada awal tahun. Berdasarkan data dari situs resmi MyPertamina, beberapa produk Pertamina mengalami penurunan signifikan dibandingkan Desember 2025.

Penurunan Harga BBM Non Subsidi Pertamina

Untuk Pertamina, jenis Pertamax kini dijual Rp12.350 per liter, turun dari Rp12.750 per liter pada bulan sebelumnya. Sementara Pertamax Turbo turun menjadi Rp13.400 per liter dari Rp13.750 per liter. Produk Pertamax Green juga mengalami penyesuaian, kini dibanderol Rp13.150 per liter, lebih rendah dari Rp13.500 per liter.

Solar non subsidi juga mengalami penurunan cukup tajam. Dexlite turun dari Rp14.700 menjadi Rp13.500 per liter, sedangkan Pertamina Dex mengalami penyesuaian dari Rp15.000 menjadi Rp13.600 per liter. Di sisi lain, harga BBM bersubsidi tetap stabil, dengan Pertalite dijual Rp10.000 per liter dan Biosolar (Diesel CN48) Rp6.800 per liter.

Shell Juga Turunkan Seluruh Produk BBM

Shell turut melakukan penyesuaian harga. Shell Super kini dijual Rp12.700 per liter, turun dari Rp13.000 per liter. Shell V-Power dibanderol Rp13.190 per liter, lebih rendah dari Rp13.630 per liter. Shell V-Power Diesel turun dari Rp15.250 menjadi Rp13.860 per liter, sedangkan Shell V-Power Nitro+ kini seharga Rp13.480 per liter, turun dari Rp13.890 per liter.

Penyesuaian Harga BBM di BP-AKR dan Vivo

BP-AKR juga menyesuaikan harga produk mereka. BP Ultimate turun dari Rp13.630 menjadi Rp13.190 per liter, BP 92 dari Rp13.000 menjadi Rp12.500 per liter, dan BP Ultimate Diesel dari Rp15.250 menjadi Rp13.860 per liter.

Sementara itu, Vivo menurunkan harga Revvo 92 dari Rp13.000 menjadi Rp12.700 per liter. Diesel Primus Plus juga mengalami penurunan signifikan dari Rp15.250 menjadi Rp13.610 per liter. Namun, harga Revvo 90 dan Revvo 95 belum tercantum karena pasokan untuk kedua jenis tersebut masih belum tersedia.

Daftar Harga BBM Per Januari 2026

Berikut rincian harga BBM di SPBU Pertamina, Shell, BP-AKR, dan Vivo per Januari 2026:

Pertamina

Pertalite: Rp10.000 per liter

Solar Subsidi: Rp6.800 per liter

Pertamax (RON 92): Rp12.350 per liter

Pertamax Green (RON 95): Rp13.150 per liter

Pertamax Turbo (RON 98): Rp13.400 per liter

Dexlite: Rp13.500 per liter

Pertamina Dex: Rp13.600 per liter

Shell

Shell Super: Rp12.700 per liter

Shell V-Power: Rp13.190 per liter

Shell V-Power Diesel: Rp13.860 per liter

Shell V-Power Nitro+: Rp13.480 per liter

BP-AKR

BP Ultimate: Rp13.190 per liter

BP 92: Rp12.500 per liter

BP Ultimate Diesel: Rp13.860 per liter

Vivo

Revvo 92: Rp12.700 per liter

Diesel Primus Plus: Rp13.610 per liter

Revvo 90 & Revvo 95: belum tersedia

Implikasi Penurunan Harga bagi Konsumen

Penyesuaian harga BBM non subsidi ini diharapkan dapat meringankan biaya operasional kendaraan pribadi maupun kendaraan transportasi umum. Penurunan ini juga menjadi sinyal positif bagi pelaku bisnis yang mengandalkan BBM sebagai kebutuhan operasional utama.

Meski BBM subsidi tidak mengalami perubahan harga, penurunan harga BBM non subsidi tetap memberikan ruang bagi masyarakat yang menggunakan bahan bakar kelas menengah ke atas untuk menghemat pengeluaran.

Transparansi dan Pengumuman Serentak

Harga baru diumumkan secara resmi melalui situs MyPertamina, sekaligus menjadi panduan bagi konsumen dan SPBU agar dapat menyesuaikan harga secara serentak per 1 Februari 2026. Langkah ini menunjukkan koordinasi antaroperator BBM dalam menjaga keteraturan pasar dan memastikan penyesuaian harga tidak menimbulkan kebingungan bagi konsumen.

Dengan penyesuaian ini, masyarakat dapat lebih mudah merencanakan anggaran bahan bakar untuk bulan berikutnya, terutama menjelang kegiatan perjalanan atau kebutuhan transportasi yang meningkat di awal tahun.

Terkini