Gawat! Virus Nipah Merebak di India, Kemenkes Perketat Pengawasan di Pintu Masuk Indonesia

Selasa, 27 Januari 2026 | 14:10:05 WIB
Gawat! Virus Nipah Merebak di India, Kemenkes Perketat Pengawasan di Pintu Masuk Indonesia

JAKARTA – Meningkatnya jumlah kasus virus Nipah di India membuat pemerintah Indonesia meningkatkan kewaspadaan. Meskipun hingga saat ini belum ada kasus yang terdeteksi di Indonesia, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan langkah-langkah antisipasi diperketat, khususnya di pintu-pintu masuk negara, guna mencegah potensi penyebaran virus ini.

Kewaspadaan Meningkat di Pintu Masuk Negara

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, menegaskan bahwa meskipun belum ada kasus Nipah yang ditemukan di Indonesia, pengawasan di bandara dan pelabuhan internasional diperketat. Setiap pelaku perjalanan internasional akan melalui skrining kesehatan yang ketat, menggunakan thermal scanner dan pengisian data kesehatan. Jika ditemukan adanya gejala yang mencurigakan, mereka akan langsung diperiksa lebih lanjut.

“Pemerintah sudah menyiapkan sistem deteksi dini, termasuk thermal scanner di bandara. Setiap orang yang datang ke Indonesia wajib mengisi data kesehatan. Jika terdeteksi ada masalah kesehatan, kami akan segera melakukan pemeriksaan lebih lanjut,” jelas Aji Muhawarman, di Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Virus Nipah dan Tingkat Fatalitas yang Mengerikan

Virus Nipah merupakan penyakit zoonosis, yang artinya dapat ditularkan dari hewan ke manusia. Aji menjelaskan bahwa penyakit ini sangat berbahaya karena memiliki tingkat fatalitas yang tinggi, berkisar antara 40 hingga 70 persen pada pasien dengan gejala berat. Saat ini, belum ada vaksin atau obat khusus yang dapat digunakan untuk menangani infeksi virus Nipah, menjadikan pencegahan dan kewaspadaan masyarakat sebagai langkah utama untuk menghindari penularan.

“Virus Nipah bisa sangat mematikan. Oleh karena itu, kita harus sangat berhati-hati. Masyarakat perlu waspada dan mengikuti langkah-langkah pencegahan yang sudah disarankan,” tambah Aji.

Imbauan Pencegahan untuk Masyarakat

Kemenkes juga mengimbau masyarakat untuk menjaga pola hidup bersih dan sehat sebagai langkah pencegahan utama. Virus Nipah dapat ditularkan melalui kontak langsung dengan hewan, terutama daging hewan yang tidak dimasak dengan baik. Masyarakat diminta untuk memastikan makanan dimasak sempurna dan buah-buahan dicuci bersih sebelum dikonsumsi.

“Daging harus dimasak dengan sempurna, dan pastikan buah-buahan dicuci bersih. Hindari konsumsi produk yang berisiko terkontaminasi,” ungkap Aji.

Selain itu, penting bagi masyarakat untuk memperkuat imunitas tubuh dengan menjaga pola makan yang sehat, rutin beraktivitas fisik, serta segera melakukan isolasi mandiri dan memakai masker jika mengalami gejala penyakit.

Gejala Virus Nipah yang Perlu Diwaspadai

Virus Nipah memiliki masa inkubasi yang cukup panjang, yaitu antara 4 hari hingga beberapa minggu. Gejala awal dari infeksi virus Nipah dapat berupa demam, batuk, dan sakit kepala. Jika seseorang baru saja bepergian dari luar negeri, terutama India, dan merasakan gejala-gejala tersebut, mereka disarankan untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

“Masyarakat yang baru kembali dari luar negeri, khususnya dari India, dan mengalami gejala seperti demam, batuk, atau sakit kepala, disarankan untuk segera periksa ke fasilitas kesehatan,” tutup Aji Muhawarman.

Menjaga Diri dan Negara dari Virus Nipah

Dengan meningkatnya kasus virus Nipah di India, kewaspadaan dan kesiapsiagaan Indonesia dalam menghadapi potensi masuknya virus ini menjadi sangat penting. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun waspada, serta mengikuti langkah-langkah pencegahan yang sudah ditetapkan pemerintah. Pemeriksaan kesehatan yang ketat di pintu masuk negara, serta pola hidup sehat, menjadi kunci untuk melindungi diri dan orang lain dari penyebaran virus Nipah.

Terkini