JAKARTA - Tren membuat milk tea dengan cara merendam kantong teh di dalam susu dingin semalaman ramai diperbincangkan.
Metode ini dianggap praktis karena tidak memerlukan proses penyeduhan panas. Banyak orang menilai hasilnya lebih lembut, creamy, dan minim rasa pahit.
Dalam praktiknya, satu hingga dua kantong teh dimasukkan ke dalam botol berisi susu dingin. Wadah tersebut kemudian disimpan di lemari pendingin hingga keesokan hari. Cara ini dipopulerkan melalui berbagai video singkat di media sosial.
Metode ini sering disebut sebagai cold brew milk tea. Popularitasnya meningkat seiring gaya hidup praktis masyarakat. Namun, di balik kemudahannya, terdapat sejumlah hal yang perlu diperhatikan.
Karakteristik Cold Brew dan Ekstraksi Teh
Cold brew dikenal sebagai metode penyeduhan yang lebih ramah rasa. Air dingin mengekstraksi tanin dan kafein dalam jumlah lebih sedikit. Akibatnya, rasa teh menjadi lebih halus dan tidak getir.
Metode ini juga memungkinkan teh disimpan lebih lama jika menggunakan air dan suhu dingin. Inilah alasan cold brew tea banyak digemari. Namun, karakter tersebut tidak sepenuhnya sama saat menggunakan susu.
Teh mengandung tanin, kafein, flavonoid, dan polifenol. Zat-zat ini dilepaskan selama proses penyeduhan. Jika waktunya sesuai, rasa dan manfaatnya tetap seimbang.
Risiko Merendam Kantong Teh Terlalu Lama
Masalah muncul ketika kantong teh direndam terlalu lama. Proses ini membuat daun teh terus melepaskan senyawa aktif secara berlebihan. Kondisi tersebut dapat memengaruhi rasa dan kualitas minuman.
Merendam teh lebih dari 12 jam meningkatkan risiko rasa pahit. Selain itu, pelepasan senyawa tertentu menjadi tidak terkendali. Hal ini berlaku baik pada air maupun susu.
Perlu diingat bahwa kantong teh umumnya berisi partikel teh halus. Partikel kecil ini mengekstraksi zat aktif lebih cepat. Akibatnya, risiko over-ekstraksi menjadi lebih besar.
Isu Keamanan dan Kekhawatiran Kesehatan
Sebagian orang khawatir teh yang direndam semalaman dapat memicu kanker. Kekhawatiran ini muncul karena teh disebut mengandung amina. Amina berpotensi berubah menjadi nitrosamin yang bersifat karsinogen.
Namun, anggapan tersebut perlu diluruskan. Amina sebenarnya banyak ditemukan dalam berbagai makanan. Tidak semua amina dapat membentuk nitrosamin.
Pembentukan nitrosamin hanya terjadi dalam kondisi tertentu. Proses ini melibatkan reaksi antara amina bebas dan nitrit. Hingga kini, tidak ada bukti kuat bahwa teh semalaman langsung menyebabkan kanker.
Kontaminasi Mikroba dan Cara Aman Menyeduh
Risiko yang lebih perlu diwaspadai adalah kontaminasi mikroba. Terutama jika teh disimpan dengan cara yang tidak tepat. Susu merupakan media yang mudah ditumbuhi bakteri.
Jika minuman tampak keruh, mengental, atau berubah aroma, sebaiknya langsung dibuang. Hal ini berlaku meskipun baru direndam beberapa jam. Keamanan konsumsi harus menjadi prioritas utama.
Untuk menyeduh teh dengan aman, gunakan wadah kaca, keramik, atau stainless steel food grade. Hindari wadah plastik, terutama untuk teh panas. Seduhan pertama sebaiknya dibuang agar kotoran dan debu ikut terangkat.