JAKARTA - Danantara bersiap untuk melantai di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2026.
Langkah ini menandai ekspansi strategis anak usaha BUMN ke pasar saham. Kehadiran Danantara diharapkan mendorong aktivitas transaksi saham nasional.
BEI memberikan sinyal positif terkait rencana tersebut. Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa, Irvan Susandy, menegaskan kesiapan Danantara. Perusahaan kini memiliki lini asset management untuk mengelola portofolio investasi dan dana transaksional.
Stimulus bagi BUMN Lain untuk IPO
Masuknya Danantara diharapkan menjadi stimulus bagi BUMN lain. Dalam dua tahun terakhir hingga awal 2026, belum ada BUMN maupun anak usahanya yang melakukan IPO. Kehadiran Danantara memberi momentum untuk kembali menghidupkan pasar saham BUMN.
Irvan menekankan bahwa fokus pasar modal tidak hanya pada obligasi. IPO BUMN diharapkan menambah ragam instrumen di pasar saham. Hal ini juga mendorong peningkatan likuiditas pasar secara keseluruhan.
Langkah Strategis dan Patriot Bond
Sebelumnya, Danantara sukses menerbitkan Patriot Bond senilai Rp50 triliun melalui private placement. Obligasi ini diserap oleh sejumlah konglomerat besar di Indonesia. Kini, Danantara menyiapkan penerbitan Patriot Bond lanjutan senilai US$1,2 miliar atau sekitar Rp20 triliun.
Langkah ini memperkuat posisi strategis Danantara dalam menghimpun dana investasi besar. Dana tersebut ditujukan untuk mendukung ketahanan ekonomi nasional. Patriot Bond menunjukkan kemampuan perusahaan dalam mengelola instrumen keuangan berskala besar.
Koordinasi dan Persiapan Teknis
Direktur Utama BEI, Iman Rachman, melakukan pertemuan strategis dengan manajemen Danantara. Pertemuan ini bertujuan mematangkan koordinasi teknis IPO. Realisasi masuknya Danantara diperkirakan meningkatkan likuiditas pasar modal di kuartal kedua 2026.
Koordinasi ini mencakup penyesuaian regulasi dan persyaratan administrasi. Dengan persiapan matang, proses IPO diharapkan berjalan lancar. Keberhasilan ini akan menjadi tolok ukur bagi IPO anak usaha BUMN berikutnya.
Dampak Positif bagi Pasar Modal Indonesia
Masuknya Danantara berpotensi menstimulasi minat investor domestik dan internasional. Hal ini juga memperluas portofolio investasi di pasar saham. Investor dapat mengakses peluang baru dari sektor BUMN yang sebelumnya terbatas pada obligasi.
Dengan IPO, Danantara berperan dalam meningkatkan kepercayaan terhadap pasar modal Indonesia. Langkah ini selaras dengan target pertumbuhan ekonomi dan ekspansi sektor keuangan. Kehadiran Danantara di pasar saham diharapkan menjadi model bagi perusahaan BUMN lainnya untuk menambah instrumen saham.