JAKARTA - Kehadiran jet tempur Rafale buatan Prancis menandai babak baru dalam penguatan alat utama sistem persenjataan udara Indonesia.
Pesawat tempur multirole tersebut bukan sekadar tambahan armada, tetapi juga simbol peningkatan kemampuan teknologi dan daya gentar pertahanan nasional di kawasan.
Rafale dikenal luas sebagai salah satu pesawat tempur paling canggih di kelasnya. Dirancang untuk menjalankan berbagai misi, mulai dari superioritas udara hingga serangan darat presisi, jet ini membawa kombinasi teknologi mutakhir, kelincahan manuver, serta sistem persenjataan yang terintegrasi.
Dikutip dari laman Dassault Aviaton, Rafale adalah pesawat tempur generasi 4.5 bermesin ganda. Pesawat ini bersayap delta canard buatan Prancis, yang dirancang oleh Dassault Aviation, untuk performa terbaik di udara.
Pesawat ini tangguh dalam serangan dan mode pengintaian. Spesifikasi utamanya meliputi panjang 15,30 m dengan bentang sayap ~10,9 m.
Performa Udara dan Daya Hantam Tinggi
Keunggulan utama Rafale terletak pada kemampuannya beroperasi dalam berbagai skenario tempur. Dengan desain sayap delta canard, pesawat ini memiliki kestabilan tinggi sekaligus kelincahan saat melakukan manuver tajam. Hal ini membuatnya efektif dalam dogfight maupun misi serangan presisi jarak jauh.
Adapun kecepatan maksimum Mach 1,8 dan kapasitas muatan 9.500 kg melalui 14 titik pemasangan senjata. Ditenagai oleh dua mesin Snecma M88, pesawat ini dilengkapi radar AESA RBE2 dan sistem peperangan elektronik SPECTRA.
Radar AESA (Active Electronically Scanned Array) RBE2 memungkinkan deteksi dan pelacakan banyak target secara simultan dalam jarak jauh, bahkan dalam kondisi cuaca buruk. Sementara sistem peperangan elektronik SPECTRA dirancang untuk memberikan perlindungan menyeluruh dari ancaman radar dan rudal musuh, termasuk kemampuan deteksi dini serta pengacauan sinyal lawan.
Dengan kombinasi tersebut, Rafale tidak hanya mengandalkan kecepatan, tetapi juga keunggulan informasi di medan tempur. Pilot dapat memperoleh gambaran situasi udara yang lebih lengkap, sehingga pengambilan keputusan bisa dilakukan dengan lebih cepat dan akurat.
Tiga Unit Pertama Resmi Tiba
Kedatangan Rafale ke Indonesia bukan lagi sekadar rencana, melainkan sudah terealisasi. Tahap awal pengiriman jet tempur ini telah mendarat dan siap memperkuat jajaran TNI Angkatan Udara.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan Brigjen TNI Rico Sirait mengatakan ada tiga pesawat yang sudah tiba di Indonesia. Dia memastikan TNI AU sudah bisa mengoperasikan tiga pesawat tempur Rafale yang sudah sampai di Indonesia.
"Tiga unit pesawat tempur Rafale telah tiba di Indonesia dan saat ini berada di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru. Secara administratif dan teknis, pesawat tersebut telah diserahterimakan dan sudah dapat digunakan oleh TNI AU," kata Rico.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa proses serah terima tidak hanya bersifat simbolis, tetapi juga telah memenuhi aspek administratif dan teknis. Artinya, ketiga pesawat tersebut sudah masuk dalam kesiapan operasional dan bisa digunakan sesuai kebutuhan pertahanan udara nasional.
Bagian dari Kontrak Besar 42 Pesawat
Kedatangan tiga pesawat tempur itu merupakan gelombang pertama dari total 42 Rafale yang telah dipesan Indonesia.
Langkah pengadaan ini termasuk salah satu pembelian alutsista terbesar dalam sejarah modernisasi TNI AU. Dengan jumlah yang signifikan, Rafale diharapkan mampu memperkuat postur pertahanan udara Indonesia secara merata, baik untuk pengamanan wilayah perbatasan, jalur strategis, maupun objek vital nasional.
Namun Rico tidak menjelaskan secara rinci kapan persisnya pesawat gelombang kedua dan ketiga akan datang.
Meski jadwal kedatangan selanjutnya belum dipaparkan secara detail, keberadaan gelombang pertama sudah memberikan gambaran arah modernisasi kekuatan udara Indonesia. Rafale dirancang sebagai pesawat tempur multirole, sehingga satu platform bisa menjalankan beragam misi tanpa perlu banyak jenis pesawat berbeda.
Dengan adanya pesawat tempur Rafale, dia memastikan TNI AU akan semakin kuat dalam menjaga wilayah udara Indonesia.
Dorong Lompatan Kekuatan Udara Nasional
Tercatat Kementerian Pertahanan telah memborong sebanyak 42 jet tempur Rafale buatan Dassault Aviation Prancis setelah kontrak pembelian tahap ketiga untuk 18 unit terakhir efektif.
Pengadaan tersebut menunjukkan komitmen jangka panjang pemerintah dalam memperbarui armada tempur udara. Rafale diharapkan mampu menjawab tantangan dinamika kawasan yang semakin kompleks, sekaligus meningkatkan interoperabilitas dengan sistem pertahanan modern lainnya.
Lebih dari sekadar alat tempur, kehadiran Rafale juga membuka peluang transfer pengetahuan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan kerja sama pertahanan antara Indonesia dan Prancis. Dengan teknologi yang diusungnya, Rafale menjadi salah satu tulang punggung baru dalam menjaga kedaulatan udara Tanah Air di masa mendatang.