Survei Panas Bumi Cubadak Panti Diperkuat PGEO untuk Pengembangan Energi Terbarukan

Selasa, 27 Januari 2026 | 10:11:22 WIB
Survei Panas Bumi Cubadak Panti Diperkuat PGEO untuk Pengembangan Energi Terbarukan

JAKARTA - Penugasan survei panas bumi kembali menegaskan arah pengembangan energi terbarukan nasional. 

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk memperoleh kepercayaan untuk menjalankan tahapan survei pendahuluan dan eksplorasi di wilayah Cubadak Panti. Langkah ini dinilai strategis dalam memperkuat fondasi pengembangan panas bumi di Indonesia.

Penetapan tersebut dilakukan melalui proses seleksi yang berlangsung kompetitif. Hasil seleksi menempatkan PGEO sebagai peraih peringkat tertinggi. Capaian ini menjadi pijakan awal sebelum memasuki tahapan administratif lanjutan.

Penugasan yang diterima membuka ruang bagi optimalisasi potensi sumber daya energi bersih. PGEO diposisikan sebagai pelaksana yang dinilai memiliki kesiapan teknis dan pengalaman. Dengan demikian, pengembangan wilayah panas bumi dapat dilakukan secara terarah.

Hasil Seleksi dan Tahapan Penugasan

PGEO berhasil mencatatkan nilai penilaian tertinggi dalam proses seleksi yang dilakukan pemerintah. Nilai yang diraih mencapai 87,01 dan mengungguli peserta lainnya. Peringkat tersebut menjadi dasar penunjukan sebagai calon pelaksana penugasan.

Setelah penetapan tersebut, perusahaan akan melanjutkan pemenuhan ketentuan administratif. Seluruh tahapan dilakukan sesuai aturan yang berlaku. Proses ini menjadi bagian penting sebelum kegiatan lapangan dimulai.

Pelaksanaan penugasan survei pendahuluan dan eksplorasi dirancang untuk memperoleh data awal yang komprehensif. Data tersebut diperlukan untuk menilai kelayakan pengembangan panas bumi. Dengan perencanaan matang, risiko teknis dapat diminimalkan.

Potensi Wilayah Cubadak Panti

Wilayah Cubadak Panti berada di Kabupaten Pasaman dan Pasaman Barat, Sumatra Barat. Area ini mencakup luas sekitar 29.897 hektare. Lokasi tersebut dikenal memiliki indikasi potensi panas bumi yang menjanjikan.

Berdasarkan data awal, potensi cadangan panas bumi di wilayah ini diperkirakan mencapai 77 megawatt listrik. Angka tersebut menunjukkan peluang pengembangan pembangkit energi bersih. Potensi ini diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal.

Keberadaan potensi panas bumi di kawasan tersebut mendukung penguatan pasokan energi regional. Pengembangan yang tepat akan memberikan manfaat ekonomi bagi daerah. Selain itu, masyarakat sekitar berpeluang merasakan dampak positifnya.

Dukungan terhadap Transisi Energi

Penugasan ini menjadi bagian dari kontribusi PGEO terhadap agenda transisi energi nasional. Panas bumi dipandang sebagai sumber energi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Pengembangannya sejalan dengan upaya dekarbonisasi nasional.

Melalui proyek ini, PGEO berpeluang menambah cadangan sumber daya panas bumi di luar wilayah kerja eksisting. Saat ini, perusahaan mengelola potensi panas bumi sebesar 3 gigawatt. Penambahan cadangan akan memperkuat portofolio energi terbarukan.

Komitmen tersebut juga mendukung peningkatan porsi energi bersih dalam bauran energi nasional. Penguatan bauran energi menjadi langkah penting menuju ketahanan energi. Dengan diversifikasi sumber, ketergantungan pada energi fosil dapat ditekan.

Pengalaman dan Kapasitas PGEO

Sebagai pionir pengembangan panas bumi, PGEO telah beroperasi lebih dari empat dekade. Pengalaman panjang ini menjadi modal utama dalam menjalankan penugasan baru. Keahlian teknis dan manajerial telah teruji dalam berbagai proyek.

Saat ini, PGEO mengelola kapasitas terpasang sebesar 727 megawatt. Kapasitas tersebut berasal dari enam wilayah operasi yang dikelola secara mandiri. Operasi ini menunjukkan konsistensi perusahaan dalam mengembangkan energi panas bumi.

Pengalaman tersebut memberi keyakinan bahwa PGEO mampu menjalankan survei dan eksplorasi secara optimal. Setiap tahapan dirancang sesuai standar keselamatan dan keberlanjutan. Pendekatan ini penting untuk menjaga kelestarian lingkungan.

Proyek Strategis dan Target Jangka Panjang

Selain penugasan Cubadak Panti, PGEO tengah mengembangkan sejumlah proyek strategis. Di antaranya adalah PLTP Hululais Unit 1 dan Unit 2 dengan kapasitas total 110 megawatt. Proyek ini menjadi bagian penting dari ekspansi kapasitas.

PGEO juga menggarap proyek co-generation dengan total kapasitas mencapai 230 megawatt. Pengembangan ini memaksimalkan pemanfaatan sumber daya panas bumi. Efisiensi energi menjadi fokus utama dalam proyek tersebut.

Ke depan, perusahaan mempersiapkan pengembangan PLTP Lumut Balai Unit 3 berkapasitas 55 megawatt. Proyek ini ditargetkan beroperasi secara komersial pada 2030. Seluruh portofolio tersebut mendukung target swasembada energi dan Net Zero Emission 2060.

Terkini