Perkuat Pemenuhan Gizi Anak, Polres Lingga Targetkan Lima Dapur SPPG Aktif

Senin, 26 Januari 2026 | 08:22:26 WIB
Perkuat Pemenuhan Gizi Anak, Polres Lingga Targetkan Lima Dapur SPPG Aktif

JAKARTA - Upaya pemenuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak, terus diperkuat di Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau.

Kepolisian Resor (Polres) Lingga mengambil peran aktif dengan mendorong percepatan operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berada di bawah naungan Yayasan Kemala Bhayangkari. Program ini diharapkan menjadi bagian penting dalam mendukung kebijakan nasional terkait pemenuhan gizi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Melalui pembangunan dapur SPPG, Polres Lingga tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga turut terlibat langsung dalam pembangunan sosial masyarakat. Tahun ini, Polres Lingga menargetkan lima dapur SPPG dapat mulai beroperasi dan melayani kebutuhan gizi, terutama bagi anak-anak sekolah.

Kapolres Lingga AKBP Pahala Martua Nababan menyampaikan bahwa progres pembangunan dapur SPPG menunjukkan perkembangan yang signifikan dan sebagian sudah siap memasuki tahap operasional.

Satu Dapur SPPG Siap Beroperasi Februari 2026

Kapolres Lingga AKBP Pahala Martua Nababan, saat dikonfirmasi di Batam, Minggu, menjelaskan bahwa dari lima dapur SPPG yang ditargetkan beroperasi, satu dapur di Kecamatan Lingga telah rampung sepenuhnya.

“Perkembangan pembangunan SPPG di Lingga per 19 Januari 2026 ini sudah ada yang 100 persen rampung. Semoga bulan depan (Februari-red) sudah beroperasi,” kata Pahala.

Ia menambahkan bahwa dapur tersebut tinggal menunggu tahapan lanjutan sebelum benar-benar melayani masyarakat. Kehadiran dapur SPPG ini diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi penerima program, terutama dalam mendukung pemenuhan gizi seimbang.

Lima Dapur SPPG Dibangun Sejak 2025

Pahala menjelaskan bahwa terdapat lima dapur SPPG Mandiri Yayasan Kemala Bhayangkari yang dibangun oleh Polres Lingga sejak tahun 2025. Kelima dapur tersebut tersebar di beberapa kecamatan strategis di wilayah Kabupaten Lingga.

Lima dapur SPPG itu masing-masing berada di Kecamatan Singkep, Kecamatan Singkep Pesisir, Kecamatan Singkep Barat, Kecamatan Lingga Utara, dan Kecamatan Lingga.

Pembangunan dapur SPPG ini dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan sarana, prasarana, serta sumber daya manusia. Dengan sebaran lokasi tersebut, Polres Lingga berharap layanan pemenuhan gizi dapat menjangkau masyarakat secara lebih merata.

Target Awal 12 Dapur Terkendala Aturan Yayasan

Menurut perwira menengah Polri tersebut, pada awalnya Kabupaten Lingga ditargetkan memiliki 12 dapur SPPG. Namun, terdapat aturan yang membatasi jumlah dapur yang dapat dikelola oleh satu yayasan.

“Seharusnya 12 dapur SPPG, namun satu yayasan hanya menaungi maksimal 10 dapur SPPG. Ini terdiri atas lima SPPG mandiri dan lima SPPG daerah 3T,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa tujuh dapur SPPG yang berada di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) di Kabupaten Lingga telah rampung 100 persen. Sementara itu, lima dapur SPPG Mandiri Yayasan Kemala Bhayangkari menunjukkan progres yang bervariasi.

“Sedangkan lima dapur SPPG Mandiri Yayasan Kemala Bhayangkari baru di Kecamatan Lingga sudah 100 persen, sisanya masih 70 persen dan 60 persen,” jelasnya.

Tahapan MoU dan Pemantauan Lapangan Terus Dilakukan

Pahala juga mengungkapkan bahwa untuk dapur SPPG di Kecamatan Singkep, saat ini masih berada pada tahap pembuatan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan pihak sekolah.

“Untuk dapur SPPG di Kecamatan Singkep masih tahap pembuatan MoU ke sekolah,” ungkapnya.

Polres Lingga terus melakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan pembangunan dapur SPPG tersebut. Pada Sabtu (24/1), Wakapolres Lingga Kompol Darmin turun langsung ke lapangan untuk meninjau pembangunan dapur SPPG di Kecamatan Singkep, Kecamatan Lingga Utara, dan Kecamatan Lingga.

Pengecekan ini dilakukan guna memastikan kesiapan sumber daya manusia serta kelengkapan sarana dan prasarana pendukung, sehingga program SPPG Yayasan Kemala Bhayangkari dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.

"Untuk dapur SPPG Kecamatan Lingga sudah 100 persen, selanjutnya menunggu survei lapangan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) sebelum dioperasionalkan," katanya.

Pemkab Lingga Targetkan 33 Dapur SPPG untuk Program MBG

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Lingga juga memiliki target yang lebih luas dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemkab Lingga menargetkan pembangunan 33 dapur SPPG di seluruh wilayah kabupaten.

Keberadaan puluhan dapur tersebut nantinya akan melayani sebanyak 27.325 anak di Kabupaten Lingga. Sinergi antara Polres Lingga, Yayasan Kemala Bhayangkari, dan pemerintah daerah diharapkan dapat memperkuat pelaksanaan program pemenuhan gizi secara menyeluruh.

Dengan progres pembangunan yang terus dipantau dan dukungan lintas sektor, dapur SPPG di Kabupaten Lingga diharapkan mampu beroperasi secara optimal dan memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas gizi generasi muda.

Terkini