Singapura Luncurkan Program Karbon Biru, Dukung Solusi Lingkungan Berkelanjutan

Selasa, 27 Januari 2026 | 14:10:05 WIB
Singapura Luncurkan Program Karbon Biru, Dukung Solusi Lingkungan Berkelanjutan

JAKARTA - Singapura mengumumkan peluncuran Blue Carbon Support Programme (Program Dukungan Karbon Biru/BCSP) yang bertujuan untuk memperkuat kredibilitas ilmiah dan skalabilitas komersial terkait solusi karbon berbasis alam. Program ini merupakan kolaborasi antara Singapore Economic Development Board (EDB) dan World Wide Fund for Nature (WWF) Singapura. Inisiatif ini diharapkan dapat mempercepat implementasi solusi yang berbasis pada konservasi dan pemulihan ekosistem alam, khususnya dalam menangani masalah perubahan iklim melalui penyimpanan karbon yang lebih efisien dan terukur.

Pentingnya Solusi Karbon Berbasis Alam

Solusi karbon berbasis alam (natural climate solutions) telah mendapatkan perhatian global dalam beberapa tahun terakhir karena kemampuannya dalam menyerap karbon dioksida (CO2) dari atmosfer. Keberhasilan dalam memanfaatkan ekosistem alami, seperti mangrove, padang lamun, dan hutan bakau, menjadi bagian penting dari strategi global untuk mengurangi dampak perubahan iklim. Menurut Rueban Manokara, Global Lead of the Carbon Finance and Markets Taskforce di WWF Singapura, solusi ini memerlukan integritas tinggi yang didukung oleh ketelitian ilmiah, transparansi dalam pengukuran, serta implementasi yang efektif di lapangan. Melalui program ini, WWF Singapura berkomitmen untuk bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memperkuat kualitas serta skalabilitas proyek-proyek karbon biru di Asia.

Kolaborasi Strategis dengan EDB dan WWF

Dalam Blue Carbon Support Programme, WWF Singapura akan berkolaborasi dengan penyedia teknologi, peneliti, dan pengembang proyek untuk membawa solusi karbon berbasis alam ke tingkat yang lebih praktis dan terukur. Kerja sama ini bertujuan untuk menjembatani inovasi dengan kebutuhan dunia nyata yang dapat diterapkan secara luas di seluruh Asia. Melalui pelatihan yang terarah, dukungan teknis, serta implementasi proyek-proyek nyata, program ini diharapkan mampu memperkuat kredibilitas ilmiah dan memaksimalkan potensi pasar karbon di wilayah ini.

Dengan adanya program ini, Singapura berharap bisa memperkuat posisinya sebagai pusat pengelolaan karbon di Asia Tenggara. Negara ini juga menunjukkan komitmennya dalam mendukung solusi-solusi berbasis alam untuk mencapai target pengurangan emisi karbon global yang lebih ambisius. Dalam hal ini, sektor bisnis, teknologi, dan penelitian akan menjadi bagian penting dari keberhasilan program.

Mengapa Karbon Biru?

Karbon biru merujuk pada upaya untuk memanfaatkan ekosistem pesisir yang mampu menyerap karbon secara alami. Ekosistem tersebut termasuk mangrove, terumbu karang, padang lamun, dan hutan bakau, yang memiliki kemampuan luar biasa dalam menyerap karbon dioksida lebih banyak dibandingkan ekosistem darat. Inilah alasan mengapa solusi karbon biru semakin banyak diperhatikan oleh negara-negara yang ingin mengurangi emisi karbon mereka tanpa bergantung sepenuhnya pada teknologi tinggi.

Singapura, sebagai pusat ekonomi yang maju di Asia Tenggara, menyadari bahwa solusi berbasis alam seperti ini menjadi cara yang efektif untuk mengatasi krisis iklim sambil meningkatkan daya saing negara di pasar karbon global. Melalui BCSP, Singapura berharap dapat meningkatkan pemahaman dan penerapan teknologi serta sistem yang dapat mendukung pengelolaan karbon biru secara lebih optimal.

Pelatihan dan Dukungan Teknologi untuk Pengembangan Proyek

Program ini juga menekankan pentingnya pelatihan dan transfer pengetahuan kepada para pelaku industri yang terlibat. WWF Singapura, bersama dengan mitra teknologinya, akan memberikan dukungan teknis dalam bentuk pelatihan dan pembekalan keterampilan, serta membantu memastikan bahwa proyek-proyek karbon biru yang dilaksanakan tidak hanya memiliki dampak positif terhadap lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal. Inovasi dalam pengukuran karbon dan verifikasi proyek juga menjadi fokus utama dalam program ini, agar hasil yang dicapai dapat dipertanggungjawabkan secara transparan dan dipercaya oleh pasar.

Rueban Manokara menegaskan bahwa keberhasilan inisiatif ini sangat bergantung pada kolaborasi antara sektor swasta, akademisi, dan pemerintah untuk menciptakan sistem yang lebih baik dalam hal mitigasi perubahan iklim. Melalui integrasi teknologi, penelitian, dan kebijakan yang mendukung, program ini dapat menjadi model untuk pengelolaan karbon berbasis alam yang lebih luas, tidak hanya di Singapura, tetapi juga di negara-negara tetangga di Asia Tenggara.

Tujuan Program dalam Konteks Perubahan Iklim Global

Singapura juga berambisi untuk memperkuat perannya dalam upaya mitigasi perubahan iklim global. Dengan meluncurkan Blue Carbon Support Programme, Singapura berharap dapat memberikan kontribusi signifikan dalam hal pengurangan emisi karbon melalui pemulihan ekosistem alami yang telah terbukti efektif dalam menyerap karbon. Melalui program ini, Singapura ingin menjadi pionir dalam implementasi solusi berbasis alam yang dapat dicontohkan oleh negara lain.

Selain itu, Singapura berkomitmen untuk memperkenalkan mekanisme pasar karbon yang lebih transparan dan dapat diakses oleh banyak pihak, dari pemerintah hingga sektor swasta. Inisiatif ini menjadi bagian dari rencana jangka panjang Singapura untuk mencapai target net-zero emissions pada tahun 2050. Negara ini juga memandang pentingnya peran sektor swasta dalam menciptakan peluang investasi yang mendukung keberlanjutan lingkungan, termasuk dalam proyek-proyek karbon biru.

Meningkatkan Kerja Sama Regional untuk Dampak Global

Singapura menyadari bahwa untuk mencapai dampak yang signifikan dalam pengurangan emisi karbon, diperlukan kerja sama regional yang erat antara negara-negara di Asia Tenggara. Negara-negara ini memiliki ekosistem pesisir yang kaya dan potensial untuk digunakan dalam solusi karbon biru, namun implementasinya memerlukan upaya bersama dalam hal penelitian, teknologi, dan kebijakan. Oleh karena itu, Blue Carbon Support Programme diharapkan dapat memperkuat jaringan kerjasama antara negara-negara di kawasan ini untuk menciptakan pasar karbon yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan.

Terkini