Papan Interaktif Digital Permudah Pemahaman Konsep Sains Melalui Visualisasi Pembelajaran

Senin, 26 Januari 2026 | 10:22:34 WIB
Papan Interaktif Digital Permudah Pemahaman Konsep Sains Melalui Visualisasi Pembelajaran

JAKARTA - Transformasi pembelajaran di ruang kelas terus dilakukan pemerintah untuk menjawab tantangan pendidikan abad ke-21.

Salah satu fokus utama perubahan tersebut adalah pembelajaran sains, yang selama ini kerap dianggap sulit karena sarat dengan konsep abstrak dan rumus. Melalui pemanfaatan teknologi digital, proses belajar kini diarahkan agar lebih visual, kontekstual, dan mudah dipahami oleh siswa di berbagai daerah, termasuk wilayah dengan keterbatasan infrastruktur.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mendorong perubahan tersebut melalui pemberian Papan Interaktif Digital (PID) ke satuan pendidikan. Kehadiran perangkat ini tidak hanya ditujukan untuk modernisasi kelas, tetapi juga sebagai sarana mendukung implementasi pembelajaran mendalam atau deep learning, khususnya pada mata pelajaran sains.

Transformasi Pembelajaran Sains Berbasis Digital

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menegaskan bahwa program Digitalisasi Pembelajaran dirancang sebagai strategi besar untuk meningkatkan mutu pendidikan secara merata. Menurutnya, transformasi ini bukan sekadar pengadaan perangkat, tetapi upaya sistematis agar proses belajar lebih relevan dengan perkembangan zaman.

“Digitalisasi Pembelajaran menjangkau lebih dari 288.000 satuan pendidikan di seluruh Indonesia. Kami tentu saja sangat berharap agar pemenuhan sarana prasarana ini dapat menjadi semangat untuk kita memberikan layanan pendidikan yang bermutu,” ujar Mu'ti di Jakarta, Minggu.

Melalui program ini, ruang kelas tidak lagi terbatas pada papan tulis konvensional. Materi pembelajaran dapat ditampilkan secara dinamis, interaktif, dan mudah disesuaikan dengan kebutuhan siswa. Hal ini dinilai penting, terutama untuk mata pelajaran sains yang menuntut pemahaman proses, bukan sekadar hafalan.

Kemendikdasmen melihat bahwa pendekatan visual dan interaktif mampu membantu siswa memahami konsep yang selama ini sulit dicerna. Dengan PID, siswa dapat menyaksikan simulasi, animasi, serta proses ilmiah yang sebelumnya hanya dijelaskan secara teoritis.

Menjangkau Daerah Sulit dengan Dukungan Infrastruktur Lengkap

Salah satu tantangan utama pemerataan pendidikan di Indonesia adalah kondisi geografis. Banyak sekolah berada di wilayah terpencil dengan keterbatasan listrik dan jaringan internet. Untuk itu, pemerintah memastikan bahwa digitalisasi pembelajaran tidak berhenti pada pengiriman perangkat semata.

Menteri Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa untuk daerah yang sulit dijangkau, pemerintah memberikan paket bantuan yang bersifat menyeluruh.

“Kami tidak hanya mengirimkan PID, tetapi kami juga bantu listriknya dan jaringannya dengan Starlink, sehingga PID dapat digunakan untuk mendukung pembelajaran jarak jauh,” kata Mu'ti.

Langkah ini menunjukkan bahwa transformasi digital pendidikan dilakukan dengan pendekatan inklusif. Dengan dukungan listrik dan jaringan internet, PID dapat dimanfaatkan secara optimal, baik untuk pembelajaran tatap muka maupun jarak jauh. Pemerintah berharap kebijakan ini mampu memperkecil kesenjangan kualitas pendidikan antarwilayah.

Mengubah Cara Siswa Memahami Konsep Sains

Selama ini, pembelajaran sains di sekolah sering kali berfokus pada penguasaan rumus tanpa pemahaman mendalam terhadap proses ilmiah di baliknya. Banyak siswa menghafal konsep, tetapi kesulitan menjelaskan makna dan penerapannya dalam kehidupan nyata.

Menurut Mendikdasmen, pendekatan seperti ini perlu diubah. Konsep-konsep abstrak dalam sains, seperti teori kinetik gas yang menjelaskan hubungan tekanan, volume, dan suhu, kerap menjadi kendala bagi siswa karena sulit dibayangkan.

Melalui pemanfaatan Papan Interaktif Digital, pembelajaran bergerak dari abstraksi menuju visualisasi. Proses ilmiah dapat ditampilkan secara konkret melalui animasi dan simulasi, sehingga siswa tidak hanya membaca atau mendengar penjelasan, tetapi juga melihat langsung bagaimana suatu konsep bekerja.

Pendekatan ini dinilai mampu meningkatkan daya nalar siswa serta mendorong mereka untuk berpikir kritis. Dengan visualisasi yang tepat, siswa dapat mengaitkan teori dengan fenomena nyata, sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna.

Pengalaman Guru dan Siswa di Ruang Kelas

Manfaat penggunaan PID di ruang kelas dirasakan langsung oleh tenaga pendidik dan peserta didik. Kepala SMAN 1 Indralaya, Pudyo Laksono, menyampaikan bahwa papan interaktif digital sangat membantu dalam menjelaskan materi yang sebelumnya sulit dipahami siswa.

“Terkait teori kinetik gas pada hukum Boyle misalnya, siswa kini tak lagi sekadar mengabstraksi hubungan antara tekanan, volume, dan suhu, melainkan dapat melihat visualisasi pergerakan partikel secara langsung melalui papan interaktif digital. Saat simulasi pompa dilakukan untuk menekan partikel di dalam wadah, siswa dapat mengamati terjadinya pergesekan antarpartikel hingga munculnya indikator tutup wadah yang terlepas, yang secara konkret menunjukkan adanya tekanan yang sangat besar dalam sistem tersebut,” ujarnya.

Dengan metode ini, proses belajar menjadi lebih hidup dan interaktif. Siswa tidak hanya berperan sebagai penerima informasi, tetapi juga sebagai pengamat aktif yang terlibat dalam pembelajaran. Guru pun lebih mudah menjelaskan materi kompleks karena didukung visualisasi yang jelas dan sistematis.

Menuju Pembelajaran Bermutu dan Berkelanjutan

Program pemberian Papan Interaktif Digital menjadi bagian dari upaya jangka panjang pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional. Melalui integrasi teknologi, diharapkan pembelajaran sains tidak lagi dianggap sebagai mata pelajaran yang sulit dan membosankan, melainkan sebagai proses eksplorasi yang menarik dan menantang.

Kemendikdasmen menaruh harapan besar agar pemanfaatan PID dapat mendorong perubahan budaya belajar di sekolah. Dengan dukungan infrastruktur, kompetensi guru, dan pendekatan pembelajaran yang tepat, transformasi digital diharapkan mampu menciptakan layanan pendidikan yang bermutu, merata, dan berkelanjutan bagi seluruh peserta didik di Indonesia.

Terkini