Jangan Anggap Sepele, 10 Gejala Kekurangan Vitamin B12 yang Perlu Diwaspadai

Selasa, 27 Januari 2026 | 10:53:21 WIB
Jangan Anggap Sepele, 10 Gejala Kekurangan Vitamin B12 yang Perlu Diwaspadai

JAKARTA - Kondisi tubuh yang sering terasa lelah, sulit berkonsentrasi, hingga perubahan suasana hati kerap dianggap sebagai akibat stres atau kurang tidur. 

Padahal, keluhan tersebut bisa menjadi sinyal bahwa tubuh kekurangan salah satu nutrisi penting, yakni vitamin B12. Vitamin ini memiliki peran krusial dalam pembentukan sel darah merah, menjaga fungsi saraf, serta mendukung kinerja otak. 

Ketika asupannya tidak mencukupi atau penyerapannya terganggu, berbagai gangguan fisik dan mental dapat muncul secara perlahan. Mengenali tanda-tandanya sejak dini penting agar penanganan bisa dilakukan sebelum berdampak lebih serius pada kesehatan.

Dilansir dari ndtv, terdapat sepuluh gejala utama yang sering dikaitkan dengan kekurangan vitamin B12. Gejala-gejala ini bisa muncul secara bertahap dan sering kali diabaikan karena mirip dengan keluhan umum lainnya.

Berikut 10 gejala kekurangan vitamin B12 

Kelelahan
Jika Anda merasa lelah meskipun sudah cukup tidur dan mengalami kelemahan tubuh yang terus-menerus, kadar vitamin B12 Anda mungkin rendah. Kekurangan vitamin B12 menyebabkan anemia megaloblastik, yaitu kondisi ketika tubuh kekurangan sel darah merah sehat untuk membawa oksigen ke jaringan. Akibatnya, tubuh terasa lemah, lesu, dan cepat lelah.

Kulit pucat atau kekuningan
Kulit yang tampak pucat atau memiliki rona kekuningan bisa menjadi tanda kekurangan vitamin B12. Hal ini terjadi karena anemia membuat produksi sel darah merah tidak efektif, sehingga kadar bilirubin meningkat dan memengaruhi warna kulit.

Mati rasa dan kesemutan
Sensasi kesemutan atau mati rasa di tangan dan kaki merupakan gejala neurologis awal dari kekurangan vitamin B12. Kondisi ini muncul karena vitamin B12 berperan penting dalam menjaga lapisan pelindung saraf. Jika lapisan tersebut rusak, sinyal saraf tidak dapat berjalan dengan normal.

Kesulitan berjalan atau gangguan keseimbangan
Kekurangan vitamin B12 dapat memengaruhi sistem saraf pusat yang mengatur koordinasi tubuh. Akibatnya, seseorang bisa mengalami kesulitan berjalan lurus atau sering kehilangan keseimbangan. Kondisi ini meningkatkan risiko terjatuh dan cedera.

Sariawan dan peradangan lidah
Sariawan, lidah terasa nyeri, atau tampak merah dan bengkak merupakan manifestasi oral klasik dari kekurangan vitamin B12. Hal ini terjadi karena regenerasi sel di jaringan mulut terganggu saat tubuh kekurangan vitamin ini.

Masalah penglihatan
Gangguan penglihatan seperti pandangan kabur atau menurunnya ketajaman visual bisa menjadi tanda kekurangan vitamin B12. Dalam kasus tertentu, kondisi ini berkaitan dengan neuropati optik, yaitu gangguan pada saraf mata akibat kekurangan nutrisi penting.

Perubahan suasana hati
Perubahan suasana hati yang tiba-tiba, seperti mudah marah atau depresi, dapat terjadi ketika kadar vitamin B12 rendah. Hal ini berkaitan dengan gangguan proses kimia di otak yang memengaruhi produksi zat pengatur emosi.

Kehilangan ingatan dan penurunan kognitif
Sulit mengingat sesuatu, mudah lupa, atau kesulitan berkonsentrasi bisa menjadi tanda kekurangan vitamin B12. Kekurangan vitamin ini dapat mengganggu fungsi otak dan meningkatkan risiko gangguan kognitif serta masalah neuropsikiatri.

Sesak napas dan pusing
Sesak napas dan pusing dapat muncul ketika kadar vitamin B12 sangat rendah. Penyebabnya adalah anemia megaloblastik yang mengganggu kemampuan darah mengangkut oksigen. Akibatnya, pasokan oksigen ke otak berkurang sehingga memicu rasa pusing.

Anemia dan hemoglobin rendah
Kekurangan vitamin B12 menyebabkan anemia megaloblastik, yaitu kondisi ketika tubuh memproduksi sel darah merah besar dan abnormal yang tidak berfungsi optimal. Hal ini menyebabkan kadar hemoglobin menurun, sehingga tubuh kekurangan oksigen dan menimbulkan gejala seperti lemah, pucat, dan cepat lelah.

Terkini